Entries by

Sepuluh Tahun Wafatnya Museum Nusantara

Oleh: Agus Dermawan T.* Ketika mengenang almarhum Museum Nusantara – Delft, saya teringat pameran “Printing the Unprinted”di Pavilyun Indonesia, Biennale Venezia 2026, Italia. Lho, apa hubungannya? ————– AKIBAT kelesuan ekonomi Eropa selama beberapa tahun, pada 2013 muncul rumor bahwa Museum Nusantara di Delft, Belanda, akan ditutup. Rumor itu menjadi kenyataan ketika Pemerintah Belanda mengumumkan rencana […]

Buku Koleksi Benda Seni

Oleh: Mikke Susanto* Dalam beberapa dekade muncul fenomena terbitnya buku-buku koleksi seni rupa di berbagai negara. Meskipun fenomena ini tidak sebesar bidang bisnis maupun politik, tetap perlu mendapat perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik mengoleksi tak berhenti di ranah privat dan hanya terkait dunia seni. Namun juga bergerak menjadi medan representasi kultural yang luas, bahkan […]

Realisme Tragik Dardanella dan Sejarah Teater Realis Kita

Oleh: Seno Joko Suyono* Naskah dr Samsi yang ditulis Anjar Asmara dan dimainkan Dardanella pertama kali pada akhir Januari tahun 1931 di Medan (yang di dramatic readingkan mahasiswa-mahasiswa teater IKJ pada Sabtu, 28 Juni untuk menyambut 100 tahun Dardanella)  boleh dibilang merupakah bibit bagi munculnya naskah naskah realisme Indonesia. Naskah ini seratus persen  mengangkat kisah […]

Bukan Orang Madura, Tapi Dipercaya Membaca Jiwa Musik Madura: Kisah Di Balik Kèjhung Lintas Terop 2026

Oleh: Fitri Bima Asih* Di balik keberhasilan tur Kèjhung Lintas Terop 2026, terdapat kolaborasi artistik yang telah terbangun melalui proses panjang antara koreografer Sri Cicik Handayani, S.Sn., M.Sn. dan komposer muda asal Trenggalek, Dimas Adinata Raharja, S.Sn., yang lebih dikenal dengan nama panggung Saminata. Kolaborasi keduanya bermula pada tahun 2024 melalui karya tari kontemporer Nandhang, […]

Offside: Dunia dari Luar Stadion

Oleh: Purnawan Andra* Ada banyak film yang menggunakan sepak bola sebagai latar cerita. Sebagian berbicara tentang kemenangan, sebagian tentang kekalahan, sebagian lagi tentang ambisi dan ketenaran. Namun Offside (2006) karya sutradara Iran, Jafar Panahi, memilih jalan yang berbeda. Film yang mendapatkan pujian dari para kritikus dan memenangkan penghargaan prestisius Silver Bear di Festival Film Internasional […]

Apa jang Kau Tjari, Palupi? Sebuah Pencapaian Asrul Sani (1925-2004)

Oleh: Seno Gumira Ajidarma* Skenario menggugah yang memanfaatkan idiom film secara optimal, demi penggambaran perjuangan perempuan untuk menemukan diri sendiri dalam pergulatan antara cinta dan eksistensi, di tengah kehidupan urban yang penuh dengan tipuan.                  Film Asrul Sani yang tersebut-sebut paling sulit dipahami, Apa yang Kau Tjari Palupi ? (1969), memenangkan penghargaan Golden Harvest, artinya […]

Menggali Warisan: Merumuskan Inovasi (Membaca Film Samsara karya Garin Nugroho)

Oleh: Bambang Supriadi* Samsara (2024) karya Garin Nugroho, yang dibintangi Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett, hadir di tengah kecenderungan sinema kontemporer yang masih bergantung pada dialog, penjelasan naratif, dan kecepatan dramatik. Berbeda dari kecenderungan tersebut, film ini justru menanggalkan dominasi verbal dan mengembalikan sinema pada fondasi dasarnya: bahasa gambar, tubuh, ritme, dan musik. Dalam […]

Ketika Seni Tak Lagi Menjadi Rahim Revolusi

Oleh: Kasiyan*   “Yang paling dibutuhkan manusia bukanlah sebuah dunia yang sempurna, melainkan hak untuk membayangkan dunia yang berbeda dari yang diwarisinya.” Kalimat semacam itu terasa mengalir dalam Nobel Lecture Gabriel García Márquez, The Solitude of Latin America (1982). Márquez tentu tidak sedang berbicara tentang seni semata, melainkan tentang kemampuan manusia untuk tidak menyerah kepada […]

Puisi-puisi Talitha Salsabila

Di Antara Sunyi yang Tidak Selesai Jam dinding berdetak tanpa jarum, menghitung sesuatu yang tak pernah benar-benar ada. Waktu seperti berhenti di sela napas, menyisakan gema yang tak sempat pulang. Debu beterbangan dalam cahaya senja, menari pelan seperti ingatan yang enggan reda. Ia jatuh satu-satu, diam, seperti rahasia yang tak pernah sempat diucapkan. Di atas […]

Sajak-sajak Isbedy Stiawan ZS

SAJAK 1 aku sapi, katamu, dua tali di hidungku lalu dua gembala menarik-ulur, dan menggebah : cambuk sedia di tubuhku. aku memang sapi? tanyamu ingin jawaban 2 sekiranya aku kecewa bukan karena kau salah tapi aku tak ahli untuk marah dan percaya; tinggi aku memanjakanmu! 3 kelak saatbya air mata hanya sepeeti hujan di musim […]