Entries by

Persahabatan Di Balik Tekstur Kelam

Oleh Bambang Supriadi* Vincent van Gogh, pelukis Belanda dari abad ke-19, dikenal sebagai perintis ekspresionisme. Dalam hidupnya yang singkat, ia melahirkan lebih dari dua ribu karya, sekitar 860 di antaranya berupa lukisan cat minyak, seolah setiap kanvas menjadi ruang tempat ia menumpahkan gelora batinnya. Ia menjalani hari-harinya dalam kemiskinan dan hampir tak dikenal oleh zamannya […]

Menyanyikan Indonesia 

Oleh Purnawan Andra* Setiap tanggal 9 Maret Indonesia memperingati Hari Musik Nasional. Peringatan ini biasanya diisi dengan konser, penghargaan bagi musisi, dan nostalgia terhadap lagu-lagu yang dianggap klasik. Nama Wage Rudolf Supratman hampir selalu disebut sebagai titik awal karena hari itu merujuk pada tanggal kelahirannya. Dari sana muncul gambaran bahwa musik nasional adalah kumpulan lagu […]

Melihat Dunia Melalui Keheningan di Pameran Tunggal Andre Tanama, “Still: Silent/World”

Oleh Audia Febriana* Di dunia yang semakin dipenuhi suara dan tuntutan untuk terus berbicara, keheningan justru menjadi sesuatu yang semakin sulit ditemukan. Ada saat ketika dunia terasa terlampau penuh, berbagai hal datang tanpa henti, menuntut perhatian kita. Dalam situasi seperti itu, keheningan menjadi ruang yang dibutuhkan untuk berhenti sejenak, memberi jarak dari hiruk-pikuk kehidupan yang […]

Ketika Bunyi Tidak Lagi Datang Dari Depan: Teknologi, Ruang dan Cara Baru Mendengar

 Oleh Mukhlis Anton Nugroho* Saya tidak pernah menyangka bahwa salah satu perubahan paling mendasar dalam kebudayaan kita hari ini justru terjadi melalui cara kita mendengar. Ia tidak datang sebagai revolusi besar yang diumumkan dengan gegap gempita, melainkan tumbuh sebagai kebiasaan yang pelan-pelan menempel pada tubuh. Kita mendengar musik melalui earbud yang langsung menancap di telinga, […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

PUISI KENTUT Di antara anggapan yang paling tak bunga Di antara sangkaan yang paling sampah Ialah merasa Kentutku lebih harum dari pada kentut orang lain   PUISI ORANG Orang itu mengeluh di media sosial Karena gajinya tak cukup untuk dimakan Lalu langit disalahkan Bahwa air tak becus menjadi hujan Bahwa gunung tak pantas berselimut hutan […]

Takziah di Tengah Hujan: Seruan Waras di Tengah Dunia yang Terlalu Bising

Oleh: Selwa Kumar*  Hujan belum juga berhenti ketika saya melangkah meninggalkan pagar kedutaan itu. Rintiknya masih jatuh pelan, seperti doa-doa yang tidak diucapkan dengan suara keras. Jalan Teuku Umar tetap sibuk. Klakson mobil, motor yang terburu-buru, orang-orang berlari kecil menghindari genangan. Kota ini seperti tidak pernah benar-benar punya waktu untuk berduka. Saya berjalan pelan. Di […]

Jalan Berliku Menuju Kebebasan: Membaca Three Colors: Blue

Oleh Bambang Supriadi* Three Colors: Blue (1993) karya Krzysztof Kieślowski, seorang sutradara Polandia yang dikenal dengan pendekatan visual, filosofis, dan simbolik dalam filmnya, lebih tepat dibahas sebagai meditasi visual tentang kebebasan daripada sekadar film melodrama. Film ini adalah bagian pertama dari trilogi Three Colors, yang terinspirasi oleh warna bendera Prancis dan semboyan Revolusi Prancis yaitu […]

Rendu Ola : Kampung yang Dilindungi Leluhur

Oleh Bambang Supriadi* Kampung Adat Rendu Ola, tempat yang mungkin akan luput dari perhatian kebanyakan orang, tersembunyi rapi di dataran tinggi Desa Rendu Butowe, sekitar dua puluh tiga kilometer dari Mbay, kota kecil yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo, di Pulau Flores. Letaknya, di antara bukit-bukit yang terbuka dan seakan selalu bersahabat dengan angin yang […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 2: Di Antara Pencipta Seni dan Ultrasonografi

Oleh: Agus Dermawan T.*                       Tiga jilid buku spesial berjudul Indonesia “Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive”, terbitan R&W Publishing, Jakarta, telah beredar pada 2026. Buku penuh warna ini berisi dokumen foto peristiwa seni rupa selama 45 tahun. Berikut adalah cerita tipis-tipis mengenai Melani. Terusan […]

Godi Suwarna: Sang “Dalang” Kata dari Astana Gede

Oleh Angin Kamajaya* Jika karya sastra Sunda kerap dibayangkan sebagai ruangan yang tenang dan santun, Godi Suwarna adalah orang yang masuk ke ruangan itu sambil menari, berteriak, dan memukau semua orang. Lahir di Tasikmalaya pada 23 Mei 1956, Godi dikenal sebagai sastrawan serba bisa. Penyair, cerpenis, novelis, hingga dramawan. Namun, julukan yang mungkin paling tepat […]