Entries by

Takziah di Tengah Hujan: Seruan Waras di Tengah Dunia yang Terlalu Bising

Oleh: Selwa Kumar*  Hujan belum juga berhenti ketika saya melangkah meninggalkan pagar kedutaan itu. Rintiknya masih jatuh pelan, seperti doa-doa yang tidak diucapkan dengan suara keras. Jalan Teuku Umar tetap sibuk. Klakson mobil, motor yang terburu-buru, orang-orang berlari kecil menghindari genangan. Kota ini seperti tidak pernah benar-benar punya waktu untuk berduka. Saya berjalan pelan. Di […]

Jalan Berliku Menuju Kebebasan: Membaca Three Colors: Blue

Oleh Bambang Supriadi* Three Colors: Blue (1993) karya Krzysztof Kieślowski, seorang sutradara Polandia yang dikenal dengan pendekatan visual, filosofis, dan simbolik dalam filmnya, lebih tepat dibahas sebagai meditasi visual tentang kebebasan daripada sekadar film melodrama. Film ini adalah bagian pertama dari trilogi Three Colors, yang terinspirasi oleh warna bendera Prancis dan semboyan Revolusi Prancis yaitu […]

Rendu Ola : Kampung yang Dilindungi Leluhur

Oleh Bambang Supriadi* Kampung Adat Rendu Ola, tempat yang mungkin akan luput dari perhatian kebanyakan orang, tersembunyi rapi di dataran tinggi Desa Rendu Butowe, sekitar dua puluh tiga kilometer dari Mbay, kota kecil yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo, di Pulau Flores. Letaknya, di antara bukit-bukit yang terbuka dan seakan selalu bersahabat dengan angin yang […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 2: Di Antara Pencipta Seni dan Ultrasonografi

Oleh: Agus Dermawan T.*                       Tiga jilid buku spesial berjudul Indonesia “Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive”, terbitan R&W Publishing, Jakarta, telah beredar pada 2026. Buku penuh warna ini berisi dokumen foto peristiwa seni rupa selama 45 tahun. Berikut adalah cerita tipis-tipis mengenai Melani. Terusan […]

Godi Suwarna: Sang “Dalang” Kata dari Astana Gede

Oleh Angin Kamajaya* Jika karya sastra Sunda kerap dibayangkan sebagai ruangan yang tenang dan santun, Godi Suwarna adalah orang yang masuk ke ruangan itu sambil menari, berteriak, dan memukau semua orang. Lahir di Tasikmalaya pada 23 Mei 1956, Godi dikenal sebagai sastrawan serba bisa. Penyair, cerpenis, novelis, hingga dramawan. Namun, julukan yang mungkin paling tepat […]

Dari Fakta ke Refleksi: Memahami Perbedaan dan Persamaan antara Karya Tulis Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Populer

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   A. Pendahuluan Dalam tradisi akademik modern, menulis bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bentuk refleksi intelektual. Melalui tulisan, seseorang tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan mengolah pengalaman, pengetahuan, dan pandangan dunia ke dalam wacana yang bermakna. Di antara berbagai bentuk prosa nonfiksi, dikenal tiga kategori utama yang sering disalahpahami batas-batasnya oleh […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI RUKUN IMAN   – IMAN KEPADA ALLAH YANG TAK PERNAH PERGI Di balik sunyi yang menusuk ke tulang, ada jejak-Nya yang tak pernah benar-benar hilang. Ia bersembunyi di balik desir angin yang menyentuh reranting, di mata air yang menetes dari pelupuk waktu, di dada yang kadang sesak oleh rindu tanpa nama. “Apa yang di […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 1: Ibunda Perupa Indonesia

 Oleh: Agus Dermawan T.* Tahun 2026 terbit tiga jilid buku monumental berjudul Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive. Buku mewah yang berisi lebih dari 4.000 foto kenangan Melani bersama para perupa Indonesia sejak tahun 1977 sampai 2022. Foto yang terpajang bersama teks itu merupakan seleksi dari sekitar 100.000 foto yang ia rekam. Aktivitas Melani […]

Mengungkap Konflik Elizabeth dan Thatcher

Oleh Bambang Supriadi* Serial The Crown bukan sekadar rekonstruksi sejarah yang dikemas indah. Ia hadir seperti sebuah teropong sinematik yang mengajak penonton menatap dari dekat lapisan lapisan kekuasaan, membaca retakan ideologi, dan menyelami ruang batin para tokohnya. Setiap bingkai bekerja bukan hanya untuk menceritakan peristiwa, melainkan untuk merasakan denyut psikologis di balik mahkota dan jabatan. […]

Enlightened Javanese: Yasadipura, Ricklefs, dan Modernitas Jawa Abad ke-18

Oleh: Eko Yudi Prasetyo* Ada sesuatu yang tampak ganjil—bahkan nyaris kontradiktif—dalam cara M.C. Ricklefs berbicara tentang Yasadipura I, sebab Ricklefs pernah ikut menempatkan Yasadipura I pada puncak kanon pujangga keraton Jawa. Ricklefs sendiri secara eksplisit menulis bahwa ia pernah mendeskripsikan Yasadipura I sebagai “one of the greatest court poets in the history of Modern Javanese […]