Bahar Merdu nonton Badminton

Bahar Merdu: Tegang Nonton Ganda Putri Olimpiade

Ternyata Bahar Merdu pecinta badminton. Tokoh teater Makassar yang dikenal pendiri Kelompok Teater Petta Puang itu, menjerit kegirangan di depan televisi setelah pasangan Greysia Polii-Apriyani Rahayu mengalahkan pasangan Cina Chen Qing Chen/Jia Yifan (China) di partai final. Duduk selonjor di karpet. Ia mengepalkan kedua tangannya ke atas sambil berteriak: wiiiii. Lucu sekali ekspresinya melihat video rekaman Bahar. Tubuhnya seperti gemetar seluruhnya.

“Yang ngrekam itu anak-anak” katanya. Bahar Merdu sedari kecil selalu menonton pertunjukan final –final bulutangkis yang disiarkan di televisi dari zaman Rudy Hartono, Liem Swie King di era All England dan Thomas Cup.  Tapi menyaksikan final ganda putri Olimpiade Tokyo 2021 ini baginya memiliki dramatika sendiri. “Saya deg degan sekali…selama ini kan pemain putri kita baik tunggal ataupun ganda setelah Susi Susanti jarang sekali yang menang, paling hanya sampai semi final,” katanya. Setelah Greysia Polli dan Apriyani Rahayu mengalahkan pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan di semifinal, Bahar Merdu – seolah harus menyiapkan mental tersendiri menjelang menonton final .

“Di set pertama saya takut Greysia/Apriyani dikejar. Di set kedua saya tetap penuh rasa kuatir,” tuturnya. Nah yang lucu, agar tidak tegang dia kemudian memanggil anak-anak kecil untuk menemaninya menonton. “Supaya gak tegang sendiri, saya panggil anak-anak,” katanya. Bahar memang banyak memiliki murid teater anak-anak. Di kompleks rumahnya selain orang dewasa dia melatih teater mulai dari anak-anak sampai remaja. “Anak saya, saya suruh memanggil teman-temannya untuk menemani saya menonton. Temannya anak-anak saya itu ya anak-anak yang saya bimbing main teater,” lanjutnya.

Betapapun sudah banyak anak yang menemaninya namun Bahar tetap saja merasa tegang. “Kalau sudah tegang saya tinggal dulu televisi, menghindar ke dalam, membikin kopi, cuma mendengar suaranya. Lalu – balik lagi di depan televisi bertanya ke anak-anak berapa skornya,” katanya. Toh menjelang detik-detik akhir pertandingan Bahar terpaku depan televisi. Dan saat pengembalian shuttlecock pasangan ganda Cina mampu dibaca out oleh Greysia/Apriyani di babak kedua – membuat nilai mereka menjadi 21, segera meledaklah spontan tubuh tokoh teater ini. “Saya bahagia sekali,” katanya. 

—©BWCF2021—

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *