Pos

Antara Kurasi dan Kebijakan: Museum Tekstil Jakarta dalam Ekosistem Seni dan Industri Kreatif Fesyen

Oleh Windry Ilhamsyah* Suatu siang di Kawasan Tanah Abang, langkah saya memasuki halaman Museum Tekstil Jakarta dengan membawa satu asumsi sederhana tentang museum sebagai ruang sunyi yang menyimpan masa lalu. Asumsi itu tidak bertahan lama karena ruang yang saya hadapi justru menghadirkan pengalaman yang lebih kompleks. Pepohonan rindang menaungi halaman yang luas, sementara berdiri kokoh […]

Jejak Mimpi Satu Abad Lalu: 5 Refleksi Radikal dari Manifesto Jong Sumatranen Bond (1917-1922)

Oleh Shohibul Anshor Siregar* Dokumen yang dibahas dalam ini adalah edisi peringatan lima tahun organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond yang diterbitkan antara tahun 1917 hingga 1922. Sumber ini memuat berbagai artikel dari tokoh intelektual, termasuk Dr. B. Schrieke dan Mohammad Hatta, yang membahas gagasan mengenai nasionalisme dan persatuan di Sumatra. Penulis dalam teks ini mengevaluasi […]

Dari Pusat ke Pinggiran: Migrasi Ruang dalam Pasar Kangen Yogyakarta

Ruang yang Berpindah, Makna yang Bergerak   Oleh Ardian Mulyo Jati*   Di Yogyakarta, masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, hanya berpindah tempat. Pada momen tertentu, muncul kembali, dikemas, ditata, lalu diadakan sebagai pengalaman yang bisa dinikmati bersama. Pasar Kangen adalah salah satu panggungnya: ruang sementara di mana ingatan dipanggil pulang, tetapi sekaligus dinegosiasikan ulang.  Di […]

Ruang, Memori, dan Negosiasi Visual: Membaca Pameran “Life from the Corner of My Room” Karya RYOL

Oleh Aisyah Khairunnisa Kusuma*   Beberapa waktu terakhir, terutama di era di mana batas antara kehidupan publik dan privat semakin kabur, sebagian besar hari kita mungkin dihabiskan di satu titik yang konstan: sudut kamar. Di dalam ruang domestik yang terbatas itu, ritme hidup berjalan dalam siklus yang berulang. Kita duduk, menatap layar, berpindah dari satu […]

Dari Puisi ke Esai: Menata Napas, Menjernihkan Pikiran

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Kegelisahan sebagai Titik Berangkat  Sering muncul satu pertanyaan yang jarang diungkapkan secara jujur: mengapa seorang penyair yang piawai merangkai kata bisa terasa buntu saat menulis esai? Pertanyaan itu tampak sederhana, tetapi menyingkap lapisan batin yang lebih dalam, bagaimana seorang penulis berpikir dan merasakan. Penyair terbiasa menangkap dunia lewat satu […]

Dari India Selatan ke Medan, Saya Anak Tanah Deli yang Mencintai Indonesia

Oleh Selwa Kumar* Saya lahir jauh sesudah semuanya bermula. Tetapi setiap kali melintasi Gang Sado, Jalan Serdang, Titi Batu, Medan Perjuangan, atau tepian Sungai Deli yang kini keruh dan sesak, saya seperti mendengar lagi bunyi lonceng kecil dari sebuah kuil di Kampung Kuala, dekat kota Binjai, masuk Kabupaten Langkat. Di situlah kisah keluarga kami dimulai. […]

Editing Gratisan: Dilema Audit Indutri Kreatif dalam Ekonomi Budaya

Oleh Mikke Susanto* Kasus yang menimpa Amsal Sitepu, videografer yang terjerat dugaan mark-up dalam proyek pembuatan 20 video profil desa di Kabupaten Karo, menghadirkan satu lanskap problematik yang menarik untuk dikaji. Kasus ini tidak sebagai bagian dari perkara hukum administratif semata. Kasus ini menjadi cerminan dari ketegangan yang sangat dalam antara logika birokrasi negara dan […]

Dekonstruksi Historiografi dan Politik Memori: Analisis Kritis Terhadap Kedudukan Raja Sang Naualuh Damanik dalam Narasi Kolonial dan Lokal Sumatera Utara

 Oleh Shohibul Anshor Siregar* Wacana sejarah mengenai Raja Sang Naualuh Damanik, penguasa ke-14 dari Kerajaan Siantar, menempati ruang yang unik sekaligus kontroversial dalam historiografi Indonesia. Di satu sisi, ia diagungkan dalam memori kolektif masyarakat Simalungun sebagai simbol perlawanan, pionir pembangunan kota Pematangsiantar, dan pelindung spiritual yang membawa Islam ke wilayah pedalaman. Namun, di sisi lain, […]

Puisi-Puisi Ulfatin Ch

Saat Aku Mencintaimu, Indonesia Saat aku mencintaimu, Indonesia bahasa baru tumbuh di rahim ibu Burung-burung bersarang di atas dahan menanam paruhnya dipintu gerbang ruang hijau Saat aku mencintaimu, Indonesia desa-desa mekar, kota-kota terbang Dan kau pulang dari perlawatan membawa beras, gula, paha ayam dan garam yang banyak tersimpan di gudang Keesokan hari aku menyaksikan tanganmu […]

Sinema Membaca Zaman: Dari One Battle for Another ke Hari Film Nasional 30 Maret

Oleh Purnawan Andra* Kemenangan film One Battle for Another karya sutradara Paul Thomas Anderson di ajang Oscar yang digelar 15 Maret 2026 lalu perlu dibaca lebih dari sekadar capaian industri atau prestise festival. Ini karena yang ditawarkan film yang dibintangi Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro tersebut bukan hanya kualitas teknis, tapi kemampuan membaca […]