Pos

Paradise in Tano Niha

Oleh: Jonnie Kirman* Pulau Nias dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 900.000 ribuan jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen, dan sebagian masyarakatnya dalah petani, buruh, dan peternak babi yang dilepas di kebun yang kadang berseliweran di jalan-jalan. Paska tsunami Aceh 2004 dan sebagian Thailand, saya sempat berkunjung kesana sebagai salah satu tenaga konsultan bangunan anti […]

Film Shawshank Redemption, Penjara Kita dan Kelas di Baliknya 

Oleh: Purnawan Andra*   Ada satu adegan dalam The Shawshank Redemption (1994) yang sederhana, tetapi penting untuk memahami film itu. Dalam frame ditampilkan para narapidana bekerja memperbaiki atap penjara di tengah panas. Andy Dufresne (yang diperankan oleh Tim Robbins) mendengar percakapan kepala sipir tentang pajak warisan, lalu menawarkan keahliannya sebagai akuntan. Sebagai imbalan, ia meminta […]

Bambu bagi Etnis Minahasa Sulawesi Utara

Oleh: Hari Suroto* Bambu bagi etnis Minahasa memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis. Terdapat enam jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga di hutan Minahasa yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz).  Tanaman bambu di Minahasa banyak tumbuh di tepi sungai […]

Guruh di Langit Seni Rupa

Oleh: Agus Dermawan T* Guruh Sukarno Putra, kelahiran 13 Januari 1953, wafat pada Sabtu subuh, 26 September 2026. Dunia budaya dan seni Indonesia sangat kehilangan. Sebagai komposer, penggubah lirik, koreografer dan penggerak seni pertunjukan besar Swara Maharddhika, Guruh memiliki jejak yang tidak bisa dilupakan. Ia ikon panggung Indonesia yang belum tergantikan. Namun di balik panggung, […]

Kim dan Nara Yang Hidup (Krisis Eksistensial Perempuan Modern)

Oleh: Madin Tyasawan MONOPLAY FESTIVAL 2026 Gagasan menarik. Ide menyelenggarakan event yang amat jarang ditemui ini adalah perhelatan yang patut diapresiasi. Monoplay Festival 2026 yang digagas oleh Teuku Rifnu Wikana dan Krisna Aditya ini digelar selama tiga hari (23-25 September 2026) di beberapa venue di Taman Ismail Marzuki. Pada hari pamungkasnya, saya menyaksikan pentas Monoplay […]

Avatar, Alam dan Kita yang Membacanya

Oleh: Purnawan Andra* Ketika Avatar pertama kali hadir pada 2009, banyak orang mungkin lebih mengingat Pandora sebagai dunia yang menakjubkan. Hutan yang bercahaya, gunung-gunung yang melayang, makhluk asing, dan teknologi tiga dimensi membuat film James Cameron itu terasa seperti sebuah perjalanan ke dunia yang sama sekali berbeda dari bumi. Kini, ketika film itu kita ingat […]

Puisi-puisi Seno Joko Suyono

Dua arca Yang Lelah di Museum Terlalu banyak menerima umat Yang meminta berkah dan permohonan-permohonan selama ratusan tahun Kulihat mata kedua arca itu lelah Meski terpejam seolah meditasi Kulihat ada sedikit embun di pelupuknya “Bagaima Anda tahu. Anda dari mana?” Aku merasa arca itu gusar bertanya kepadaku Aku merasa bersalah dan akan berusaha hati-hati Agar […]

Wajah Bahasa Kita

Oleh: Muhammad Panji Gozali* Berbicara tentang Indonesia dan budayanya tidak akan lengkap bila tidak membahas tentang bahasanya. Bahasa merupakan bagian kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan keseharian. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia baik secara lisan maupun tulisan. Berangkat dari hal tersebut Indonesia sebagai bangsa yang bangga terhadap bahasa, di setiap tahunnya Indonesia memperingati […]

Potret Peradaban di Jalanan

Oleh: Agus Dermawan T. Di Tiongkok, budaya pengajaran dan penghajaran lalu-lintas jalanan menghasilkan ketertipan signifikan. Tiongkok percaya bahwa potret peradaban suatu bangsa bisa terlihat dari cara masyarakatnya memperlakukan jalan raya. —————– DALAM perjalanan wisata di Tiongkok di bulan Agustus 2026, bus yang saya tumpangi mampir di toilet stop Weilong Service Area. Suatu tempat yang jauh […]

Puisi-puisi Seno Joko Suyono

Sajak Sajak Korea   67 Cheonho-daero 45-gil Angin musim gugur mendinginkan ginsengku Kutahu jalan di depan sepi dini hari ini Entah yang kudengar deram kereta atau Suara-suara dari lorong yang terbantun luruh menjelang subuh Jarak dari stasiun Cheongyangni tak begitu jauh Bunyi sepatu tergesa-gesa turun naik tangga terbawa sampai kamar kecilku Tapi kemudian menghilang ketika […]