Entries by

RUDHAL JOGLO: Srawung Dalang Jogja–Solo dalam Harmoni Tiga Kelir

Oleh Abimanyu Putra Pratama* Sabtu Malam (14/3/2026) di nDalem Yudonegaran, Yogyakarta, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 20.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan memenuhi ruang pertunjukan yang didominasi arsitektur tradisional Jawa. Tiang-tiang kayu berwarna gelap berdiri kokoh menopang atap ekspos yang tersusun rapi, menciptakan kesan luas sekaligus hangat. Pendar lampu gantung klasik menghadirkan cahaya kekuningan yang […]

Ramadan Dalam Derap Jaranan

Oleh Fitri Bima Asih* Kalau main ke Trenggalek saat bulan Ramadan, ada suasana yang berbeda begitu jarum jam lewat pukul 12 malam. Ketika sebagian orang mulai terlelap setelah tarawih, di sekitar Alun-Alun Trenggalek justru terdengar suara kendang ditabuh bertalu-talu. Disusul kenong, gong, dan Slompret yang memecah sunyi. Bukan konser resmi, bukan festival besar, ini latihan […]

Dari Jalanan ke Galeri: Membaca Pameran “Tidak Ada Makan Siang Hari Ini”

Oleh Saptaria An-Nisa Nirwikara* Street Art dan Ruang Publik Seni jalanan atau street art merupakan salah satu praktik seni yang ekosistemnya masih bertahan hingga sekarang. Praktik ini terus menarik perhatian anak muda dan telah lama digunakan sebagai medium untuk menyampaikan pesan maupun kritik. Street art tumbuh di ruang publik dan berinteraksi langsung dengan lingkungan kota […]

Kafka Memancing di Lombok

 Oleh Sigit Susanto*   “Bapak ini, bantulah ibu di dapur, cuci piring, cuci baju, ngepel. Ini kerjaannya mancing-mancing terus,” ucap Wiwit. “Tuung, tuuung, tuuung, tuuung, tuuung, tung, tung,” bunyi gendang-beleg yang diimitasi Reza menjadi musik pengiring pentas wayang. Begitulah sepotong kisah pagelaran superpendek yang dimainkan dalang Wiwit dan penabuh musik Reza. Pada sesi tanya jawab […]

Femme Fatale: Obsesi dalam Serial Obsession

Oleh Bambang Supriadi* Ada kisah kisah tertentu dalam sinema yang tidak dibangun dari peristiwa besar, melainkan dari getaran perasaan yang subtil tetapi menghancurkan. Serial Obsession bergerak di wilayah itu. Ia tidak tergesa menjelaskan konflik, tetapi perlahan memperlihatkan bagaimana ketertarikan dapat tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.  Cerita berpusat pada William Farrow, seorang ahli bedah […]

Bumifilia Strategis: Mengadopsi Budaya Bunker Perang Iran Menuju Komunalisme Bawah Tanah ala Budaya Indonesia

Oleh Mochammad Sulton Sahara*   Di kedalaman 80 meter Pegunungan Zagros, fasilitas nuklir Fordow Iran bukan hanya lolos dari serangan hipersonik dan bom bunker buster; ia mengirim pesan sederhana tapi tegas: hidup di bawah tanah bisa menjadi bentuk kedaulatan. Dari sana lahir gagasan bumifilia strategis, kecintaan, atau setidaknya kenyamanan, pada ruang bawah tanah sebagai bagian wajar […]

Hegemoni Bahasa: 4×4=16

Oleh Kim Young Soo*   Kita selalu membicarakan hegemoni sesuatu bahasa terhadap bahasa lain, seperti hegemoni bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia. Namun begitu, kita belum pernah membicarakan hegemoni “bahasa gaul”, yang dipenuhi oleh singkatan yang hanya dipahami oleh orang tertentu, terhadap bahasa yang lain. Saya membincangkan perkara tersebut dengan rujukan khusus terhadap masyarakat dan masyarakat Indonesia. Apakah […]

Habermas vs Habermas dalam Isu Palestina

Obituari Jürgen Habermas (1929–2026)   Oleh Ibrahim Ali-Fauzi* Filsuf Jerman yang membentuk Demokrasi Deliberatif Pasca-Perang itu berpulang. Ya, Jürgen Habermas, salah satu pemikir paling berpengaruh di Jerman pasca-Perang Dunia II dan tokoh generasi kedua Sekolah Frankfurt, meninggal dunia pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Starnberg, Bavaria, kota kecil di tepi danau dekat Munich  di usia […]

Wayang Godong di Tengah Seni Kontemporer Global

Oleh Esperanca Vitoria Smith Cunha* Di tengah gemuruh seni kontemporer global, aku terpukau oleh sosok Agus Purwantoro, atau yang dikenal dengan Gus Pur, seorang visioner dari Magelang. Pengalamannya bukan sekadar menciptakan, melainkan sebuah “perjuangan jiwa” yang mendalam. Ia, seorang seniman sekaligus akademisi, telah mendedikasikan dirinya untuk menghidupkan Wayang Godong. Kesenian ini lahir dari perpaduan otentik […]

Ramadan, Reggae, dan Malam yang Bandel di Prawirotaman Street

Oleh Vialinda Dewi Fortuna*   Ritme Malam Ramadan di Kota Di banyak sudut Yogyakarta, malam selama Ramadan biasanya memiliki ritme yang berbeda. Jalanan lebih cepat lengang, warung makan menutup tirai lebih awal, dan motor – motor yang biasanya masih lalu – lalang hingga tengah malam seperti sepakat untuk pulang lebih cepat. Seolah kota ini tahu kapan harus menurunkan […]