Pos

Jejak Bibir di Venesia

Oleh: Eduardo Marques*   Baru saya sadari bahwa ada hal penting terkait dunia seni kontemporer di Timor Leste. Hal penting itu terkait dengan seorang perupa yang kukenal tahun 2005 silam, saat bertemu di debut pameran tunggalnya A Dream Come True yang dibuka oleh First Lady, Kristy Sword Gusmão di Hotel Timor Dili. Sangat signifikan keberadaannya. […]

Pengalaman Estetik dan Apresiasi Budaya dalam Pagelaran Sabang Merauke 2025

Oleh Habibillah* Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki tradisi, bahasa, musik, serta bentuk seni pertunjukan yang berbeda. Keragaman tersebut menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, seni pertunjukan sering kali menjadi medium yang efektif untuk mempertemukan berbagai budaya tersebut dalam satu ruang ekspresi yang sama. […]

Ekosistem Kreatif Masuk ke Ruang Cendekia GIK UGM

Oleh Ahmad Zamzami* Dalam beberapa tahun terakhir, Cherry Pop Festival berkembang menjadi salah satu festival musik independen yang cukup menonjol di Indonesia. Berangkat dari skena musik alternatif Yogyakarta yang sejak lama dikenal dinamis, festival ini tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan musik, tetapi juga membangun jejaring budaya yang lebih luas di sekitarnya. Kehadiran berbagai komunitas kreatif mulai dari […]

Russian Ark: Inovasi Long Take Sokurov

Oleh Bambang Supriadi* Pada penghujung abad kesembilan belas, ketika sinema baru saja dirintis, dua bersaudara dari Prancis, Auguste Lumière dan Louis Lumière, menghadirkan sebuah keajaiban sederhana yang kemudian mengubah sejarah visual manusia. Melalui perangkat yang mereka ciptakan, Cinématographe, gambar bergerak untuk pertama kalinya dipertontonkan kepada publik pada tahun 1895.  Beberapa film Lumiere Brother yang  dikenal […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI IHSAN   KESADARAN MELIHAT ALLAH MELIHAT DENGAN MATA HATI Di balik kelopak mata, ada embun yang tak pernah menguap. Ia bukan milik pagi, berasal dari dalam suluk yang lama tersembunyi. Aku menyimak bayang-bayang di atas permukaan air kendi, tak ada wajah, hanya gemetar cahaya menyebut Nama-Mu dalam diam. Burung-burung terbang ke arah timur, suara […]

Melani Setiawan dari Selipan Buku # 3: Dari Barcelona ke Pedalaman Sumatera

Oleh Agus Dermawan T.* Indonesia Art World: dr. Melani Setiawan’s Archive adalah monumen kenangan perupa Indonesia yang tak ada duanya. Buku ini diluncurkan dan didiskusikan berkali-kali di beberapa kota. Sejak 10 tahun silam siap diterbitkan. Namun lantaran seni rupa terus berkembang, materi terus bertambah, buku merebak jadi sekitar 1.200 halaman. Berikut cerita tipis-tipis mengenai Melani […]

Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia

Oleh Fauzi*   Beberapa waktu terakhir publik kembali dikejutkan oleh kabar tragis tentang anak yang mengakhiri hidupnya sendiri setelah mengalami tekanan berat di lingkungan sosialnya. Anak-anak masih saja menghadapi perundungan, tekanan emosional, atau kesepian yang tidak tertangani secara memadai. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa pada 2023 terdapat 46 kasus bunuh diri pada anak, […]

Pertunjukan Tanpa Sutradara: Ritual, Liminalitas, dan Performatifitas Tubuh di Pantai Parangkusumo

Oleh Ramanda Noviandri* Angin malam di Pantai Parangkusumo terasa lebih dingin dari biasanya. Pasir masih menyimpan sisa panas siang hari, tetapi udara laut yang bergerak pelan membuat tubuh merinding. Malam itu adalah Selasa Kliwon, salah satu malam yang dianggap memiliki energi spiritual kuat dalam kosmologi Jawa.  Saya datang bukan sebagai peziarah, juga bukan sebagai wisatawan. […]

Bunga, Memori, dan Pengetahuan

Oleh Nurhasna Isnaini* Berbunga-Bunga” menjadi tajuk pameran tunggal seniman asal Yogyakarta, Angki Purbandono. Agenda ini berlangsung di SAL Project, Jakarta, dari 7 Februari sampai 5 April 2026. Pengalaman artistik saya saat mengunjungi pameran yang menampilkan 73 jenis bunga merupakan pengalaman yang melampaui aktivitas melihat karya seni. Sejak memasuki ruang pamer, saya berhadapan dengan deretan panel […]

Ketika Amir Hamzah Hijrah Ke Panggung Wayang Kulit

Oleh Andhi Sulistya Putra* Sekuat apa pun seni tradisi mempertahankan akar budayanya, pada akhirnya ia tetap akan berhadapan dengan dinamika zaman yang terus berubah. Kemajuan teknologi dan pengaruh budaya populer secara perlahan membentuk pola pikir serta cara masyarakat memandang dan menikmati seni tradisi. Dalam situasi ini, tentunya seni tradisi tidak hanya berurusan dengan pelestarian, namun […]