Pos

Puisi-puisi H.Mar

Surat Kepada Akar – dari aku yang belum selesai menjadi tanah wahai akar, ajarkan aku menjadi tabah tanpa harus kuat, menjadi alam tanpa harus nampak. di matamu yang buta, aku ingin jadi luka yang menumbuhkan pohon. jika nanti aku pergi, biarlah namaku tidak ditulis di batu cukup kau simpan di antara simpulmu yang terus mengakar […]

Puisi-puisi Ngatawi Al-Zastrouw

TERTUSUK RINDU Ada sepotong rindu Tersangkut di masa lalu Berjejer rapi di sepanjang jalan kenangan Berkibar melambai lambai Seperti bendera partai di musim kampanye Di pertigaan simpang usia Menggumpal awan kenangan Menjadi monumen cinta remaja Indah dan membakar Penuh goresan hayal Ada janji yang terucap, Ada tekad yang terpahat Tentang masa depan Tapi kandas dirampas […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA MOH LIMO SUNAN AMPEL malam turun di bandar Surabaya seperti kain hitam yang lama direndam keringat pelaut dan asap dapur pelabuhan kapal-kapal asing merapat membawa lada membawa besi membawa bahasa membawa nafsu yang berbau garam dan kulit basah lampu minyak gemetar di warung-warung pelabuhan uap tuak naik dari tempayan tanah melekat di balok kayu […]

Puisi-puisi Imana Tahira

Singaparna Di bola matamu Aku melihat padang ilalang Saling melambai Di antara gersang tanah lapang Di bola matamu Aku mendengar percikan air Yang turun sangat lambat Menyentuh Galunggung yang agung Di helai rambutmu Aku seperti menyentuh bunga-bunga Di alun-alun kota, suatu sore Di helai rambutmu Aku seperti meraba kerikil yang bergelombang Menuju pantai di daerah […]

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

BULAN SABIT MERAH asap bercampur debu mengepul serpih-remuk ambulan di reruntuhan rumah sakit; tenaga medis berguguran— au, bulan sabit merah dinistakan nafsu-bengis zinonis membombardir tanpa nurani; roket dan rudal meluluhlantakkan marwah kemanusiaan; iran + palestina tercabikluka! air mata jatuh berderai menjelma serpih waktu retak rapuh : “kematian-kehancuran itu memupus kemerdekaan jiwa!” di langit iran + […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

SEJARAH Ketika menyatakan salah belum tentu ia benar Ketika menyatakan benar belum tentu ia salah Karena di pusat kutub selatan semua arah menjadi utara Lha kok bisa? Itu pertanda Tuhan tidak bercanda Lalu kapan Tuhan bercanda? Terserah kita Yang jelas bukan ketika seorang anak bunuh diri Karena sang ibu tak mampu membelikan bolpen dan buku […]

Puisi-puisi Umi Kulsum binti Jaenudin

HAKIKAT KEINDAHAN I Banyak yang mengira, Keindahan tinggal Di pelukan senja Atau cahaya bulan Yang menempel di pipimu Pasir membelai tubuh Dan bulu matamu Menggiring desir ke jantungku Namun, sesungguhnya, Keindahan kadang bersembunyi Di rintih perempuan lapar Yang tak bernama, Yang dibungkam jalan-jalan Dan pandangan orang-orang Yang sibuk menuju diri mereka sendiri Kau hadir, Bukan […]

Dalí yang Mungil di Lantai 53

Oleh: Kristian S* Seni modern sering kali adalah sebuah ilusi megah yang dikelola dengan sangat rapi melalui dinding-dinding putih museum. Ia mematri kanon di kepala kita, mendikte apa yang agung dan apa yang banal, melalui buku-buku teks sejarah yang ditulis oleh tangan-tangan Barat. Namun, ilusi itu menuntut untuk diuji secara fisik. Perjalanan saya untuk menguji […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

RAMADHAN, 1 (1) Lapar adalah kenyang yang sempurna. Karbohidrat pun terurai masuk ke saraf-urat. Perut pun kosong sarat berisi. Vitamin sukma berbait-bait puisi. Senandung diri sepanjang siang hingga sorehari. Japa-mantra tergelar hingga dinihari. Lapar pun menyempurnakan diri. Kenyang sukma dalam anyaman ketupat dan lontong doa.   RAMADHAN, 1 (2) Bayang diri terlipat di selimut kelam. […]

Puisi-puisi Samsudin Adlawi

GULA PUISI Karena tak manis, tak mau kau sebut ia gula Karena tak cantik, tak mau kau panggil ia wanita Karena tak indah, tak mau kau sebut ia puisi Ah, tak mengapa tak indah. Yang penting Puisi ini masih gula dan wanita 2025, the sunrise of java   DESEMBER GUS MUS –Membaca sajak Kalender-Kalender Tua […]