Pos

Argentina, Lionel Messi, Hidup dan Mati

 Oleh: Agus Dermawan T.* Cerita sepakbola Lionel Messi dan kisah rindu di Caminito sama serunya. Keramaian kehidupan dan kesunyian kematian begitu dekatnya. Argentina! Sepotong catatan perjalanan di negeri El Fütbol. ————- DI KALA Piala Dunia 2026 membahana, menyebut Argentina sama dengan meneriakkan “Messi”. Namun, mungkin ada yang tidak tahu, bahwa masyarakat Argentina sesungguhnya kurang senang […]

Komunitas Lima Gunung dan Subversi Politik Kebudayaan

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Ditengah perkembangan politik negeri terbesar keempat dari jumlah penduduk yang semakin represif, yang dibutuhkan tidak hanya politik resistensi tetapi politik subversi. Melihat persiapan dan menyaksikan Festival Lima Gunung yang baru usai diselenggarakan di Dusun Warangan, sebuah dusun di lereng Gunung Merbabu; geliat politik subversif itu kuat dirasakan. Perkembangan politik di negeri kepulauan […]

Dari Buih Konsumerisme ke Etika Cukup: Kebudayaan Rendah Karbon dalam Bayang-Bayang Kapitalisme

Oleh: Mochammad Sulton Sahara Bumi tidak meminta kita menjadi sempurna; ia hanya memohon agar kita belajar cukup. Objek Resensi Fokus Judul Buku The Political Economy of Low Carbon Transformation: Breaking the Habits of Capitalism Penulis Harold Wilhite Penerbit Routledge / earthscan from Routledge Tahun Terbit 2016 Tempat Terbit New York dan London Jumlah Halaman 129 […]

Poslangitan

Oleh: Hudan Hidayat* Tentang aku yang membelah diri, bersatu lagi – aku yang aktif, aku yang pasif, sebagai konsekwensi. Penguasaan, bahwa aku menguasai dirimu. Tidak kita sadari ada aku di dalam aku, yang berhubungan. Aku yang sadar, aktif dengan kesadarannya. Apakah aku yang pasif itu adalah lawannya? Pada saat aku menunjukkan identitasnya, muncul identitas lain, […]

Puisi-puisi Sindu Putra

BATU tak ada batu dalam puisi penyair ND bahkan batu Sisyphus dari gunung Olympus batu untuk menyimpan jejak telapak kaki batu untuk menyembunyikan sidik telapak tangan batu bagaimana bicara padamu perihal nisan, lingga-yoni, yupa batu tanda lahir. batu doa. batu kubur hamparan tanah. tempat mendaki. paparan ke inti bumi tak ada batu dalam puisi penyair […]

Puisi-puisi Supali Kasim

Yth. Usia (1) kepada usia yang menghimpit batu-batu ialah waktu melepas jelajah, lelah, istirah menyerah kalah bahkan usia telah sampai batas mimpi tak ada apa-apa, kosong, sia-sia usia membawa pilihan pulang tidur atau bertemu mimpi lagi memecahkan kembali dunia batu usia membuat terbangun lagi terhimpit batu-batu lagi kembali jelajah, tak ada lelah atau istirah lalu […]

Haaland, Setelah Vigeland

Oleh:  Agus Dermawan T.*  Pada babak perempat final Piala Dunia 2026 Norwegia dikalahkan Inggris, 1-2. Namun demikian peran Haaland, penyerang Norwegia, sangat merasuk dalam hati. Atraksi Haaland di lapangan melambungkan Norwegia sebagai negeri atraksi seni. ————- Perupa Tisna Sanjaya jelas penggemar sepak bola. Tak ada satu sesi pertandingan Piala Dunia 2026 yang ia tinggalkan. Sambil […]

Memaknai Ulang Auteur Theory

Oleh: Bambang Supriadi Dalam sejarah teori film, hanya sedikit gagasan yang mampu mengubah pemahaman sinema sebagaimana Auteur Theory. Ketika David Parkinson memasukkan teori ini ke dalam bukunya 100 Ideas That Changed Film (2012), ia sesungguhnya sedang menunjukkan bahwa perubahan terbesar dalam sejarah perfilman tidak selalu lahir dari penemuan teknologi pendukungnya, seperti kamera baru, teknologi suara, […]

Film Tari, Membaca Kebudayaan

Oleh: Purnawan Andra* Di masa kini, penyebaran unsur-unsur kebudayaan berlangsung sangat cepat, salah satunya melalui film. Film bukan hanya sebagai representasi, tetapi juga pengalaman dan tindakan melihat. Film menjadi tindakan melihat (act of viewing) dunia seperti yang terlihat, juga sebuah kemampuan (faculty) yang mampu menjembatani dua cara melihat dunia, antara satu cara yang berdasar pada […]

SIMFONI EKSTRAKTIF DI TANAH SURGA: Mengapa Kesejahteraan Indonesia Masih Menjadi Ilusi?

Oleh: Sultonsah* “Kemiskinan sebuah bangsa bukanlah takdir geografis atau kutukan dari langit, melainkan hasil rancangan tangan-tangan serakah yang menguras darah dan keringat rakyatnya untuk membangun istana bagi segelintir elite.” Prologia: Pernahkah kita merenung dalam keheningan malam, menatap realitas negara kita yang dianugerahi tanah subur dan lautan kaya, namun rakyatnya masih harus berdarah-darah hanya untuk bertahan […]