Pos

Lelaki yang Melukis Jendela Telah Melesat Pergi Selamanya

Oleh: Indro Suprobo* Mengenang Genthong HSA Aku wis sepuluh dina nang Rumah Sakit. Wis diperiksa sumsum tulange. Embuh hasile durung ngerti. Dokter isih ragu-ragu, aku iki kena kanker sumsum tulang belakang apa kena kanker tulang. Pancen kuesel lan bosen nang Rumah Sakit, ning kepriye maneh. Jantungku wis suwe bocor. Dadi sak ngertiku, saiki iki wis […]

Strategi Nasional Penguatan Perpuisian Indonesia

Oleh: Abdul Wachid B.S.  Puisi, Peradaban, dan Pertaruhan Masa Depan Puisi adalah salah satu warisan budaya tertua umat manusia. Ia hadir bersamaan dengan kelahiran bahasa dan mitologi; menjadi kendaraan bagi manusia dalam memaknai alam, Tuhan, dan kemanusiaannya. Dalam sejarah Nusantara, puisi tumbuh dalam ragam bentuk: dari mantra-mantra sakral, pantun lisan Melayu, tembang macapat Jawa, hingga […]

Meraba Cahaya di Balik Gelap: Refleksi Spiritualitas dalam Puisi Restu Kurniawan

Oleh: Abdul Wachid B.S.* Puisi adalah ruang perjumpaan antara bahasa, pengalaman, dan perenungan batin. Dalam buku kumpulan sajak Kembali Puisi (Cirebon: Penerbit LovRinz, 2025) karya Restu Kurniawan, perjumpaan ini mengambil bentuk yang khas: lirih, personal, namun menyimpan ketegangan antara kerinduan akan cahaya dan kenyataan akan gelap. Dari “Parodia Anak Jalan” hingga “Sebelum Doa”, penyair mengajak […]

Merenungkan Makna Nyala yang Satu: Refleksi Seorang Penyair dalam Menyusun Karya

oleh: Abdul Wachid B.S.* Pendahuluan Buku Nyala yang Satu (2026) merupakan kumpulan puisi yang bukan hanya berfungsi sebagai ekspresi perasaan, tetapi lebih dari itu, sebagai hasil dari perjalanan spiritual dan pencarian makna kehidupan saya. Di dalamnya terdapat kesadaran akan pencarian hakikat yang lebih dalam tentang Tuhan dan kehidupan manusia, yang selama ini menjadi inti dari […]

Esai: Kata Kerja

Oleh: Hudan Hidayat* 1 Apa, yang diarungi aku dalam The Life And Opinions Tristram Shandy? “I wish either my father or my mother”, katanya, “or indeed both of them, as they were in duty both equally bound to it, had minded what they were about when they begot me; had they duly consider’d how much […]

Puisi-puisi Fatin Hamama

Surat kepada Air Mata Air mata, selamat pagi. Engkau, apa sebenarnya? Pada luka, engkau mengalir. Pada duka, engkau menetes. Pada bahagia, engkau menggenang. Pada sakit, luka, dan bahagia yang pura-pura, pun engkau menderas. Lalu air mata mana yang bisa membedakanmu? Buaya punya air mata sangat menggoda. Kabarnya duyung juga punya, air mata serupa mutiara dalam […]

Puisi-puisi Supali Kasim

Yth. Usia (1) kepada usia yang menghimpit batu-batu ialah waktu melepas jelajah, lelah, istirah menyerah kalah bahkan usia telah sampai batas mimpi tak ada apa-apa, kosong, sia-sia usia membawa pilihan pulang tidur atau bertemu mimpi lagi memecahkan kembali dunia batu usia membuat terbangun lagi terhimpit batu-batu lagi kembali jelajah, tak ada lelah atau istirah lalu […]

Puisi-puisi Tania Rahayu

TEMUKANLAH TERANG Hitam adalah hitam Putih adalah putih Jika Putih mencerminkan bayang hitam Maka temukanlah Terang lubuk hati untuk melihat mereka lebih dalam Hitamkah kau? Putihkah aku? Sejatinya kau aku adalah rahasia yang hanya tampak lewat Cahaya Maka Temukanlah Terang kasih dan doa Untuk merasakan cinta dan rahmat yang menyelimuti segala Temukanlah terang Pada diam […]

Puisi-puisi Warih Wisatsana

PUISI BAHAGIA Tulislah sebuah puisi bahagia siapa saja ketika membacanya seketika sukacita tak terlupa Seorang ibu memadamkan lampu menyalakan lilin sendirian, terharu ucapan ulang tahun dari si bungsu tiba kala senja dari seberang benua dibaca dengan linang mata berkaca doa syukur panjang umur senantiasa Tulislah tingkah kucing mungil yang lucu setiap petang menunggu kedatanganmu matanya […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI CINTA ‘ISYQ SURAT YANG TAK PERNAH SAMPAI PADAMU Aku menulis surat ini dari tempat yang tak kau datangi, dari ruang kosong di antara dua langkah yang pernah kita hindari. Tak ada pos yang mengerti arah rinduku. Tak ada kata yang cukup berani menggantikan tatapan yang tertinggal di tepi matamu. Aku menulisnya pelan, karena malam […]