Pos

Arah Baru Seni Rupa Dalam Peta Buta ?

Oleh : Yaksa Agus* Jawaban untuk tulisan Mayek Prayitno  dan Edo Pop  “ Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia” Begitu membaca tulisan Mayek Prayitno tentang “Membaca Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia”, saya sepakat. Tulisan itu jujur dalam menggambarkan dengan tepat kegelisahan seni rupa metropolitan, membicarakan “ketika material sudah terlalu cair,  karya sudah menjadi data, […]

Sesuatu Proyek Y Tanah Tubuh dan Kemungkinan Pulang

Oleh: Eko Yuds* Arahan Ari Sumitro • Festival Film Madani 2026 Minggu, 11 Oktober 2026 • 19.00–21.00 WIB Teater Tuti Indra Malaon, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat Seorang perempuan hadir membawa bibit pohon yang kering. Di dalam Sesuatu Proyek Y, benda kecil itu menyimpan ketegangan antara harapan untuk tumbuh dan kehidupan yang telah […]

Seni Rupa Kontemporer: Kita Sedang Bergerak ke Mana?

Oleh: Edo Pop* Ada hal yang kadang membuat saya bertanya-tanya ketika melihat perkembangan seni rupa hari ini. Pameran semakin beragam, cara berkarya semakin terbuka, teknologi menawarkan kemungkinan yang nyaris tanpa batas, dan nama-nama seniman terus bermunculan. Dunia seni tampak bergerak ke mana-mana. Namun, di tengah kesibukan itu, saya sesekali ingin berhenti sebentar dan bertanya: sebenarnya, […]

Membaca Arah Baru Seni Rupa Kontemporer Indonesia

Oleh : Mayek Prayitno* Sejarah seni rupa tidak pernah lepas dari persoalan material, media yang menjadi bahan dasar sebuah karya. Dalam fase klasik hingga modern, material bukan sekadar bahan tetapi medium yang memediasi representasi simbol, ia merupakan karakter mutlak dari fondasi utama yang menentukan bentuk dan teknik, preferensi gaya bahkan legitimasi sebuah karya. Kanvas, pensil, […]

Semiotika Puisi Michael Riffaterre: Teori, Tahapan, dan Aplikasinya pada Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar

Oleh: Abdul Wachid B.S.* 1. Pendahuluan 1.1. Latar Masalah Puisi selalu mengundang kekaguman sekaligus kebingungan. Bahasa yang digunakan penyair sering kali tampak “menyimpang” dari logika bahasa sehari-hari. Diksi yang padat, struktur yang tidak linear, dan lapisan makna yang beragam menjadikan puisi seperti misteri yang menunggu untuk diungkap. Dalam konteks akademik, banyak mahasiswa mengalami kesulitan membaca […]

Seni Surabaya: Melampaui Hasrat Menjadi Nasional, Membangun Ekosistem yang Memerdekakan

Oleh: Arik S. Wartono* Catatan untuk Diskusi Seni Rupa “Surabaya Menggeliat” di Dewan Kesenian Surabaya, 24 Oktober 2026 Mengapa Saya Menulis Esai Ini Tema diskusi seni rupa Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Sabtu, 24 Oktober 2026, berjudul Surabaya Menggeliat, dengan Hari Prayitno sebagai pembicara dan Mas Eed sebagai moderator, menarik perhatian saya. Bukan semata-mata karena persoalan […]

Hanya Ada Sisa Bara: Pembacaan Reflektif atas Karya Tiang Senja

Oleh: Edo Pop Perupa dan Pegiat Gugum Tapa Hanya Ada Sisa Bara Karya seni rupa merupakan salah satu jalan bagi perupa untuk mengungkapkan pengalaman personal, kegelisahan, ingatan, dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Apa yang hadir di atas kanvas bukan semata-mata pemindahan kenyataan ke dalam bentuk visual, melainkan hasil penghayatan dan pengolahan pengalaman melalui bahasa rupa. […]

Nyi Rantan Sari dalam Denyut Tradisi Lisan Masyarakat Brebes Selatan

Oleh: Dimas Indianto Panggung Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beberapa waktu lalu menjadi saksi pementasan Sendratasik Duta Seni oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes. Gelaran bertajuk “Legenda Nyi Rantan Sari” tersebut berhasil menyedot perhatian khalayak lewat sajian gerak, musik, dan drama yang sarat kandungan spiritualitas lokal. Namun, sepekan seusai tirai pertunjukan […]

Legalisme Otokratik dan Kekuasaan Ortopedik

Oleh: Indro Suprobo* Tahap cermin adalah sebuah proses pemeranan (subyek) yang dorongan internalnya dipicu oleh rasa berkekurangan menuju kepada apa yang diantisipasikan (diharapkan) – dan yang bagi semua subjek yang terjebak dalam daya tarik identifikasi spasial, tahap cermin itu menciptakan rangkaian fantasi yang membentang dari citra tubuh yang terfragmentasi hingga bentuk keseluruhannya, yang akan saya […]

Membangkitkan Dakwah Kemanusiaan Berbasis Ekosistem Industri Kreatif Pesantren

Oleh: Nasruddin Anshory Ch Elaborasi Kritis dan Epistemologis Atas Khazanah Seni Pesantren, Paradigma Qonun Asasi, serta Nilai-Nilai Aswaja di Tengah Pusaran Komodifikasi Algoritma Digital I. Pendahuluan: Lanskap Empiris-Futuristik dan Krisis Eksistensial Kemanusiaan Menjelang dekade ketiga abad ke-21, peradaban manusia tidak sekadar memasuki era digitalisasi, melainkan telah secara utuh terimmersi dalam realitas tekno-eksistensial yang dituntun oleh […]