Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA PINTU CHAMPA JUMADIL KUBRO tanah masih basah di telapak pekerja tambak belum selesai mengeras menjadi pijakan laut menarik garisnya sendiri dengan tali jala yang tersangkut di paku dermaga di antara Samarkand yang jauh dan angin yang menempel di layar robek peta disimpan di peti kayu tinta di dalamnya masih bau damar tidak ada arah […]

Aku Ora Rumongso Diduweni: Taman Gandrung Terakota, Penipuan Royalti, dan Perlawanan Sunyi Seorang Maestro

Oleh : Elvin Anderson* Sore itu, 11 April 2026, angin dari kaki Gunung Ijen membawa dingin yang menusuk namun anehnya menghangatkan dada. Saya duduk di bangku amphitheater Taman Patung Terakota, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Di hadapan saya, ribuan patung tanah liat berdiri bisu. Tapi saya menangkap mereka tidak bisu. Mereka menari. Di depan, seorang perempuan tua […]

Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti

Telah terbit! Tari Indonesia di Tengah Perubahan: Konon, Kini, Nanti Sal Murgiyanto, dkk ISI Press, 2025 Full Color, hardcover xxvili + 666 halaman 15,5 x 23 cm Buku ini mengulas kiprah empat koreografer kawakan—Bagong Kussudiardja, Retno Maruti, Huriah Adam, dan Sardono W. Kusumo—melalui kombinasi terjemahan disertasi Sal Murgiyanto dan pembacaan terkini dari Sal Murgiyanto, Fafa […]

Purwokerto, Kota Transisi yang Mengulang Masa Lalu Jakarta: Sebuah Refleksi Moral

Oleh: Muhammad Fathan Al kubro* Aku adalah seorang perantau dari Jakarta yang kini kuliah di Purwokerto. Sebagai orang Jakarta, aku pernah mengalami stigma yang tidak adil. Dulu, aku dicap sebagai orang yang tidak punya adab hanya karena berasal dari Jakarta. Banyak orang di Purwokerto yang menganggap semua orang Jakarta tidak beradab, tanpa mempertimbangkan bahwa aku […]

Kebijakan Industri dan Nasib Kebudayaan Indonesia

  Oleh: Mochammad Sulton Sahara* Judul : Industrial Policy for Development: Approaches in the 21st Century Penulis : Ana Margarida Fernandes dan Tristan Reed Penerbit : World Bank Group Cetakan : 2026 DOI : 10.1596/978-1-4648-2276-6   Industrial policy is not a magic bullet for any country, Industrial policy is not a magic bullet for any […]

Sajak-sajak Laksmi Fidya Ariani

Kamadhatu Bagaimana bisa aku Melepaskan tubuh suci ini Dari tali-tali dunia yang terikat padu. Dedaunan rancak pada rahim jantungku Telah menumbuhkan goda setampan iblis Yang terasa begitu ranum Jiwaku adalah kuil-kuil murung Tempat burung-burung menyanyikan nestapa Tak berkesudahan Tentang dunia Sedang karmawibhangga yang tak berkesudahan Pada jalan ini, menjadi benggel Atas hidupku di masalalu. 2026 […]

Di Antara Modernitas dan Tradisi: Pembacaan Kota dalam YUTFest 2026

Oleh : Fitri Bima Asih* Di tengah laju perkembangan kota yang semakin cepat, seni pertunjukan sering kali hadir bukan hanya sebagai hiburan, melainkan sebagai ruang untuk membaca ulang kehidupan manusia. Kota-kota modern tumbuh dengan gedung tinggi, pusat ekonomi, jalan yang padat, dan ritme hidup yang bergerak nyaris tanpa jeda. Namun di balik perkembangan itu, muncul […]

Mencari Celah Tumbuh dan Berkembangnya Sastra di Kampus Banyumas

Oleh: Bayu Suta Wardianto* Saya sebetulnya kurang begitu percaya, lembaga pendidikan (khususnya universitas) dapat menghasilkan para penulis hebat, apalagi sastrawan. Walaupun kita tidak bisa mengesampingkan bahwasanya kampus memiliki andil penting dalam membentuk pola pikir siapapun yang berada di dalamnya –tidak hanya mahasiswa yang belajar– tetapi juga pengajarnya. Sederet nama-nama besar sastrawan Indonesia seperti Pramoedya Ananta […]

Kafka Pulang ke Eropa sebagai Wayang

oleh : Sigit Susanto* Langit kota Zug biru bertabur cahaya matahari hangat, Sabtu, 9 Mei 2026. Kafe Zündhölzli yang berada di depan stasiun kereta api Zug, tepatnya di Alpenstrasse. 13, kota Zug mulai didatangi tamu. Pentas wayang kulit lakon Metamorfosis karya Kafka akan digelar dua kali dari pukul 15.30-16.15 dan 17.00-17.45. Menjelang pukul 15.00 beberapa […]

Spirit Sastrawan Abdul Wachid B.S. Sebagai Sosok Guru Puisi

Oleh : Tania Rahayu* Di tengah arus kesusastraan yang hari ini semakin ramai oleh kebutuhan pengakuan, popularitas, dan viralitas sesaat, sosok Abdul Wachid B.S. hadir dengan jalan yang berbeda. Ia tidak membangun puisi sebagai panggung hanya untuk menampilkan diri, melainkan sebagai ruang perenungan yang terus hidup. Dalam banyak kesempatan, ia tampak konsisten mengajarkan bahwa puisi […]