Entries by

Lingkar Malam: Perjalanan Zine dari Eksplorasi Menuju Ruang Kolaborasi

Oleh Vikri Aji* Jika berbicara tentang kerja-kerja kreatif secara mandiri, zine adalah salah satunya. Merupakan lembaran yang disusun menjadi buku sebagai kumpulan ekspresi diri yang lebih jujur, bebas, dan personal. Selain itu proses pembuatannya memiliki etos DIY (Do It Yourself). Pemaknaan ini awal mulanya merupakan medium alternatif dari Magazine (majalah konvensional), namun memiliki hal yang […]

Blok M: Kebudayaan Urban Jakarta,Multikulturalisme ASEAN yang Mulai Terabaikan

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Prologia: Malam itu, di bawah guyuran hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan tanpa ampun, saya berdiri teguh di pinggir Jalan Melawai. Payung hitam saya yang sudah compang-camping bergoyang liar melawan angin kencang, sementara lampu neon Blok M Square berkedip-kedip seperti mata lelah seorang pekerja malam yang baru pulang shift. Di depan […]

Menari di Antara Knalpot dan Hitungan Lampu Merah

Oleh Farhana Izza Zakiatus S.* Siang hari di persimpangan dekat Jogokariyan, terik matahari membuat muka terasa hangat. Bau aspal yang tersengat panas matahari memenuhi jalanan bersama debu dan asap knalpot kendaraan. Tepat di lampu merah, orang-orang berhenti dengan ekspresi dan perilaku yang cukup beragam. Ada yang pandangannya tertuju pada lampu lalu lintas seakan takut lampunya […]

Gaya Gokil Gerson

Oleh Seno Gumira Ajidarma * Buku tipis kaya isi. Sebuah parodi tentang bagaimana caranya menjadi seniman (modern) di Indonesia. Namun apa maknanya pelacur botak? Prosa ini lebih seperti cerita pendek yang panjang, belum novela, apalagi novel atawa roman. Format itu menurut saya cocok dengan gaya yang dapat disebut sebagai gila atawa di luar logika. Jika […]

Puisi-puisi Godi Suwarna

Puisi-puisi  diterjemahkan Angin Kamajaya dari sajak-sajak Sunda Godi Suwarna   HAIK-KU AING Anjing! Musang! Sigung! Monyet! Babi! Kucing! Tikus! Kadal! Biawak! Kecoak! Tungau! Kutu busuk! Tungau merah! Anjing! Kodok! Kalong! Cecurut! Ulat! kampret! Sigung! Berang-berang! Garangan! Tupai! Bajing tanah! Burung hantu! Gagak! Elang! Cacing! Mau gue hajar? Sampai muntah berak? Supaya kalian sadar? Haik ku […]

Emosi dalam Gurat Pena Hitam di Atas Putih

Oleh Mentari* Pameran “Never Mind the Borok” oleh Res Harris menempatkan “borok” bukan sekadar sebagai citra luka fisik, melainkan metafora bagi keretakan kecil yang menyusun pengalaman hidup kontemporer. Frasa “never mind” mengusulkan sikap pura-pura abai, namun kehadiran kata “borok” justru tampak menegaskan bahwa ada sesuatu yang terus-menerus mengganggu, menolak untuk benar-benar dilupakan. Dalam konteks ini, […]

Jalan Raya Sastra Pantura

 Oleh Mahwi Air Tawar* Pulang ke Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor, bagi saya, adalah sebuah prestasi kecil yang pantas dirayakan secara diam-diam. Bukan semata-mata karena saya berhasil melintasi jalan Pantura—jalan yang dalam sejarahnya tidak hanya mendistribusikan hasil-hasil pertanian dari pesisir utara Jawa, tetapi juga menjadi jalur penting penyebaran Islam, terutama dari wilayah Cirebon. Tidak. Prestasi […]

Dongeng Sebagai Tangga Menuju Sains: Kisah ODM Menyalip Teori Kelisanan

Oleh AK Supriyanto* Kemarin sore (22 Maret), di kaki Gunung Muria – Kudus, pada sebuah compound kecil yang terdiri dari dua bangunan semi klasik dan beberapa saung kecil, saya berjumpa dengan Hasan Aoni Aziz. Sohib lama yang saya kenal dari jaringan pegiat pers mahasiswa Indonesia ini, belakangan namanya viral di jagad sosmed karena disebut-sebut sebagai […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

UNTUKMU YANG MENGHAPUS SEPI TEMAN Di bangku kayu itu, kau duduk dengan secangkir kopi dan sepotong senyuman yang membatalkan seluruh kekalahanku. Kita tak butuh banyak kata sebab sunyi pun bisa kita ajak untuk berseloroh tentang luka, dan kau menjahitnya dengan tawa yang kau selundupkan di antara kepulan kenangan. Kau tak pernah bertanya mengapa mataku basah […]