Syair Braen: Dari Doa Ritual menuju Etika Sosial dan Tasawuf Komunal
Oleh Abdul Wachid B.S.* Syair Braen: Doa, Perempuan, dan Ingatan Kolektif Jawa-Islam Syair Braen tidak dapat dipahami hanya sebagai teks atau pertunjukan. Ia adalah ingatan yang dilagukan. Ia hidup dalam tubuh orang-orang desa, dalam suara perempuan, dan dalam situasi-situasi genting ketika hidup berhadapan langsung dengan batasnya: kematian, sakit, kehilangan, dan harapan yang digantungkan sepenuhnya kepada […]

