Pos

Film, Bencana Alam dan Kita di Years of Living Dangerously

Oleh: Purnawan Andra*   Ketika potongan wawancara Harrison Ford dengan Zulkifli Hasan kembali berseliweran di lini masa, publik seakan menyaksikan kembali sebuah fragmen kecil dari sejarah yang enggan benar-benar hilang. Cuplikan dari seri dokumenter Years of Living Dangerously (YOLD) Episode 102: End of The Woods yang direkam lebih dari satu dekade lalu, tiba-tiba terasa segar—bahkan […]

JAFF dalam Transfigurasi Ekosistem Kebudayaan

Oleh: Gus Nas Jogja* Pengantar Esai ini menganalisis Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) bukan sekadar sebagai sebuah perayaan sinema, melainkan sebagai sebuah agen transfigurasi—transformasi yang membawa elevasi kultural dan profesional—dalam ekosistem kebudayaan Indonesia dan Asia. Dengan memanfaatkan data-data empiris terkini mengenai industri film nasional, esai ini mendeskripsikan pertumbuhan signifikan yang menempatkan sinema sebagai kompas peradaban […]

Imajisme Transendental dalam Perpuisian: Membaca Tanda-tanda Tuhan melalui Puisi

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Pendahuluan: Pengantar tentang Imajisme dalam Sastra Imajisme adalah aliran dalam sastra yang menekankan penggunaan citraan yang jelas, padat, dan langsung. Gerakan ini dipelopori oleh Ezra Pound pada awal abad ke-20 sebagai reaksi terhadap kecenderungan puisi yang terlalu berbunga-bunga dan bertele-tele. Ezra Pound menetapkan tiga prinsip dasar imajisme: 1. Langsung […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA GOA LAWA Goa Lawa membuka mulutnya seperti rahim purba yang telah menyimpan ribuan kesunyian sebelum nama-nama manusia ditemukan. Dari celah itu, angin keluar perlahan, membawa napas bumi yang berumur lebih tua daripada bukit-bukit sekitarnya. Dinding batu berdiri kukuh seperti pasukan penjaga yang tak terlihat, diukir oleh tetes air yang bekerja dengan sabar sejak zaman […]

100 Tahun Pelukis Genevieve Couteau

Oleh: Agus Dermawan T.*   Genevieve, ibunda peneliti dan budayawan ternama Jean Couteau, adalah pelukis perempuan Prancis yang intens merekam kehidupan Bali. Karyanya tinggi dalam mutu, namun namanya sering dilupakan. Pada 2025 ini, ketika “usia”nya genap 100 tahun, eksistensinya pantas dirayakan. —— JARANG yang ingat bahwa 2025 ini adalah 100 tahun Genevieve Couteau, seorang pelukis […]

Trust

Oleh: Mudji Sutrisno SJ*   “Trust” = kita hidup berdasarkan ini. Contoh-contoh: driver, pilot, orang tua, guru. Kini yang riil sedang terjadi perang saling menyandera (mengunci), mengancam antara kepentingan (interest) versus nilai (value). Bila kelompok kepentingan (‘nya’ sendiri + gerombolan) menuding orang-orang nilai sebagai partisan nilai, malah harus disyukuri sebab itulah ciri dasar nilai yaitu […]

Kreativitas Olah Budaya

Oleh: Mudji Sutrisno SJ*   Kreativitas kebudayaan merupakan misteri dari tetap tumbuhnya kemanusiaan ketika peradaban dihadapkan pada ujian-ujian sejarah. Ujian itu, misalnya, kekejaman politik; penindasan hak asasi; pemasungan alam pikiran merdeka; pengontrolan dan penghapusan pikiran-pikiran kritis dan perbedaan pendapat; dan humanisasi proses-proses bermasyarakat. Tapi, mengapa merupakan misteri? Pertama: karena ruang lingkup kemampuan-kemampuan manusia berada pada […]

Rusaknya Bahasa: Epistemologi Krisis dan Semiotika Absurditas

Oleh: Gus Nas Jogja* Esai ecek-ecek ini saya tulis sebagai sebuah tinjauan filosofis terhadap Katastropi Linguistik yang belakangan ini marak di seluruh platform media, yang pada akhirnya saya simpulkan sebagai Panggung Kekacauan dari Logos Universal ke pekikan Ad Hominem. Bayangkan saja, sebuah panggung debat di media elektronik, disiarkan langsung tanpa sensor. Di tengah perdebatan tentang […]

November Rain, Nostalgia Kesedihan dan Dunia yang Menuntut Terlalu Banyak

Oleh: Purnawan Andra*   Bagi banyak orang Indonesia yang tumbuh pada dekade 1990–2000-an, November Rain bukan sekadar lagu rock balada dengan durasi panjang. Ia bekerja sebagai artefak emosional yang mengikat memori kolektif—tentang sekolah, radio malam, krisis ekonomi, atau sekadar ruang-ruang kecil tempat seseorang bersembunyi dari kekacauan zaman. Lagu ini bertahan bukan karena romantisme semata, melainkan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]