DKJ FEST 2023 “KELINDAN: Meretas Kahar Ekosistem Seni”

Dewan Kesenian Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UPPKKJ TIM), PT Jakarta Propertindo (JAKPRO), dan Pusat Kesenian Jakarta (PKJ TIM), pada tahun ini kembali menggelar rangkaian program “DKJ FEST” yang kedua, setelah sebelumnya berhasil diselenggarakan untuk pertama kali pada tahun 2018. Sebagai sebuah wadah seni yang besar, DKJ FEST akan menyuguhkan berbagai program unggulan dari tiga komite utama, yaitu Komite Seni Rupa, Komite Film, dan Komite Tari DKJ, yang akan berlangsung mulai dari 20 Juni – 7 Juli 2023, di area Gedung Trisno Soemardjo dan Grha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marazuki, Jakarta.

Poster Program DKJ FEST 2023. (Sumber: @jakartscouncil).

Pada tahun ini, DKJ FEST mengusung tema “KELINDAN: Meretas Kahar Ekosistem Seni”. Pemilihan tema tersebut berangkat dari kekhawatiran DKJ terhadap situasi kahar di beberapa ruang seni di Jakarta, terutama persoalan-persoalan yang sudah muncul sejak pra-revitalisasi, revitalisasi, hingga pasca-revitalisasi fisik Taman Ismail Marzuki. Pasca-revitalisasi TIM, banyak berdiri bangunan dan ruang-ruang baru, yang kemudian memicu munculnya persoalan besar terkait dengan keberlanjutan watak bangunan tersebut sebagai ruang publik, yang dapat mengancam ekosistem kesenian di Jakarta secara umum.

“Bila watak ruang publik tersebut secara sistematis diabaikan atau diingkari, maka ruang seni bagi publik itu telah terkhianati”, tulis mereka pada Siaran Pers DKJ FESTival 2023 (20/06/23).

Untuk merespon kondisi tersebut, DKJ berusaha untuk menyuarakan mengenai esensi dan keterkaitan antara keberadaan ruang pubilk dan keberlanjutan ekosistem seni, yang salah satunya dilakukan melalui rangkaian program DKJ FEST 2023 ini. Yola Yulfianti, Ketua Komite Tari DKJ berpendapat bahwa DKJ FEST merupakan salah satu upaya untuk merebut kembali ruang seni, agar tetap menjadi ruang publik.

Dalam penyelenggaraannya di tahun ini, DKJ FEST 2023 menyuguhkan Pameran Arsip dan Koleksi DKJ dengan tajuk “Pekan, Pesta, FESTival: Bermula dari Cikini Raya 73”, Pameran Maestro Film Indonesia “Silang Visual: Film dan Seni Rupa Grafis”, Pekan Koreografi Indonesia, Interdisipliner, Unboxing Tari, Diskusi, Pemutaran Film, dan Lokakarya. Seluruh rangkaian program tersebut terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya apapun (gratis).

Poster Program Pameran Arsip dan Koleksi DKJ FEST 2023. (Sumber: @jakartscouncil).

Program Pameran Arsip dan Koleksi DKJ yang bertajuk “Pekan, Pesta, FESTival: Bermula dari Cikini Raya 73”, merupakan persembahan dari Komite Seni Rupa DKJ, yang dikuratori oleh Esha Tegar Putra. Pameran ini dibuka setiap hari mulai tanggal 23 Juni – 7 Juli 2023, yang berlokasi di Galeri Cipta 2, Gedung Trisno Soemardjo Lt. 3, mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB. Adapun beberapa koleksi yang akan ditampilkan diantaranya yaitu 59 poster, 5 koleksi lukisan, 118 foto, arsip audio, dan arsip surat. Selain sebagai sebuah bentuk karya seni, pameran ini juga menjadi pertanggungjawaban DKJ kepada publik seni, terkait dengan pengelolaan dan pendayagunaan arsip koleksi DKJ dengan baik.

Selanjutnya, Komite Seni Rupa bersama dengan Komite Film DKJ juga menyuguhkan program Pameran Maestro Film Indonesia, yang bertajuk “Silang Visual: Delsy dalam Film dan Seni Rupa”, dengan kurator Yuki Aditya (direktur FESTival film Arkipel). Delsy Sjamsumar dipilih karena dianggap sebagai tokoh inovatif dalam dunia film dan seni rupa, yang dilupakan karena arsip dan kenangan tentangnya (berupa seni grafis, ilustrasu, komik, jurnalistik, hingga film) berserakan di luar lingkar pengakuan seni yang resmi.

Poster Pameran Maestro Film Indonesia DKJ FEST 2023. (Sumber: @jakartscouncil).

Selanjutnya, Komite Film DKJ menyelenggarakan Sayembara Menulis Kritik Film, yang pendaftarannya telah dibuka sejak 7 April hingga 26 Mei 2023. Penjurian dilakukan oleh Kafein (Pengkaji Film Indonesia), dan juri utama Seno Gumira Ajidarma (Penulis, Akademisi), Eric Sasono (Peneliti Independen), dan Yulia Evina Bhara (Produser Film). Malam Anugerah Sayembara Kritik Film akan diadakan bersamaan dengan penutupan DKJ FEST, 5 Juli 2023 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Terakhir, dari Komite Tari DKJ mempersembahkan Pekan Koreografi Indonesia, Unboxing Tari, dan Artistic Development.

Poster Program Komite Tari DKJ FEST 2023. (Sumber: @jakartscouncil).

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) merupakan sebuah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat seniman, dan dikukuhkan secara resmi pada tanggal 7 Juni 1968, oleh Gubernur DKI Jakarta pada periode tersebut, yakni Ali Sadikin. Sebagai sebuah lembaga masyarakat seniman, tugas dan fungsi DKJ adalah sebagai mitra kerja Gubernur Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk merumuskan kebijakan guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan pengembangan kesenian tercermin dalam bentuk program tahunan yang diajukan dengan menitikberatkan pada skala prioritas masing-masing komite. Anggota DKJ berjumlah 25 orang, terdiri dari para seniman, budayawan dan pemikir seni, yang terbagi dalam 6 komite: Komite Film, Komite Musik, Komite Sastra, Komite Seni Rupa, Komite Tari dan Komite Teater.

 

*Lesi L.