Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI CINTA MAWADDAH   SETELAH AKAD, KITA BERDUA Setelah akad, kita menjadi dua nama yang bersujud dalam satu sajadah. Tak ada pesta. Tak ada arak-arakan. Hanya tanganmu yang menggenggam doa dan tangan kiriku yang gemetar menyebut nama Tuhan. Kita pulang ke rumah kecil dengan jendela mungil menghadap langit. Tak ada ranjang megah, hanya tikar dan […]

Cermin dan Jalan Pulang: Membaca Suluk Wujil sebagai Perjalanan Kesadaran dalam Tradisi Tasawuf Jawa

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Jeda yang Membuka Jalan Pulang Di tengah kehidupan yang serba cepat, manusia modern sering tampak berhasil, tetapi diam-diam rapuh. Segala sesuatu terasa dekat dalam genggaman: informasi, hiburan, bahkan relasi. Namun justru di situlah paradoks itu tumbuh perlahan. Ketika dunia semakin mudah dijangkau, batin justru semakin sulit dipahami. Ada kelelahan […]

Puisi Indonesia Mengadopsi Literatur Timur Tengah

Oleh Muhammad Fathan Al Kubro* Hubungan antara sastra Indonesia dan literatur Timur Tengah telah terjalin selama berabad-abad, menciptakan pertukaran budaya yang kaya dan mendalam. Pengaruh ini terutama terlihat kuat dalam perkembangan puisi Indonesia, dimana elemen-elemen puitis dari Timur Tengah diadaptasi dan disesuaikan dengan konteks lokal. Puisi Indonesia modern merupakan produk dari proses akulturasi yang panjang, […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

KIAMBANG, 1 Ganggang dan lumut hanyut. Mengalir aroma yang bakung. Juga sedap kelam dan teratai. Diri duduk di tikar batu. Selimut apung kiambang dan golak sejuk air. Senandung Kinanthi Irim-irim mengalun. Mengawang terbawa angin. Sarat kehendak dan ingin. Kelit-kelindan dan gapai-menggapai. Sisanya cuma dua tepian sunyi. Tenggelam dalam pusar air kali. Hidup pun berputar. Tetap […]

Sajak-sajak Samsudin Adlawi

PADA LUPA Pada lupa aku jatuh Tersungkur di dasar jurang Pada jurang ada alir Mengular nun jauh Airnya hitam tak tertembus Retina mata telanjang Aku menggedor kelambu hitam Yang membekap tubuh Dengan rapal pengakuan dan Penyucian pemilik raga dan semesta Di puncak kepasrahan Setitik cahaya menetes di atas kepala Hitam lenyak seketika 2024 – 2025, […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

RAMADHAN, 1 (1) Lapar adalah kenyang yang sempurna. Karbohidrat pun terurai masuk ke saraf-urat. Perut pun kosong sarat berisi. Vitamin sukma berbait-bait puisi. Senandung diri sepanjang siang hingga sorehari. Japa-mantra tergelar hingga dinihari. Lapar pun menyempurnakan diri. Kenyang sukma dalam anyaman ketupat dan lontong doa.   RAMADHAN, 1 (2) Bayang diri terlipat di selimut kelam. […]

Puisi-puisi Samsudin Adlawi

GULA PUISI Karena tak manis, tak mau kau sebut ia gula Karena tak cantik, tak mau kau panggil ia wanita Karena tak indah, tak mau kau sebut ia puisi Ah, tak mengapa tak indah. Yang penting Puisi ini masih gula dan wanita 2025, the sunrise of java   DESEMBER GUS MUS –Membaca sajak Kalender-Kalender Tua […]

Puisi-Puisi Teguh Tri Fauzi

Revolusi Puisi : Rabindranath Tagore kaumasuki rimba puisi Tagore, ketika kata tak sampai menyebut namamu yang retak di mulut waktu di Bengal bunyi dan alunan lagu sunyi yang bernapaskan —gelanggang nyanyian kebebasan mencari muasal antara dua ketiadaan: di timur menanam cinta di barat memanen luka saat bahasa membakar makna yang menolak menjadi senjata kau berbaring […]

Mendaras Puisi Abdul Kadir Ibrahim: dari Penghayatan Personal, ke Spiritualitas, Sampai ke Kritik Sosial

Oleh Syaifuddin Gani* Puisi menjadi jalan bagi penyair, mengutarakan perasaan terdalamnya secara personal, spiritualitas, maupun kritiknya pada realitas sosial. Penyair sebagai manusia, memiliki hasrat dan harapan yang ia suarakan melalui kata-kata, bahasa. Akan tetapi, penyair tidak sekadar mengutarakannya dengan bahasa yang lugas, sebagaiamana manusia umumnya jika berkeluh-kesah. Penyair akan menggunakan kendaraan imajinasi, menuangkan kegelisahan agar […]

Puisi-puisi Selwa Kumar

I. KREMASI Raga tenggelam dalam Agni. Tinggal tulang, tinggal debu kenangan— mimpi, air mata, suka duka Atma. Samsara. Karma. Kala reinkarnasi.   II. WAHANA Kayu berbalut minyak, dupa kayu cendana. Dewi Agni hadir— kapur barus membakar puja, mengantar Atma ke Nirwana. Agni membungkus raga dalam keindahan kebebasan. Tinggal asap-asap kenangan. Tinggal duka di awal segalanya. […]