Pos

Museum Penataran Blitar: Meruwat, Merawat, dan Mengingat Sejarah dalam Ruang Pamer

Oleh Galih Qodry Azizi* Museum Penataran Blitar dalam kunjungan menghadirkan suasana yang tenang. Ruang pamer terasa rapi dan tertata. Deretan artefak batu berdiri kokoh di atas pedestal kayu yang kini bewarna kuning pastel. Cahaya masuk dari pintu museum dan membentuk siluet halus pada permukaan arca. Kesan awal yang muncul bukan hanya tentang melihat benda lama, […]

Tegal Metropolitan: Antara Cahaya Lampu, Panggung Seni, dan Selawé Rubuh

Oleh Lanang Setiawan* MALAM di Alun-alun Tegal pada rentang tahun 1950 hingga 1980-an selalu datang dengan cara yang sama—perlahan, namun penuh nyawa. Menjelang senja, ketika matahari luruh di ufuk barat dan langit menguning tembaga, ruang kota itu berubah menjadi panggung besar milik rakyat. Sejak dahulu, agaknya Kota Tegal memang dirancang bukan sekadar kota pelabuhan, melainkan […]

Seni Maskot Hari Raya Idul Fitri

Oleh Muh Nur Khusen* Perlu kita ketahui, bahwa kebahagiaan seseorang tidak selalu tercipta ketika kita mendapat hadiah, surprice, maupun fasilitas yang serba ada. Sering kali, kebahagiaan justru lahir dari kedamaian batin, rasa syukur, dan hubungan yang hangat dengan sesama. Kedamaian batin dan rasa syukur  dapat juga hadir ketika kita berjumpa dengan hari yang dianggap istimewa […]

Budaya sebagai Mesin Ekonomi: Provokasi Mickov & Doyle terhadap Tujuan Bernegara Indonesia

Oleh ​Mochammad Sulton Sahara* Judul : Culture, Innovation and the Economy Penulis : Biljana Mickov dan James E. Doyle (Editor) Penerbit : Routledge (Taylor & Francis Group) Cetakan : Pertama Tahun : 2018 Tebal : 172 halaman (+ index) Buku Culture, Innovation and the Economy (2018) karya Biljana Mickov dan James E. Doyle menantang paradigma ekonomi konvensional […]

Merandai Jejak Identitas Sinema Indonesia Melalui Lensa Lokalitas

Oleh Bambang Supriadi*   Diskursus mengenai identitas sinema sering kali merujuk pada karakteristik yang mapan dan diakui secara global. Sinema India, misalnya, identik dengan formula “Masala” istilah sinema India untuk film yang mencampur berbagai genre, yaitu drama, komedi, aksi, romansa, dan musik. Sinema Jepang kerap diasosiasikan dengan estetika meditatif, presisi visual seperti camera angle Tatami, […]

Tradisi Musik Birahi di Danaraja

Oleh Lanang Setiawan* Di tengah arus zaman yang bergerak semakin cepat, ada hal-hal sederhana yang tetap bertahan karena dijaga oleh keyakinan dan ketulusan hati. Di sudut pedesaan, tradisi tidak selalu hidup dengan gemuruh, tetapi sering justru bertahan dalam kesunyian—dalam doa, dalam nyanyian, dan dalam niat yang tulus untuk mendekat kepada Tuhan. Begitulah yang terjadi di […]

Benturan Budaya di Racing Line: Paradoks Pembalap Indonesia

 Oleh Sulton Sahara* Di tikungan maut, lawan meraung bagai serigala lapar, pelan, lepas helm, lawan bermetaformosis jadi kawan, dalam pelukan ceria di paddock. Agresi retak seperti daun kering, empati hembus angin. Damai.  Prologia: Menjelang seri Moto3 di Brasil 2026, suasana paddock terasa aneh, bukan karena tegang, tetapi karena terlalu hangat, terlalu brotherhood. Di Hospitality Unit […]

RUDHAL JOGLO: Srawung Dalang Jogja–Solo dalam Harmoni Tiga Kelir

Oleh Abimanyu Putra Pratama* Sabtu Malam (14/3/2026) di nDalem Yudonegaran, Yogyakarta, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 20.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan memenuhi ruang pertunjukan yang didominasi arsitektur tradisional Jawa. Tiang-tiang kayu berwarna gelap berdiri kokoh menopang atap ekspos yang tersusun rapi, menciptakan kesan luas sekaligus hangat. Pendar lampu gantung klasik menghadirkan cahaya kekuningan yang […]

Ternyata Canting Lebih Bijak daripada Saya

Oleh Dahayu Kirana* Bukan seseorang yang tumbuh di lingkungan pembatik, namun sejak kecil saya selalu belajar membatik. Pulang kampung ke Yogyakarta untuk menjenguk simbah adalah rutinintas tahunan. Di rumah simbah, saya hampir selalul melihat proses membatik, karena beliau memang seorang pembatik lama. Bau malam yang pekat, lantai yang lengket karena tetesan lilin, serta berbagai bentuk […]

Di Sudut Kota Jogja, Keroncong Asli Masih Bernyanyi

Oleh Satrio Bagus Wicaksono* Pada sebuah malam yang tenang di kampung Kota Jogja, dendang lagu dengan iringan keroncong mulai terdengar perlahan. Para pemain duduk melingkar di kursi-kursi kayu sederhana, sementara penyanyi berdiri di depan para pemain musik. Tidak ada pengeras suara berdaya besar seperti dalam panggung pertunjukan. Hanya sebuah speaker kecil yang digunakan sekadarnya untuk […]