Pos

Mencari Celah Tumbuh dan Berkembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Oleh: Bayu Suta Wardianto* Saya sebetulnya kurang begitu percaya, lembaga pendidikan (khususnya universitas) dapat menghasilkan para penulis hebat, apalagi sastrawan. Walaupun kita tidak bisa mengesampingkan bahwasanya kampus memiliki andil penting dalam membentuk pola pikir siapapun yang berada di dalamnya –tidak hanya mahasiswa yang belajar– tetapi juga pengajarnya. Sederet nama-nama besar sastrawan Indonesia seperti Pramoedya Ananta […]

Estetika di balik “Tari Gandrung”

Oleh: Brusheila Devi Proboyasti* Refleksi Kritis atas Pengalaman di Jiwa Jawa Ijen dan Taman Gandrung Terakota – Banyuwangi Seni sebagai Pengalaman Hidup Seni pertunjukan, terutama tari tradisional, kerap dipahami masyarakat sebagai sekadar tontonan yang indah dan menghibur. Namun, pemahaman semacam itu melupakan hakikat terdalam dari seni itu sendiri, yaitu sebagai pengalaman hidup yang utuh dan […]

Instalasi Tembikar Lingkungan

Oleh: Nurhasna Isnaini* Pada tanggal 10-12 April 2026, saya dan teman-teman mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan studi ekskursi ke Banyuwangi, Jawa Timur. Studi ekskursi dilakukan di Taman Gandrung Terakota yang menjadi bagian dari Jiwa Jawa Resort. Dimiliki oleh bapak Sigit Pramono yang juga menjadi dosen pengampu mata kuliah Pengelolaan Wisata Budaya selain […]

Dalí yang Mungil di Lantai 53

Oleh: Kristian S* Seni modern sering kali adalah sebuah ilusi megah yang dikelola dengan sangat rapi melalui dinding-dinding putih museum. Ia mematri kanon di kepala kita, mendikte apa yang agung dan apa yang banal, melalui buku-buku teks sejarah yang ditulis oleh tangan-tangan Barat. Namun, ilusi itu menuntut untuk diuji secara fisik. Perjalanan saya untuk menguji […]

Ode to My Friend: Privilege itu Bernama Teman

Oleh : Abad Akbar*   Berkatalah seorang penyair tentang pertemanan: “Jika sedikit hartaku maka tidak ada yang ingin menjadi sahabatku, dan apabila hartaku bertambah maka semua orang seolah-olah menjadi sahabatku. Betapa banyak musuh menjadi teman karena kekayaanku, dan betapa banyak sahabat berubah menjadi musuh karena kemiskinanku.” Begitulah sedikit gambaran tentang mahalnya sebuah pertemanan sejati. Dalam […]

The Scarlet Letter dan Kultur Kuasa Kita

Oleh : Purnawan Andra* Film, kita tahu, tidak hanya bercerita, tetapi juga membuka cara kita melihat dunia. The Scarlet Letter versi Roland Joffé adalah salah satunya. Film tahun 1995 yang dibintangi Demi Moore sebagai Hester Prynne dan Gary Oldman sebagai Reverend Arthur Dimmesdale ini diadaptasi secara longgar dari novel klasik terbitan tahun 1850 karya Nathaniel […]

Jalan yang Membumi: Membaca Pepali Pitu sebagai Kesadaran Sosial dalam Tasawuf Jawa

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Kegelisahan dan Retaknya Kebersamaan Hidup bergerak dalam kecepatan yang nyaris tak memberi jeda. Waktu menyusut menjadi deretan notifikasi. Percakapan hadir sebagai fragmen. Pertemuan berlangsung, tetapi tidak selalu menghadirkan perjumpaan. Orang saling terhubung, namun tidak selalu saling menjangkau. Kesibukan memberi kesan penuh. Hari-hari terisi. Agenda tersusun rapi. Namun di sela […]

Keselarasan Alam Semesta dalam Peradaban Nusantara

Oleh Tania Rahayu* Apabila melihat berbagai kerusakan dan masalah yang terjadi di bumi masa kini, alih-alih merasakan kemajuan peradaban, manusia justru dapat dikatakan mengalami sedikit kemunduran. Hal ini sangat mungkin terjadi disebabkan karena masyarakat masa kini terlalu menggunakan gaya hidup modern atau kebanyakan orang menyebut sebagai modern lifestyle. Kecanggihan dan serba instan dari teknologi modern […]

Nawa Natya: Geometri Spiritual dan Habitas Laku dalam Tubuh Ogoh-ogoh

Oleh Farida Rahmasani* Rabu malam, 18 Maret 2026, Pura Banguntapan beralih di luar pakem kebiasaan sebuah ruang ritual. Riuh penonton dibawah pendar lampu, Jogja Cakra Fest 2026 merepresentasikan kebudayaan bukanlah benda museum yang statis. Kebudayaan mampu bermigrasi, beradaptasi dan bersinggungan dengan ruang – ruang baru. Setelah tahun lalu menggetarkan Malioboro, kehadiran ogoh-ogoh tahun ini membawa […]

Cermin dan Jalan Pulang: Membaca Suluk Wujil sebagai Perjalanan Kesadaran dalam Tradisi Tasawuf Jawa

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Jeda yang Membuka Jalan Pulang Di tengah kehidupan yang serba cepat, manusia modern sering tampak berhasil, tetapi diam-diam rapuh. Segala sesuatu terasa dekat dalam genggaman: informasi, hiburan, bahkan relasi. Namun justru di situlah paradoks itu tumbuh perlahan. Ketika dunia semakin mudah dijangkau, batin justru semakin sulit dipahami. Ada kelelahan […]