Entries by

Wajah “Agak Laen” Para Legenda

Oleh : Agus Dermawan T. Mengamati wajah-wajah legenda pahlawan Nusantara dan Indonesia. Adakah semuanya faktual? Ternyata banyak yang hasil reka visual. ———— Pada akhir April 2026, saya menerima WA (WhatsApp) dari guru besar riset sosial politik BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. Dr. Asvi Warman Adam. Dalam WA, sejarawan utama Indonesia itu mengirim artikel […]

Ketika Loro Sa’e Bernyanyi Bersama Iwan Fals: Sebuah Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Oleh: Almeida Ganefabra* Kehadiran Iwan Fals di TasiFest 2026 edisi  ke tiga di Tasi Tolu, Dili, Timor-Leste, menjadi salah satu peristiwa kebudayaan paling berkesan bagi publik Timor-Leste tahun ini. Bagi banyak pecinta musik di bumi Loro Sa’e, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan momentum emosional dan historis untuk menyaksikan secara langsung seorang musisi legendaris […]

Wacana (Biennale) Seni Rupa Kalimantan

Oleh : Hajriansyah* Dalam dua atau tiga tahun terakhir, pameran dan berbagai kegiatan seni rupa di Pulau Kalimantan terasa semakin masif. Tidak sebatas memamerkan karya, para perupa Kalimantan mengajukan berbagai wacana seni rupa, dari sebatas silaturahmi hingga konsolidasi, dari persoalan lokal hingga global atau yang bersifat liris maupun yang “protes”. Beberapa pameran yang menawarkan wacana-wacana […]

Azuzan JG: Obsesi Pak Hombing Teater Realis itu harus memiliki Notasi Yang Jelas

Tahun ini akan terbit buku diktat penyutradaraan Wahyu Sihombing (almarhum). Diktat ini digunakan oleh Wahyu Sihombing tatkala mengajar di prodi teater IKJ. Diktat ini berisi tentang bagaimana menyutradarai teater realis. Secara sangat ilmiah dan jelas Wahyu Sihombing dalam diktat itu menjelaskan  prinsip-prinsip penting penyutradaran teater realis.Wahyu Sihombing juga mengajarkan bagaimana cara membedah adegan-adegan dalam naskah-naskah […]

Ondel-Ondel di Ruang Publik Jakarta: Budaya Visual, Pertunjukan Jalanan, dan Negosiasi Budaya

Oleh: Cerman Simamora* Abstrak Artikel ini mengkaji ondel-ondel sebagai fenomena budaya visual di ruang publik Jakarta. Fokus utama artikel bukan hanya pada perubahan fungsi ondel-ondel dari praktik ritual menuju pertunjukan jalanan, tetapi pada bagaimana makna visual ondel-ondel dinegosiasikan melalui ruang, tubuh, media, ekonomi informal, dan kebijakan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan karakter […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA MOH LIMO SUNAN AMPEL malam turun di bandar Surabaya seperti kain hitam yang lama direndam keringat pelaut dan asap dapur pelabuhan kapal-kapal asing merapat membawa lada membawa besi membawa bahasa membawa nafsu yang berbau garam dan kulit basah lampu minyak gemetar di warung-warung pelabuhan uap tuak naik dari tempayan tanah melekat di balok kayu […]

Iduladha dan Teologi Pembebasan

Oleh: Dimas Indianto S.* Iduladha hadir bukan sekadar sebagai perayaan ritual yang menandai musim kurban, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang kebebasan manusia dari belenggu paling purba. Di tengah gema takbir yang melintas dari surau ke surau, manusia diajak menafsir ulang hubungan antara pengorbanan dan kemerdekaan batin. Kisah Nabi Ibrahim tidak berhenti sebagai narasi kepatuhan spiritual […]

Puisi-puisi Imana Tahira

Singaparna Di bola matamu Aku melihat padang ilalang Saling melambai Di antara gersang tanah lapang Di bola matamu Aku mendengar percikan air Yang turun sangat lambat Menyentuh Galunggung yang agung Di helai rambutmu Aku seperti menyentuh bunga-bunga Di alun-alun kota, suatu sore Di helai rambutmu Aku seperti meraba kerikil yang bergelombang Menuju pantai di daerah […]

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

BULAN SABIT MERAH asap bercampur debu mengepul serpih-remuk ambulan di reruntuhan rumah sakit; tenaga medis berguguran— au, bulan sabit merah dinistakan nafsu-bengis zinonis membombardir tanpa nurani; roket dan rudal meluluhlantakkan marwah kemanusiaan; iran + palestina tercabikluka! air mata jatuh berderai menjelma serpih waktu retak rapuh : “kematian-kehancuran itu memupus kemerdekaan jiwa!” di langit iran + […]