Entries by

Lelang Lukisan, Logika Harga dan Parameternya

Oleh Agus Dermawan T.* Lukisan “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api” karya SBY terjual 6,5 milyar rupiah dalam acara lelang di Ballroom Djakarta Teater, Jakarta, pada 18 Februari 2026. Lelang yang hasilnya diperuntukkan bagi masyarakat Tionghoa prasejahtera itu digelar di tengah perayaan Tahun Baru Imlek Patrtai Demokrat. Sambil heboh dan gembira, banyak orang mempertanyakan parameter […]

Di Balik Gema Ledakan Angka

Oleh Bambang Supriadi* Di sebuah ruangan tempat berlangsungnya Pra Kongres Badan Perfilman Indonesia 2026, digemakan satu capaian penting dalam perfilman Indonesia saat ini, yaitu ledakan jumlah penonton film nasional. Data yang disampaikan oleh Bappenas dan Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa dalam tren beberapa tahun terakhir, jumlah penonton bioskop Indonesia diperkirakan berada di kisaran 80 juta […]

“Chocolat” dan Cinta yang Dikomodifikasi

Oleh Purnawan Andra* Di tengah malam Valentine 14 Februari lalu, saya menonton kembali “Chocolat” karya Lasse Hallström yang diputar oleh HBO. Film produksi tahun 2000 itu pernah meraih sejumlah nominasi Oscar dan Golden Globe tahun 2001, termasuk kategori Film Terbaik, Aktris Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, dan Naskah Skenario Terbaik.  Dibintangi Juliette Binoche sebagai Vianne Rocher, […]

Puasa, Lapar, dan Jalan Pulang Manusia: Suluk Kesadaran melalui Suara Puisi

 Oleh Abdul Wachid B.S.* 1. Puasa sebagai Pintu Kesadaran Batin Puasa sering muncul dalam kesadaran keagamaan sebagai sesuatu yang sudah “terjelaskan”. Hukum dan waktu ditetapkan, tata cara diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam kerangka yang rapi ini, manusia cenderung menunaikan ritualnya seolah makna telah tersedia sepenuhnya; tanpa ruang untuk pengalaman pribadi. Kepastian yang tampak jelas […]

Antara Adat dan Kesetaraan: Dinamika Gender dalam Perlon Unggahan Komunitas Adat Banokeling

Oleh KRHA. Dr. Dimas Indianto S., M.Pd.I.* Di lereng sunyi pedalaman Banyumas, tradisi hidup bukan sekadar warisan, melainkan laku batin yang menyatu dengan denyut keseharian. Di tengah ritus tahunan Perlon Unggahan, Komunitas Adat Banokeling menghadirkan pemandangan yang menggugah nalar sosial. Asap dapur mengepul dari tungku-tungku besar, dan tangan-tangan laki-laki cekatan meracik bumbu, memotong daging, serta […]

Wawancara: Beda, Seni Rupa Bali dan Seni Rupa Indonesia

Oleh: Agus Dermawan T.* PADA tengah Februari 2026 terbit kitab katalog Bali Art Catalogue volume 3, edisi Januari – Juni 2026. Dalam katalog itu terdapat wawancara Henny Handayani dengan saya, selain wawancara dengan Tossin Himawan, kolektor utama Indonesia. Hasil wawancara itu, yang berjudul Agus Dermawan T: Bali has its own art, dimuat dalam bahasa Inggris.  […]

Kho Ping Hoo: Sastra Populer, Identitas Tionghoa, dan Pertarungan Otoritas Simbolik 

Oleh Purnawan Andra* Perayaan Imlek hari ini akan selalu mengingatkan kita pada satu bab panjang sejarah multikulturalisme bangsa. Kita membicarakan tentang etnis Tionghoa berada dalam medan makna untuk sekian lama. Di satu sisi, mereka mengalami tekanan dan prasangka dalam kehidupan sosial politik. Di sisi lain, mereka ikut membentuk wajah kebudayaan Nusantara. Ketegangan antara marginalisasi sosial […]

Sastra Horor

Ketakutan sebagai Rahim Kesadaran Oleh: Gus Nas Jogja* Horor bukanlah sekadar tentang hantu yang mengintip dari balik pintu lemari, suster ngesot di lorong-lorong kamar mayat, pocong di tempat-tempat gelap halaman rumah atau monster yang merayap di bawah tempat tidur. Dalam dimensi yang lebih purba, horor adalah detak jantung pertama kesadaran manusia saat berhadapan dengan Sang […]

Hakikat Suluk dalam Tradisi Tasawuf

Oleh Abdul Wachid B.S.* 1. Kekosongan Manusia Modern di Tengah Kelimpahan Hidup Di era layar bercahaya dan sentuhan jari yang mudah, manusia justru semakin sering merasa hampa. Paradoks ini nyata: kebutuhan materi mudah dipenuhi, namun makna hidup terasa jauh. Kita dikelilingi informasi, hiburan, pilihan, dan peluang, tetapi batin sering kehilangan arah pulang. Pertanyaan tentang makna […]

Wajah Perempuan dalam Sastra Jawa

Sebuah Koreografi Estetika Macak, Masak, Manak Oleh: Gus Nas Jogja* Di cakrawala sejarah yang berselimut kabut duwung, perempuan Jawa kerap hadir bagaikan gending yang mengalun di sela derit pintu jati: ada, namun seringkali dianggap sebagai latar yang gaib. Namun, jika kita menyelam lebih dalam ke palung literasi budaya, melintasi reruntuhan candi yang membisu hingga ke […]