Pos

Pengalaman Estetik dalam Poetic Documentary

Oleh Bambang Supriadi* Dalam pembahasan film nonfiksi, sering muncul kerancuan antara istilah dokumentasi dan film dokumenter. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan kenyataan, tetapi sebenarnya tidak identik. Perbedaannya bukan hanya pada hasil akhirnya, melainkan juga pada peran pembuat di dalam prosesnya. Dokumentasi pada dasarnya adalah kegiatan mencatat atau merekam peristiwa dengan tujuan menyimpan jejak suatu kejadian […]

Menyusuri Marka: Jejak Historis, Ritualitas, dan Spiritualitas dalam Puisi Seno Joko Suyono

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Peristiwa, Penghargaan, dan Jejak Kebudayaan Hari Pers Nasional bukan sekadar peringatan rutin; bagi Seno Joko Suyono, momen ini menjadi tanda perjalanan hidup yang berpadu antara jurnalistik, kesadaran budaya, dan seni puisi. Pada peringatan 2026, Seno menerima Anugerah Kebudayaan PWI, penghargaan yang merekam jejak aktivitasnya: dari jurnalistik investigatif, pengajaran akademik, […]

Di Balik Gema Ledakan Angka

Oleh Bambang Supriadi* Di sebuah ruangan tempat berlangsungnya Pra Kongres Badan Perfilman Indonesia 2026, digemakan satu capaian penting dalam perfilman Indonesia saat ini, yaitu ledakan jumlah penonton film nasional. Data yang disampaikan oleh Bappenas dan Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa dalam tren beberapa tahun terakhir, jumlah penonton bioskop Indonesia diperkirakan berada di kisaran 80 juta […]

“Chocolat” dan Cinta yang Dikomodifikasi

Oleh Purnawan Andra* Di tengah malam Valentine 14 Februari lalu, saya menonton kembali “Chocolat” karya Lasse Hallström yang diputar oleh HBO. Film produksi tahun 2000 itu pernah meraih sejumlah nominasi Oscar dan Golden Globe tahun 2001, termasuk kategori Film Terbaik, Aktris Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, dan Naskah Skenario Terbaik.  Dibintangi Juliette Binoche sebagai Vianne Rocher, […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

 BALADA CERMIN RETAK DI LEMARI JATI Di sudut kamar tua sebuah cermin retak terkunci dalam lemari jati yang tak pernah dibuka sejak kematian Ibu. Pantulan wajah di dalamnya selalu berbeda kadang lelaki bersorban kadang bocah menangis kadang wajah sendiri tapi setengah tak kukenali. Aku bertanya pada retaknya, “Siapa aku dalam matamu?” Ia menjawab dengan senyap […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

Inilah Saatnya serupa bunyi genta di mulut goa. kumandangnya menyela ke mana-mana. juga rongga telinga kita. ini saatnya, bisikmu dalam isyarat rahasia. lalu kita pun berbagi dalam sunyi. dalam desir angin sepoi. ketika badai gurun pun reda. inilah saatnya berbagi cerita. juga cinta. bersama hasrat-hasrat rahasia. ketika daun-daun pun gugur. tapi harapan masa depan tetap […]

Ensiklopedi Sastra Nusantara: Dari Entri ke Kesadaran Kebudayaan

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Ensiklopedi sebagai Ikhtiar Kebudayaan, Bukan Sekadar Buku Rujukan Ensiklopedi Sastra Nusantara (ESN), yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya bekerja sama dengan Pusat Studi Sunda dan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta pada tahun 2026 ini, tidak lahir dari ruang yang hening dan steril. Ia hadir justru ketika ingatan kebudayaan kita kerap terputus-putus, ketika sastra […]

Sastra Santri dan Sastra Pesantren dalam Konstelasi 

Kesusastraan Indonesia Modern: Jalan Baru Kebudayaan Islam Oleh Abdul Wachid B.S.*    I. Konteks dan Urgensi Di tengah dinamika kebudayaan Indonesia yang kian kompleks, cair, dan plural, sastra santri dan sastra pesantren tampil sebagai gejala literasi yang tidak bisa lagi dipandang pinggiran. Pesantren yang selama berabad-abad dikenal sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman seperti fiqh, tasawuf, […]

Menyusuri Dunia Puisi Aslan Abidin: Dimensi dan Posisi dalam Perpuisian Indonesia

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Pendahuluan Membaca puisi-puisi Aslan Abidin sering kali terasa seperti memasuki sebuah kota pada jam-jam yang tidak dicatat dalam peta wisata. Ada senja yang basah, lorong-lorong sosial yang pengap, percakapan batin yang berlangsung setengah berbisik, setengah memberontak. Makassar hadir, tetapi tidak sebagai latar geografis semata. Ia menjelma pengalaman. Dari sanalah […]

Menggali Makna Serat Nitisruti: Arsitektur Jiwa dan Estetika Ketentraman

Oleh: Gus Nas Jogja* Menyelami samudera pemikiran Pangeran Karanggayam dalam Serat Nitisruti bukan sekadar membaca naskah kuno dari tahun 1612, melainkan sebuah ziarah batin menuju hulu peradaban Jawa yang adiluhung. Pangeran Karanggayam, sang pujangga dari Pajang yang juga leluhur Raden Ngabehi Ronggowarsito, menyusun untaian kata ini bukan sebagai doktrin kekuasaan yang kaku, melainkan sebagai komposisi […]