Pos

Napas Jiwa Nagekeo: Eternitas Jejak Budaya

Oleh: Bambang Supriadi  Dalam semesta spiritual masyarakat adat Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ia tidak pernah menjelma menjadi sekadar artefak mati atau narasi usang yang semata hanya ditulis dalam buku atau jurnal serta dipajang di etalase museum. Masa lalu yang konon diwakili oleh kehadiran roh para leluhur tetap […]

Hollywoodisme: Kekuatan Narasi dan Estetika yang Melumpuhkan

Oleh: Bambang Supriadi Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, peperangan modern tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan kinetik di medan laga, melainkan telah bergeser menjadi perjuangan untuk memenangkan imajinasi dan loyalitas publik. Dalam konteks Iran, fenomena ini dimanifestasikan melalui diskursus yang dikenal sebagai ‘Hollywoodisme’. Istilah ini bukan sekadar kritik narasi dan estetika terhadap industri […]

Tubuh adalah Tanah yang Tertunda

Oleh : Suroto M.Sn. Catatan Dramaturg atas “Mantau: Hutan yang Tidak Memberi Izin Bagaimana cara membalik panggung semen yang beku, lalu menumbuhkan hutan di atasnya? Pertanyaan ini bukan sekadar urusan teknis tata panggung (scenography), melainkan sebuah gugatan ontologis yang mendasar. Dalam karya koreografi “MANTAU: Hutan yang tidak Memberi Izin” karya Raflesia Meirina, yang dipresentasikan dalam […]

Puisi-puisi Beni Satria

Daur ingatan Ingatan bukan arsip. Ia ruang lembap di bawah tengkorak, tempat suara-suara membusuk tanpa bau. Aku turun ke sana dengan senter yang baterainya separuh mati. Di dindingnya menempel tanggal-tanggal yang sudah kehilangan angka. Waktu mengelupas seperti cat tua, menyisakan serpih yang tajam bila disentuh. Tubuh menyimpan lebih rajin daripada kepala. Lutut mengingat hujan pertama […]

Teater sebagai Infrastruktur Rasa: Membaca Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi sebagai Pesta Rakyat Urban

Oleh: Eko Yuds* Proposal Kota: Mimpi adalah Mimpi tidak berhenti sebagai pertunjukan teater. Karya ini bergerak lebih jauh menjadi peristiwa warga, ruang percakapan, arena sosial, dan pesta rakyat urban. Karya ini terbaca dari pengalaman langsung di tengah kerumunan, ketika panggung, warga, hujan, pedagang, dan percakapan melebur menjadi satu peristiwa kebudayaan. Teater dalam peristiwa ini tidak hanya […]

Musik untuk Mencerdaskan, Musik untuk Perdamaian, dan Musik untuk Berlaga

Oleh: Ananda Sukarlan* Sebuah catatan ulangtahun Ananda Sukarlan ke-58, menyongsong Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 “Musik itu bahasa universal” adalah sebuah pernyataan yang sudah sangat kita kenal, dan sudah tidak bisa diperdebatkan lagi. Tentu ini merujuk kepada musik instrumental (tanpa teks / kata-kata yang memiliki bahasa tersendiri, yang membuatnya tidak lagi universal) seperti simfoni, rapsodia, […]

Siapa yang Berhak Memberi Cap kepada Desa?

Oleh: Purnawan Andra* Desa di Indonesia selama ini disebut sebagai akar budaya bangsa, sumber ketahanan pangan, lanskap ruang yang menjadi kebanggan dan ruang hidup identitas sosial. Desa adalah pranata hidup, basis pengetahuan, dan ensiklopedi komunal yang telah membentuk fondasi bangsa ini jauh sebelum republik ini dirumuskan. Namun, logika pembangunan hari ini kerap melihat desa secara […]

Ketika Bali Menyapa Malang

Oleh: Yusuf Munthaha * Pameran Tunggal Huang Fong di Dialectic Gallery Jl. Sumbing No. 11, Malang Sebuah Reuni Tak Terduga Ada sesuatu yang terasa berbeda sekaligus memukau ketika memasuki ruang pamer Dialectic Gallery di Jalan Sumbing Nomor 11, Malang, pada pembukaan pameran tunggal Huang Fong. Di satu sisi, nama Huang Fong bukanlah nama yang kerap […]

Museum SAKA: Meruwat yang Kritis, Menjaga yang Bertahan, dan Menumbuhkan yang Hilang

Oleh: Abad Akbar* Ada yang menarik di Museum SAKA kali ini. Rabu (3/6) saya berkesempatan mengunjungi Museum SAKA di Jimbaran, Bali. Dalam kunjungan tersebut saya bertemu dengan Marlowe Bandem, salah satu dewan penasihat sekaligus kurator museum. Perjalanan dimulai sekitar pukul dua siang. Saya bersama satu keluarga asal Tiongkok mendapat kesempatan mengikuti tur yang dipandu langsung […]

Isyana dan Gambar Garuda Pancasila

Oleh: Agus Dermawan T.* Sejak 2019 ada agenda tahunan “Juni: Bulan Bung Karno”. Disebut “Bulan Bung Karno”, karena pada bulan Juni Bung Karno lahir (6 Juni 1901), Bung Karno wafat (21 Juni 1970), dan Bung Karno mengumumkan nama Pancasila (1 Juni 1945). Sehingga 1 Juni disebut sebagai Hari Lahir Pancasila. Untuk memvisualisasi Pancasila, diciptakan lambang […]