Pos

Gaya Gokil Gerson

Oleh Seno Gumira Ajidarma * Buku tipis kaya isi. Sebuah parodi tentang bagaimana caranya menjadi seniman (modern) di Indonesia. Namun apa maknanya pelacur botak? Prosa ini lebih seperti cerita pendek yang panjang, belum novela, apalagi novel atawa roman. Format itu menurut saya cocok dengan gaya yang dapat disebut sebagai gila atawa di luar logika. Jika […]

Puisi-puisi Godi Suwarna

Puisi-puisi  diterjemahkan Angin Kamajaya dari sajak-sajak Sunda Godi Suwarna   HAIK-KU AING Anjing! Musang! Sigung! Monyet! Babi! Kucing! Tikus! Kadal! Biawak! Kecoak! Tungau! Kutu busuk! Tungau merah! Anjing! Kodok! Kalong! Cecurut! Ulat! kampret! Sigung! Berang-berang! Garangan! Tupai! Bajing tanah! Burung hantu! Gagak! Elang! Cacing! Mau gue hajar? Sampai muntah berak? Supaya kalian sadar? Haik ku […]

Emosi dalam Gurat Pena Hitam di Atas Putih

Oleh Mentari* Pameran “Never Mind the Borok” oleh Res Harris menempatkan “borok” bukan sekadar sebagai citra luka fisik, melainkan metafora bagi keretakan kecil yang menyusun pengalaman hidup kontemporer. Frasa “never mind” mengusulkan sikap pura-pura abai, namun kehadiran kata “borok” justru tampak menegaskan bahwa ada sesuatu yang terus-menerus mengganggu, menolak untuk benar-benar dilupakan. Dalam konteks ini, […]

Dongeng Sebagai Tangga Menuju Sains: Kisah ODM Menyalip Teori Kelisanan

Oleh AK Supriyanto* Kemarin sore (22 Maret), di kaki Gunung Muria – Kudus, pada sebuah compound kecil yang terdiri dari dua bangunan semi klasik dan beberapa saung kecil, saya berjumpa dengan Hasan Aoni Aziz. Sohib lama yang saya kenal dari jaringan pegiat pers mahasiswa Indonesia ini, belakangan namanya viral di jagad sosmed karena disebut-sebut sebagai […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

UNTUKMU YANG MENGHAPUS SEPI TEMAN Di bangku kayu itu, kau duduk dengan secangkir kopi dan sepotong senyuman yang membatalkan seluruh kekalahanku. Kita tak butuh banyak kata sebab sunyi pun bisa kita ajak untuk berseloroh tentang luka, dan kau menjahitnya dengan tawa yang kau selundupkan di antara kepulan kenangan. Kau tak pernah bertanya mengapa mataku basah […]

Ketika Keraton Membuka Arsip: Menengok Pameran Smara-Bawana dan Sejarah Tata Ruang Yogyakarta

Oleh Tovic Dwi Raharjo*   Pagi itu, udara di kompleks Keraton Yogyakarta masih terasa segar. Pepohonan besar yang rindang menghadirkan keteduhan alami. Para abdi dalem dengan pakaian adat peranakan telah menempati posisi masing-masing, siap menyambut para pengunjung dengan ramah sejak dari loket masuk. Keraton bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup yang masih menjalankan tradisi […]

Mengejar Khutbah Romo Syafi’i: Aku Hindu tapi Peserta Jamaah Idul Fitri

Oleh Selwa Kumar*   1 Sayawal 1447H masih terlalu pagi. Tengggg. Lonceng itu berdetak enam kali. Aku Selwa. Aku terbangun tanpa ragu. Mimpi tadi masih menggantung—tentang seorang anak yang menangis meminta ketupat, tentang ibunya yang mengais tong sampah di pagi hari raya. Tapi aku tidak ingin kembali ke sana. Aku bangkit. Kubasuh wajah. Air dingin […]

Ini Rumahku, Bukan Galerimu

(Saripati Idul Fitri 2026)   Oleh Mikke Susanto* Sehari setelah gema takbir dan khusyuknya sholat Id di Mushola “Al Hikmah” di Kampung Jetak, Godean, Sleman tubuhku seperti masih menyimpan residu sakralitas yang perlahan bertransformasi menjadi energi sosial. Usai sholat id, Sabtu 21 Maret 2026, bersama istri dan 2 anak lelakiku memulai perjalanan silaturahim menuju Bantul […]

Sinau Nge Jazz Sebagai Ruang Sosial dan Rhizomatik

Oleh Gutryans Purba* Perkembangan musik jazz di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Jika melihat ke belakang, sejarah jazz di Indonesia pernah diwarnai oleh kehadiran tokoh-tokoh penting yang bahkan mampu menembus kancah internasional. Nama-nama seperti Bill Saragih, Jack Lesmana, dan Bubi Chen merupakan contoh musisi yang menjadi bukti perkembangan jazz […]

Museum Penataran Blitar: Meruwat, Merawat, dan Mengingat Sejarah dalam Ruang Pamer

Oleh Galih Qodry Azizi* Museum Penataran Blitar dalam kunjungan menghadirkan suasana yang tenang. Ruang pamer terasa rapi dan tertata. Deretan artefak batu berdiri kokoh di atas pedestal kayu yang kini bewarna kuning pastel. Cahaya masuk dari pintu museum dan membentuk siluet halus pada permukaan arca. Kesan awal yang muncul bukan hanya tentang melihat benda lama, […]