Cerita Kaca: Perjalanan Seni Lukis Kaca Indonesia

Menampilkan lukisan-lukisan kaca terpilih koleksi dari AD Pirous, Asmoro Damais, Benny Hadisurjo, Bentara Budaya, Cici Sulisto, Keluarga alm. Eddy Hadi Waluyo, Edward Hutabarat, Ghea Panggabean, Guntur Santoso, Ignatius Hermawan Tanzil, Iman Anggoro Soenarto, Iwan Ramelan, Janna Sukasah Joesoef, Krittayawan Boonto, Keluarga alm. Haryadi Suadi, Keluarga Rastika, Museum Gunoroso/Boediardjo, Museum Pangeran Cakrabuana-Cirebon, Max Suriagunda, Rosalia Sciortino & Alm. O’ong Maryono, Popo & Melati Danes.

Kurator: Chabib Duta Hapsoro dan Hermawan Tanzil

Dia.Lo.Gue Artspace mempersembahkan “Cerita Kaca: Perjalanan Seni Lukis Indonesia”, sebuah pameran yang menampilkan lukisan kaca terpilih dari sejumlah kolektor dan museum. Dalam sejarahnya lukisan kaca muncul pertama di Eropa pada abad ke 14, lantas menyebar ke Tiongkok, India, dan Timur Tengah pada sekitar abad 17 dan 18 melalui patronase raja-raja dan bangsawan di sana. Melalui jalur perdagangan lukisan kaca menyebar ke Asia Tenggara hingga Kepulauan Nusantara sekitar abad 19.

Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada: Tanggal :

Sabtu, 3 Februari 2024
Jam : 16.30
Tempat : Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang 99A, Jakarta Selatan

Pameran ini berlangsung dari tanggal 3 Februari hingga 19 April 2024 dan dibagi dalam beberapa zona yang berfokus pada ragam tema dan gaya lukisan kaca di Indonesia serta sosok-sosok pelakunya. Pertama adalah tema wayang dalam kisah epos Ramayana dan Mahabarata. Kedua adalah tema religi yang menampilkan pengaruh dari kebudayaan Islam dari Timur Tengah dan pertautannya dengan budaya-budaya lokal di Indonesia. Ketiga adalah tema cerita rakyat yang menonjolkan lukisan kaca sebagai seni rakyat. Keempat adalah lukisan kaca dalam kategori serbaneka yang menempatkan mereka dalam beragam fungsi. Kelima adalah tema Putri Tiongkok dan Putri Campa yang populer dalam lingkar peminat seni lukis kaca di Indonesia. Dan, keenam adalah sorotan kekaryaan dua maestro seni lukis kaca Indonesia yang berperan dalam inovasi teknik dan gaya ungkap seni lukis kaca ini Indonesia, yakni Rastika dan Haryadi Suadi.

Masa keemasan seni lukis kaca di Indonesia terjadi pada 1970an hingga awal 1990an. Pada masa itu banyak dari kalangan kelas menengah atas yang meminati dan mengoleksi lukisan kaca. Patronase elit pemerintahan juga berkontribusi signifikan dalam mendorong sejumlah pelukis kaca untuk berinovasi dengan pendekatan-pendekatan baru. Kini popularitas seni lukis kaca merosot seiring macetnya pertumbuhan peminat-peminat baru yang menyebabkan menurunnya jumlah dan regenerasi para pelakunya. Menurunnya popularitas seni lukis kaca juga berdampak pada kurangnya penyelenggaraan pameran.
Wawasan historis dan sosiokultural seni lukis ini lantas terkubur dan susah dijangkau oleh generasi muda. Padahal seni lukis kaca berkembang dan menyebar dalam spirit akulturatif melalui zona kontak yang organik dan cair. Pameran “Cerita Kaca” bertujuan menunjukkan spirit akulturatif itu. Maka pameran ini pun menghadirkan ragam cerita dan narasi seni lukis kaca yang kaya di Indonesia yang menunjukkan seni lukis kaca sebagai situs yang selalu terbuka akan tafsir-tafsir dan lokalitas-lokalitas dari setiap kawasan yang dilaluinya.

Spirit akulturatif ini juga merujuk pada eksistensi seni lukis kaca sebagai seni rakyat di Indonesia. Rakyat jelatalah aktor penting akulturasi itu yang meredefinisi seni-seni tinggi ke dalam ekspresi yang lugas dan jujur sekaligus menyambung napas seni-seni tradisi untuk terus relevan. Dalam perspektif ini seni lukis kaca juga mewakili daya-tahan kultural mereka dalam menghadapi perubahan sosial. Maka pameran ini mengharapkan munculnya dukungan dari para pemangku kepentingan dalam kebijakan budaya agar seni lukis kaca terus dirawat sebagai seni rakyat yang punya relevansi dengan situasi-situasi hari ini. Bertolak dari spirit akulturatif dan kritis dari seni rakyat ini, pameran ‘Cerita Kaca’ juga berharap dapat memberi insipirasi kepada pelaku-pelaku seni muda untuk menoleh kepada wawasan-wawasan lokal sebagai pijakan dalam menghadapi kondisi sosio-ekologis yang makin tak pasti di masa depan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pameran Cerita Kaca: Perjalanan Seni Lukis Indonesia ataupun kegiatan Dia.lo.gue Artspace lainnya, silahkan menghubungi:
Engel Tanzil : +628161630033
engel99a@gmail.com @dialogue_arts

Liza Cita : +6287782787360
liza.dialogueartspace@gmail.com”

—-