Pos

Sastra Santri dan Sastra Pesantren dalam Konstelasi 

Kesusastraan Indonesia Modern: Jalan Baru Kebudayaan Islam Oleh Abdul Wachid B.S.*    I. Konteks dan Urgensi Di tengah dinamika kebudayaan Indonesia yang kian kompleks, cair, dan plural, sastra santri dan sastra pesantren tampil sebagai gejala literasi yang tidak bisa lagi dipandang pinggiran. Pesantren yang selama berabad-abad dikenal sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman seperti fiqh, tasawuf, […]

Mengeja Gerak bersama Alexis Jestin

Oleh Razan* Jika gerak saya bayangkan sebagai kata, maka saya bayangkan pula proses menyusun gerak seperti ketika seseorang menata bahasa. Ada saat ketika ia terasa jelas, ada saat ketika ia terdengar ganjil, dan pada saat lain justru kosong. Pertanyaannya pun bergerak ke wilayah yang serupa: sejelas apakah gerak itu diucapkan, kata apa yang dipilih, dan […]

Juri Itu Jurig

Mengulik Penjurian Teater Oleh: Madin Tyasawan* Subjektivitas penjurian dan ketidakjelasan kriteria penilaian sering dianggap sebagai biang keladi kekisruhan dalam lomba teater. Persoalan klasik festival teater yang bersifat kompetisi (lomba) acap terjadi pada ranah penjurian. Bagi kelompok pemenang, juri disanjung sebagai dewa penolong. Buat yang kalah juri akan dianggap “jurig” (sebutan ‘hantu’ dalam bahasa Sunda), penjegal […]

Menyusuri Dunia Puisi Aslan Abidin: Dimensi dan Posisi dalam Perpuisian Indonesia

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Pendahuluan Membaca puisi-puisi Aslan Abidin sering kali terasa seperti memasuki sebuah kota pada jam-jam yang tidak dicatat dalam peta wisata. Ada senja yang basah, lorong-lorong sosial yang pengap, percakapan batin yang berlangsung setengah berbisik, setengah memberontak. Makassar hadir, tetapi tidak sebagai latar geografis semata. Ia menjelma pengalaman. Dari sanalah […]

Menggali Makna Serat Nitisruti: Arsitektur Jiwa dan Estetika Ketentraman

Oleh: Gus Nas Jogja* Menyelami samudera pemikiran Pangeran Karanggayam dalam Serat Nitisruti bukan sekadar membaca naskah kuno dari tahun 1612, melainkan sebuah ziarah batin menuju hulu peradaban Jawa yang adiluhung. Pangeran Karanggayam, sang pujangga dari Pajang yang juga leluhur Raden Ngabehi Ronggowarsito, menyusun untaian kata ini bukan sebagai doktrin kekuasaan yang kaku, melainkan sebagai komposisi […]

A N T I P O S E: Mengenang Jim Allen Abel (1975-2026)

Oleh Hendro Wiyanto* “Bung, ada di mana? Saya pengin mengiringi kepergianmu, membuka-buka lagi bukumu, ‘WE ARE HERE’. […] It is well nigh impossible to see anything as not landscape, given that we cannot detach our looking from the culturally constructed lenses and frames that make what we see look like what we expect to perceive, […]

“Surat Wasiat” dan Etika Ingatan: Membaca Agus R. Sarjono dari Puisi yang Mengikat Puisi-Puisinya

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Masuk Melalui Pertanyaan Estetik Ada satu pertanyaan yang selalu terasa mengganjal setiap kali kita berhadapan dengan penyair yang puisinya banyak, beragam, dan (yang terpenting) saling berbicara satu sama lain: bagaimana mungkin kita memilih satu puisi terbaik tanpa mengkhianati puisi-puisi yang lain? Pertanyaan ini bukan perkara selera, apalagi soal peringkat. […]

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

DI DEKAT JEMBATAN KALI CIREBAH kau tahu, suasana kampung kecil di dekat jembatan kali cirebah? hingga saat ini tetap merindukanmu, perempuan embun au, kita menenun gugusan kabut menjadi puisi sederhana kita masak daun singkong, jamur, pare, ikan asin, sayur bening dan sambel terasi untuk menyambung hidup apa adanya, tentu dengan harapan semuanya alami– juga kecantikan […]

Letupan Diksi di Bawah Bayang-bayang Negara

Oleh Wahyu Kris* Letupan diksi ‘kalcer’ dan ‘anjay’ yang terlontar di Pasar Monolog #4 berhasil menarik penonton yang sebagian memang Gen Z. Namun, tarikan lebih menohok ada pada diksi ‘konoha’ dan ‘mens rea’ yang perlahan menggiring mereka memasuki pusaran persoalan yang direproduksi negara.   Bertempat di Ruang Amphiteater Malang Creative Centre, Sabtu 24 Januari 2026, […]

Natural Born Killers, Masyarakat Tontonan dan Kebudayaan sebagai Dekorasi 

Oleh Purnawan Andra* Beberapa waktu lalu, saya menonton (lagi) film Natural Born Killers ketika diputar di acara Bioskop Trans TV hari Selasa tanggal 20 Januari 2026 sesi malam. Sebelumnya, saya menonton film ini di acara “Sepekan Film Quentin Tarantino” yang diadakan di Gedung Kampus Sekip oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Film Kine Klub Jurusan Komunikasi […]