Pos

Menjadi Papua dan Demokrasi Ekosofis

Oleh: Bambang-K. Prihandono* Di tengah proses formasi oligarki yang gamblang menampilkan segala hasrat untuk meraih kekuasaan politik-ekonomi, hadirlah sebuah film dokumenter Pesta Babi. Film yang menarasikan proses dibabatnya hutan adat dan segala ekosistemnya, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan segala semesta bumi, pun hadir membawa kontroversi. Pro-kontra merebak dari berbagai kalangan mempersoalkan objektivitas, etika, bahkan sampai […]

Petualangan Anak Kampung di Halaman Majalah-majalah

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian 1: Majalah Hai dan Expo Benyamin boleh aje punya “wajah kampung, rejeki kota”. Saya sepanjang masa kanak hingga remaja merasa sebagai anak kampung di kota. Belakangan saya tahu, oh, rupanya memang ada konsep dalam kajian urbanisme bernama “kampung-kota”. Berarti, saya anak kampung-kota tulen, sejak kepindahan keluarga saya dari Bandung ke […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Puisi-puisi H.Mar

Surat Kepada Akar – dari aku yang belum selesai menjadi tanah wahai akar, ajarkan aku menjadi tabah tanpa harus kuat, menjadi alam tanpa harus nampak. di matamu yang buta, aku ingin jadi luka yang menumbuhkan pohon. jika nanti aku pergi, biarlah namaku tidak ditulis di batu cukup kau simpan di antara simpulmu yang terus mengakar […]

Dapur, Kekuasaan, dan Politik Kebudayaan di Tengah Industri Makanan

Oleh: Abdul Hakim* Di tengah hiruk-pikuk globalisasi abad ke-21, manusia modern sesungguhnya sedang mengalami sebuah paradoks yang jarang dibicarakan secara serius. Kita hidup pada masa ketika makanan tersedia dalam jumlah yang melimpah, diproduksi dengan teknologi yang semakin canggih, dan didistribusikan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban manusia. Dari satu aplikasi di […]

Bayang Bayang Keraton Pada Denyut Pasar Kanoman

Oleh: Bambang Supriadi* Pagi belum sepenuhnya terang ketika Pasar Kanoman mulai dipenuhi suara. Bunyi mobil, sepeda motor yang datang dan pergi, percakapan para pedagang yang saling bersahutan, suara roda gerobak yang bergesekan dengan lantai pasar, serta aroma masakan yang perlahan memenuhi udara menjadi penanda bahwa hari baru telah dimulai. Di antara keramaian itu, orang-orang bergerak […]

Puisi-puisi Ngatawi Al-Zastrouw

TERTUSUK RINDU Ada sepotong rindu Tersangkut di masa lalu Berjejer rapi di sepanjang jalan kenangan Berkibar melambai lambai Seperti bendera partai di musim kampanye Di pertigaan simpang usia Menggumpal awan kenangan Menjadi monumen cinta remaja Indah dan membakar Penuh goresan hayal Ada janji yang terucap, Ada tekad yang terpahat Tentang masa depan Tapi kandas dirampas […]

Wajah “Agak Laen” Para Legenda

Oleh : Agus Dermawan T. Mengamati wajah-wajah legenda pahlawan Nusantara dan Indonesia. Adakah semuanya faktual? Ternyata banyak yang hasil reka visual. ———— Pada akhir April 2026, saya menerima WA (WhatsApp) dari guru besar riset sosial politik BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. Dr. Asvi Warman Adam. Dalam WA, sejarawan utama Indonesia itu mengirim artikel […]

Wacana (Biennale) Seni Rupa Kalimantan

Oleh : Hajriansyah* Dalam dua atau tiga tahun terakhir, pameran dan berbagai kegiatan seni rupa di Pulau Kalimantan terasa semakin masif. Tidak sebatas memamerkan karya, para perupa Kalimantan mengajukan berbagai wacana seni rupa, dari sebatas silaturahmi hingga konsolidasi, dari persoalan lokal hingga global atau yang bersifat liris maupun yang “protes”. Beberapa pameran yang menawarkan wacana-wacana […]