Pos

Wayang Godong di Tengah Seni Kontemporer Global

Oleh Esperanca Vitoria Smith Cunha* Di tengah gemuruh seni kontemporer global, aku terpukau oleh sosok Agus Purwantoro, atau yang dikenal dengan Gus Pur, seorang visioner dari Magelang. Pengalamannya bukan sekadar menciptakan, melainkan sebuah “perjuangan jiwa” yang mendalam. Ia, seorang seniman sekaligus akademisi, telah mendedikasikan dirinya untuk menghidupkan Wayang Godong. Kesenian ini lahir dari perpaduan otentik […]

Ramadan, Reggae, dan Malam yang Bandel di Prawirotaman Street

Oleh Vialinda Dewi Fortuna*   Ritme Malam Ramadan di Kota Di banyak sudut Yogyakarta, malam selama Ramadan biasanya memiliki ritme yang berbeda. Jalanan lebih cepat lengang, warung makan menutup tirai lebih awal, dan motor – motor yang biasanya masih lalu – lalang hingga tengah malam seperti sepakat untuk pulang lebih cepat. Seolah kota ini tahu kapan harus menurunkan […]

Arsip, Ham, Modal Perlawanan

Oleh Mikke Susanto*   Ancaman paling serius bagi sebuah negara sering kali bukan datang dari luar, tetapi dari kemampuannya sendiri menjaga ingatan dan menegakkan keadilan. Sebesar apa pun anggaran pembangunan atau pelaksanaan visi hasil pemilu, semuanya runtuh ketika negara memilih lupa terhadap kekerasan yang pernah terjadi pada warganya. Pada titik itu, fondasi moral bangsa retak. […]

Kang Jai dan Jejak Teater Modern dari Kota Tegal

Oleh Lanang Setiawan* Di tengah denyut kehidupan Kota Tegal pada dekade 1950-an, panggung-panggung pertunjukan menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Setiap pementasan selalu dipadati penonton yang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan kisah-kisah kehidupan yang dimainkan para seniman muda. Pada masa itu, bentuk pertunjukan tersebut dikenal dengan istilah senidrama—sebuah seni panggung yang pada hakikatnya tidak jauh berbeda […]

Menulis Esai: Gaya, Praktik, dan Relevansi

Oleh Abdul Wachid B.S.*   Bahasa dan Gaya dalam Esai Bahasa adalah tubuh esai, sedangkan gaya adalah napasnya. Tanpa bahasa yang hidup, esai hanya menjadi catatan dingin yang hambar. Tetapi tanpa gaya yang khas, esai kehilangan identitas personal penulisnya. Oleh karena itu, bahasa dan gaya dalam esai selalu menuntut keseimbangan: antara kebebasan dengan ketepatan, antara […]

Menjelajah Esai: Teori, Ciri, Jenis, dan Kerangka

Oleh Abdul Wachid B.S.*   Pendahuluan Esai adalah salah satu bentuk tulisan yang unik, sekaligus sederhana dan kompleks. Sederhana karena ia tidak terikat oleh kaidah seketat karya ilmiah, namun kompleks karena menuntut kejujuran batin penulis sekaligus ketajaman berpikir. Dalam sejarah literasi, esai lahir sebagai ruang percobaan gagasan. Michel de Montaigne, tokoh yang dianggap sebagai perintis […]

Kisah Akadjok Meruntuhkan Stigma Keroncong

Oleh Titus Gesang Lokeswara* Di sudut Kota Yogyakarta yang katanya istimewa, ada sebuah kafe sederhana di tepian Gondomanan. Terdengar petikan kencrung kalau kata orang awam. Petikan cello terasa menggelitik telinga dan membangunkan jiwa. Berbaur samar dengan riuh obrolan anak muda. Sekelompok anak muda yang ternyata masih senang bermain musik keroncong, warisan budaya asli orang Indonesia. […]

Kurasi, Koleksi, dan Ruang Ingatan di Museum Mpu Purwa

Oleh Pramita Dewi Safitri* Sejarah tidak hanya hadir melalui buku, tetapi juga melalui ruang. Di museum, masa lalu tidak pernah tampil secara utuh sebagaimana adanya. Ia hadir melalui serangkaian pilihan: apa yang dipamerkan, apa yang disimpan, dan apa yang tetap berada di balik ruang penyimpanan. Proses inilah yang dikenal sebagai kurasi. Dalam praktik permuseuman, kurasi […]

Ternyata Canting Lebih Bijak daripada Saya

Oleh Dahayu Kirana* Bukan seseorang yang tumbuh di lingkungan pembatik, namun sejak kecil saya selalu belajar membatik. Pulang kampung ke Yogyakarta untuk menjenguk simbah adalah rutinintas tahunan. Di rumah simbah, saya hampir selalul melihat proses membatik, karena beliau memang seorang pembatik lama. Bau malam yang pekat, lantai yang lengket karena tetesan lilin, serta berbagai bentuk […]

Di Sudut Kota Jogja, Keroncong Asli Masih Bernyanyi

Oleh Satrio Bagus Wicaksono* Pada sebuah malam yang tenang di kampung Kota Jogja, dendang lagu dengan iringan keroncong mulai terdengar perlahan. Para pemain duduk melingkar di kursi-kursi kayu sederhana, sementara penyanyi berdiri di depan para pemain musik. Tidak ada pengeras suara berdaya besar seperti dalam panggung pertunjukan. Hanya sebuah speaker kecil yang digunakan sekadarnya untuk […]