Pos

Puisi-puisi Helvy Tiana Rosa

API DI BAWAH KULIT Di atas lima puluh, perempuan penyair tidak lagi menyisir rambutnya di depan cermin. Ia menyisir reruntuhan. Satu uban jatuh ke wastafel, menjadi kabel putih yang menghubungkan tubuhnya dengan kota-kota yang pernah terbakar di dalam dadanya. Di lemari, gaun lama menggantung seperti kulit kedua dari seorang perempuan yang pernah percaya bahwa cinta […]

Kegelisahan Metodologis di Balik Penulisan Metodologi Penciptaan Seni

Oleh: Kasiyan* “Ketika praktik menjadi pengetahuan, dan penciptaan menjelma riset, di sanalah seni berbicara sebagai cara manusia memahami dunia.” Tulisan ini merupakan refleksi penulis atas proses penyusunan buku Metodologi Penciptaan Seni: Refleksi Kritis dan Pendekatan Komprehensif (UNY Press, 2025), setebal 554 halaman, yang mengkaji paradigma dan praktik metodologi penciptaan seni dalam perspektif Practice-Based Research dan […]

ALBUM FOTO KELUARGA: Kita, Tata Kelola Arsip, dan Algoritma

Oleh: Dr. Mikke Susanto, S.Sn., M.A.* Keluarga kami menyimpan ribuan lembar foto keluarga. Sebagian dikemas pada album foto. Foto tertua peninggalan simbah saya yang berasal dan tinggal di desa Kencong, Jember diperkirakan dicetak pada akhir dekade 1930-an. Dalam foto itu, ibu saya, Mudrikah masih berusia sekitar empat tahun berdiri di depan mbah kakung. Sementara paklik […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI SUNAN KALIJAGA malam tidak jatuh malam datang seperti ibu tua yang berdiri di pagar bambu memanggil anaknya pulang lampu-lampu minyak dipadamkan satu per satu dari serambi langgar angin menggeser bau tikar pandan dan membawa sisa doa yang belum selesai diaminkan ada suara bukan dari mulut bukan dari langit tetapi dari […]

Menjadi Papua dan Demokrasi Ekosofis

Oleh: Bambang-K. Prihandono* Di tengah proses formasi oligarki yang gamblang menampilkan segala hasrat untuk meraih kekuasaan politik-ekonomi, hadirlah sebuah film dokumenter Pesta Babi. Film yang menarasikan proses dibabatnya hutan adat dan segala ekosistemnya, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan segala semesta bumi, pun hadir membawa kontroversi. Pro-kontra merebak dari berbagai kalangan mempersoalkan objektivitas, etika, bahkan sampai […]

Tubuh Buruh Pemetik Teh dan Sejarah yang Ditanam

Oleh : Selvi Agnesia Pertunjukan tari Akar Emas Hijau, mengangkat sejarah teh dalam konteks kolonialisme yang beririsan dengan sistem kapitalisme. Disampaikan lewat gestur tubuh-tubuh keseharian buruh pemetik teh yang didisiplinkan. Pencarian “Ketubuhan dan akar diri” adalah dua pondasi utama yang digunakan Ela Mutiara, koreografer asal Sukabumi-Jawa Barat sebagai landasan berkarya. Setelah sejak 2020, ia mengeksplorasi […]

Petualangan Anak Kampung di Halaman Majalah-majalah

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian 1: Majalah Hai dan Expo Benyamin boleh aje punya “wajah kampung, rejeki kota”. Saya sepanjang masa kanak hingga remaja merasa sebagai anak kampung di kota. Belakangan saya tahu, oh, rupanya memang ada konsep dalam kajian urbanisme bernama “kampung-kota”. Berarti, saya anak kampung-kota tulen, sejak kepindahan keluarga saya dari Bandung ke […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Bayang Bayang Keraton Pada Denyut Pasar Kanoman

Oleh: Bambang Supriadi* Pagi belum sepenuhnya terang ketika Pasar Kanoman mulai dipenuhi suara. Bunyi mobil, sepeda motor yang datang dan pergi, percakapan para pedagang yang saling bersahutan, suara roda gerobak yang bergesekan dengan lantai pasar, serta aroma masakan yang perlahan memenuhi udara menjadi penanda bahwa hari baru telah dimulai. Di antara keramaian itu, orang-orang bergerak […]