Pos

Puisi Indonesia Mengadopsi Literatur Timur Tengah

Oleh Muhammad Fathan Al Kubro* Hubungan antara sastra Indonesia dan literatur Timur Tengah telah terjalin selama berabad-abad, menciptakan pertukaran budaya yang kaya dan mendalam. Pengaruh ini terutama terlihat kuat dalam perkembangan puisi Indonesia, dimana elemen-elemen puitis dari Timur Tengah diadaptasi dan disesuaikan dengan konteks lokal. Puisi Indonesia modern merupakan produk dari proses akulturasi yang panjang, […]

Para Komikus Tionghoa dan Lee Man Fong

Oleh Agus Dermawan T.*   Stimulasi Lee Man Fong dalam ekosistem seni rupa Tionghoa merambat sampai ke dunia komik. Kemunculan Siauw Tik Kwie, Goei Kwat Siong, Johnlo, Kwik Ing Hoo, Ganes TH, Hans Djaladara, Sim, Floren sebagai komikus ternyata diinspirasi pikiran Lee Man Fong. Bahkan kemunculan berketerusan Kho Wan Gie pencipta Put On juga atas […]

Arsip Visual Fotografi Koleksi Melani Setiawan

Oleh Mikke Susanto* Dulu kita sering mengandalkan teks untuk mengingat masa lalu. Entah dalam bentuk prasasti, lontar, buku sejarah, sms, WhatsApp, atau mungkin teks kuratorial. Namun ada satu jenis ingatan yang bekerja dengan cara berbeda yakni fotografi. Arsip visual berupa fotografi tidak menjelas-jelaskan seperti halnya arsip tekstual. Justru di dalamnya menunjukkan hal-hal yang menuntut kita […]

Dari Situs Sakral ke Panggung Spektakel: Komodifikasi Candi dan Politik Budaya Konser (Studi Kasus Prambanan Jazz)

Oleh Dan King Kapitan* Pengantar Pada malam-malam tertentu di kawasan Prambanan, musik, tata cahaya, dan kerumunan penonton membentuk lanskap budaya baru yang sangat berbeda dari citra candi sebagai ruang sakral, monumen sejarah, dan warisan peradaban.Dalam festival seperti Prambanan Jazz, Candi Prambanan tidak hanya hadir sebagai Monumen sejarah yang statis, tetapi juga sebagai pusat gravitasi visual […]

Kisah Sanggar Dapur Pangbarep

Oleh Jasmine Nurul Asyifa* Tari bukan hanya soal gerakan yang indah dipandang. Di balik setiap langkah, ada cerita, ada napas, ada perjuangan, dan ada jejak kehidupan. Bagi sebagian orang, tari mungkin hanya hiburan. Namun bagi mereka yang hidup di dalamnya, tari adalah cara untuk memahami diri, budaya, dan dunia. Dari ruang sederhana bernama Dapur Pangbarep […]

Menari dalam Perubahan Zaman

Oleh Purnawan Andra* Hari Tari Internasional setiap 29 April sering kita rayakan dengan panggung, kostum, dan pertunjukan yang tertata rapi. Tari tampil sebagai sesuatu yang indah, terlatih, dan layak ditonton. Namun di balik perayaan itu, ada pertanyaan yang jarang diajukan: bagaimana nasib tari di tengah perubahan kehidupan kita hari ini? Apakah ia masih hidup sebagai […]

Membaca yang Tak tertulis: Jejak Batik di Antara Malam, Warna, dan Waktu yang Pelan

Oleh Dahayu Kirana* Ruang, Aroma, dan Awal Sebuah pengalaman Mata kuliah Kajian Sumber Kreatif menjadi alasan mengapa saya menginjakan kaki ke Lasem, Jawa Tengah. Kunjungan ke beberapa tempat budaya ini menjadi salah satu upaya untuk melihat secara langung bagaimana sebuah praktik budaya bekerja dalam keseharian. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah rumah batik Nyah Kiok, […]

Pemanfaatan Daur Ulang Limbah Kaca sebagai Bahan Baku Aksesoris Kostum

Oleh Surya Ramadhan Sudarto* Kaca, sebagaimana apa yang telah kita ketahui merupakan bahan transparan multifungsi yang kerap digunakan untuk berbagai kebutuhan tertentu mulai dari arsitektur, peralatan rumah tangga, memasak, bahkan alat penelitian laboratorium. Jenis dan rupa kaca terbentuk lantaran adanya perbedaan proses kimiawi yang dikhususkan untuk mengatasi beragam persoalan, tentu saja hal ini menjadi siasat […]

Sulistyo Tirtokusumo dan Kasulistyan

Sabtu, tanggal 18 April lalu terjadi peristiwa kebudayaan menarik di Taman Ismail Marzuki. Lama tak tampil dan hadir  dalam acara-acara seni, tiba-tiba koreografer senior Sulistyo Tirtokusumo (73 tahun), muncul di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Ia melaunching sebuah buku mengenai gaya dan ciri khas gerak-gerak yang diciptakannya dalam tari Bedhaya Sri Nugroho. Buku itu berjudul: […]

Membaca Cinta sebagai Tanda: Semiotika Puisi Michael Riffaterre dalam Pembacaan “Aku Ingin”

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Pembuka: Mengapa Puisi Tidak Pernah Sederhana  Puisi kerap hadir dalam bentuk yang tenang, hampir tanpa gejala kompleksitas. Ia tidak tampil sebagai wacana yang argumentatif, tidak pula bekerja dengan klaim yang eksplisit. Justru dalam kesederhanaan tampilannya, puisi sering kali menciptakan efek transparansi yang menyesatkan: seolah-olah makna telah hadir secara utuh […]