Pos

Menggosok Barang Lama: Film Kantata Takwa

Oleh: Bambang Supriadi Film Kantata Takwa, karya Erros Djarot dan Gotot Prakosa, menempuh perjalanan panjang hampir 19 tahun sebelum akhirnya menemukan ruang rilisnya. Film ini lahir pada tahun 1991 dan baru muncul ke publik pada tahun 2010, seolah melewati satu putaran waktu yang nyaris utuh dalam diam. Sebuah rentang yang tidak lazim dalam sejarah produksi […]

Puisi-puisi Warih Wisatsana

PUISI BAHAGIA Tulislah sebuah puisi bahagia siapa saja ketika membacanya seketika sukacita tak terlupa Seorang ibu memadamkan lampu menyalakan lilin sendirian, terharu ucapan ulang tahun dari si bungsu tiba kala senja dari seberang benua dibaca dengan linang mata berkaca doa syukur panjang umur senantiasa Tulislah tingkah kucing mungil yang lucu setiap petang menunggu kedatanganmu matanya […]

Studio Plesungan on Stage

Studio Plesungan ON STAGE “ROOT” oleh Hari Ghulur Rabu, 8 Juli 2026 19:30 – 22:00 WIB Di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah ROOT merupakan karya terbaru Hari Ghulur yang mengolah sikap mendak atau tanjak serta hubungan antara tubuh dan objek. Hubungan ini menciptakan koreografi sebagai peristiwa daya tahan dalam menghadapi ketidakstabilan dan ketidaknyamanan. Terpal […]

Nyoman Gunarsa Museum: Ruang Pertemuan yang Klasik dan Modern

Oleh: Abad Akbar* Kamasan dan Akar Seni Lukis Bali Perjalanan kali ini membawa saya ke Kabupaten Klungkung, Bali Timur, sebuah wilayah yang sering disebut sebagai tempat lahirnya tradisi seni lukis klasik Bali. Banyak seniman dan pemerhati seni menyebut bahwa sejarah seni lukis Bali bermula dari Desa Kamasan, sebuah desa yang hingga kini masih mempertahankan tradisi […]

Harmoni dari Cileunyi: Diplomasi Musik Organik, Syiar Budaya Tradisional, dan Inovasi Rampak Seeng di Saung Budaya Yoyon

Oleh: Jasmine Nurul Asyifa* Di tengah pusaran modernitas abad ke-21, manajemen seni kontemporer sering kali terjebak dalam pandangan yang sangat mekanistik. Seni kerap direduksi menjadi komoditas industri kreatif, di mana keberhasilan sebuah ruang kebudayaan diukur secara kuantitatif melalui optimasi algoritma media sosial, jangkauan kampanye digital, serta kalkulasi keuntungan material yang serba pragmatis. Banyak ruang kreatif […]

Gombloh Bukan Hanya di Radio

Oleh: Esthi Hudiono* SEJARAH NAMA GOMBLOH Gombloh adalah seniman musik yang berkarir di Surabaya untuk Indonesia. Nama asli “Soedjarwoto Soemarsono”. Kelahiran Jombang 12 Juli 1948 saat keluarga mengungsi dari Surabaya. Ia dinamai Gombloh karena kelakuan esentriknya. Julukan ini d iberikan oleh guru, kawan-kawan sekolah dan keluarga serta orang yang mengenal baik tanpa saling tahu. Guru […]

Seni Pertunjukan dan Politik Kehadiran

Oleh: Purnawan Andra* Setiap Kamis, sekelompok orang berpakaian hitam berdiri diam di depan Istana Negara. Mereka tidak banyak berorasi, tidak keras meneriakkan slogan, suasananya bahkan nyaris seperti tidak banyak yang berbicara. Yang terutama mereka lakukan hanya berdiri sambil memegang payung hitam dan foto orang-orang terdekat mereka yang hilang hingga kini. Di tempat lain, beberapa waktu […]

Motayok: Tradisi Pengobatan Tradisional Bolaang Mongondow

Oleh: Hari Suroto* Motayok merupakan tradisi pengobatan yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Motayok berupa ritual tarian untuk mengobati orang sakit dengan bantuan roh leluhur melalui bolian. Saat melakukan ritual motayok, bolian menari diiringi musik gimbal (gendang) dan golantong (gong), bolian didampingi oleh seorang yang disebut mokokapoi untuk memanggil roh, dan […]

Ebu Gogo: Antara Mitos dan Sains

Oleh: Bambang Supriadi* Di Flores, tersimpan sebuah kisah lama yang terus diwariskan secara turun-temurun. Kisah itu berbicara tentang Ebu Gogo, makhluk misterius yang konon pernah menghuni hutan-hutan terpencil dan gua-gua batu di pulau tersebut. Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, Ebu Gogo digambarkan sebagai sosok bertubuh kecil, berbulu lebat, bergerak dengan cara yang janggal, memiliki kemampuan […]

Dekonstruksi Madipa Deapati di Panggung Kontemporer

Oleh: Yusuf Susilo Hartono* Koreografer dan akademisi Wa Ode Siti Marwiyah Sipala (Wiwiek Sipala) , dengan pertunjukan terbaru Pilihan Madipa Deapati, menempatkan kembali epik romantik sastra lisan Dato Museng dan Maipa Deapati ke dalam medan seni tari kontemporer, dengan pembacaan ulang wacana gender. Epik dari lokus Bugis–Makassar–Sumbawa tradisional tersebut, ratusan tahun hidup dalam bentangan sastra […]