Puisi Abdul Wachid B.S.
NING Malam turun ke sebuah tanah di antara sawah dan bukit. Bukan hujan, bukan angin. Malam. Ia turun dari punggung gunung, menyusuri rumpun bambu, melewati pematang, menyentuh rumah-rumah yang lampunya satu demi satu memadamkan diri. Dari sebuah pesantren suara ngaji naik ke langit. Satu lampu. Dua. Tiga. Lalu seluruh pesantren menjadi perahu yang berlayar tanpa […]

