Pos

Membaca Cinta sebagai Tanda: Semiotika Puisi Michael Riffaterre dalam Pembacaan “Aku Ingin”

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Pembuka: Mengapa Puisi Tidak Pernah Sederhana  Puisi kerap hadir dalam bentuk yang tenang, hampir tanpa gejala kompleksitas. Ia tidak tampil sebagai wacana yang argumentatif, tidak pula bekerja dengan klaim yang eksplisit. Justru dalam kesederhanaan tampilannya, puisi sering kali menciptakan efek transparansi yang menyesatkan: seolah-olah makna telah hadir secara utuh […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

KIAMBANG, 1 Ganggang dan lumut hanyut. Mengalir aroma yang bakung. Juga sedap kelam dan teratai. Diri duduk di tikar batu. Selimut apung kiambang dan golak sejuk air. Senandung Kinanthi Irim-irim mengalun. Mengawang terbawa angin. Sarat kehendak dan ingin. Kelit-kelindan dan gapai-menggapai. Sisanya cuma dua tepian sunyi. Tenggelam dalam pusar air kali. Hidup pun berputar. Tetap […]

Ritual Pakeong dalam Harmonisasi, Negosiasi, dan Kontestasi Terhadap Pandangan Agama dan Masyarakat Kontemporer

Oleh Bayu Suta Wardianto*   Kondisi keberagamaan dan keberagaman di Indonesia sangat berbeda dengan bangsa dan negara lain. Perkembangaan agama di tanah air tidak terlepas dengan adanya upaya dakwah yang disampaikan dan pemertahanan budaya asal yang bertahan serta mengalami akulturasi. Agama datang ke Indonesia tidak dalam ruang kosong. Sebelum adanya agama-agama resmi yang tercantum dalam […]

Simfoni Terakota: Menyingkap Estetika Klasik di balik Taman Gandrung – Banyuwangi

Oleh Muh Nur Khusen*   Taman Gandrung Terakota terletak di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur. Patung-patung ini tersebar di area persawahan, kebun kopi, dan tanaman lokal, menciptakan pemandangan yang artistik dan alami. Taman Gandrung Terakota adalah sebuah situs budaya yang melestarikan ikon seni budaya Banyuwangi: Tari Gandrung. […]

Melihat kehidupan ‘anak-anak lain’ dalam ‘PALN’ dan ‘Gongka’

Oleh Rezza Maulana*   Meskipun Perkumpulan Anak Luar Nikah (PALN) masuk kategori fiksi dan Gongka termasuk kategori nonfiksi, namun keduanya mempunyai satu kesamaan tujuan yaitu menceritakan kehidupan sehari-hari, warga biasa, duka maupun suka orang-orang Tionghoa Indonesia pada masa Orde Baru dan setelahnya.  PALN (cetakan 1, Juni 2023) adalah novel bergenre fiksi historis karya Grace Tioso […]

Perlukah Kota Malang punya “amfiteater?”

 Ruang Kesenian yang lebih demokratis –   Oleh Yusuf Munthaha* — Sering terjadi dalam pertemuan tanpa agenda di kedai-kedai kopi yang menginvasi hampir setiap sudut Kota Malang saat ini,  seringkali muncul pertanyaan dan pernyataan retoris;  di kota yang menyebut dirinya Kota Pendidikan, kota yang melahirkan seniman, dramawan, penari, dan musisi dari puluhan lembaga pendidikan seni […]

Nietzsche, Sprach Zarathustra, dan Cahaya Estetika Persia

Oleh Kasiyan*   “Knowledge is not by abstraction, but by presence and illumination.”  (Suhrawardi, S. Y., 1999. The Philosophy of Illumination). Ada sesuatu yang nyaris tak terbaca di tengah kebisingan dunia hari ini—di balik ledakan, statistik korban, dan narasi geopolitik tentang konflik Iran dengan kekuatan besar seperti Amerika dan Israel—yakni bahwa perang bukan hanya soal […]

Sajak-sajak Samsudin Adlawi

PADA LUPA Pada lupa aku jatuh Tersungkur di dasar jurang Pada jurang ada alir Mengular nun jauh Airnya hitam tak tertembus Retina mata telanjang Aku menggedor kelambu hitam Yang membekap tubuh Dengan rapal pengakuan dan Penyucian pemilik raga dan semesta Di puncak kepasrahan Setitik cahaya menetes di atas kepala Hitam lenyak seketika 2024 – 2025, […]

Anak Kecil Itu Mati, Negara Masih Berpidato

Catatan Dari NTT Tentang Selembar Buku Tulis, Kemiskinan yang Diwariskan, dan Pemerintah yang Selalu Datang Terlambat Oleh: Eko Yudi Prasetyo* Pagi di banyak kampung di Nusa Tenggara Timur datang dengan cara yang bersahaja. Matahari merayap pelan di balik bukit, angin kering menyapu halaman tanah, ayam berkokok seperti jam weker purba, dan suara ember diseret dari […]

Musik Klasik Bukan Antek Asing: Sebuah Catatan Ananda Sukarlan dari Lampung & Samarinda

Oleh Ananda Sukarlan* Sebagai seorang komponis dan pianis klasik yang mendalami tradisi Bach, Tchaikovsky dan Debussy, saya percaya bahwa musik bukan hanya hiburan dan hiasan kehidupan tetapi esensi kehidupan itu sendiri — bahasa universal yang melampaui batasan geografi, budaya, dan waktu. Selama bertahun-tahun tampil baik untuk penonton berjumlah besar, konser daring tanpa penonton langsung (terutama […]