Walter Benjamin: Kafka Ibarat Pelayan Muda yang Keluar dari Rumah untuk Mempelajari Rasa Takut

Oleh Sigit Susanto

10 Tahun Kematian Kafka

Penerbit moooi awal tahun 2024 ini menerbitkan kumpulan esai Walter Benjamin berjudul Sang Pencerita. Kumpulan esai ini diterjemahkan langsung dari bahasa Jerman oleh Tiya Hapitiawati.

Walter Benjamin membahas Nikolai Leskov; sastrawan Rusia, Franz Kafka, Marcel Proust dan Seni di era reproduksi mekanis.

Dari esai-esai tersebut, saya hanya akan membatasi pada bab khusus yang membahas Franz Kafka. 

Benjamin menuliskan esai ini pada peringatan 10 tahun kematian Kafka. Bisa dipastikan esai ini ditulis tahun 1934, mengingat Kafka meninggal pada 3 Juni 1924.

Sekarang Juni 2024 saya sedang membaca esai ini, 90 tahun setelah esai ini ditulis. Dengan kata lain, yakni genap 100 tahun (1924-2024) kematian Kafka. Nyaris buku ini baru bisa dinikmati dalam bahasa Indonesia 90 tahun setelah Benjamin menulis.

100 tahun kematian Kafka sekarang ini diperingati oleh masyarakat sastra dunia, terutama di Jerman atau negara-negara Eropa yang menggunakan bahasa Jerman, seperti negeri Austria dan Swiss.

Secara tak langsung hadirnya buku Sang Pencerita karya Walter Benjamin ini, bisa dianggap sebagai penanda menyambut 100 tahun kematian Kafka.

Teman-teman penggemar karya Franz Kafka di Indonesia ingin menandai 100 tahun kematian Kafka dengan menerbitkan dua buku.

Pertama, segera menerbitkan buku berjudul Di Depan Hukum dan Cerita Lain Franz Kafka dalam Terjemahan 13 Bahasa Daerah.

Kedua, buku kumpulan esai dari berbagai penulis berjudul Kenapa Harus Franz Kafka?

Benjamin memulai dengan cerita seorang Kanselir bernama Potemkin. Ia menderita sakit depresi cukup lama, sehingga penyakitnya ditabukan untuk disinggung di istana.

Celakanya, semua urusan dokumen harus mendapatkan tanda tangan dari tangannya. Akibatnya dokumen-dokumen itu menggunung.

Schuwalkin, juru tulis berpangkat rendah menemui kerumunan Dewan Nasional di istana, sekiranya bisa membantu. Problem utamanya adalah tanda tangan dari Kanselir.

Juru tulis itu bersedia menemui Kanselir Potemkin untuk meminta tanda tangan.

Dengan tergopoh-gopoh si juru tulis membawa surat-surat penting dengan menjepit di bawah ketiaknya.

Setelah melewati beberapa ruangan, ia langsung merangsek masuk ke kamar tidur Potemkin, yang kebetulan tak dikunci.

Dengan berlagak sebagai juru tulis handal, ia menaruh berkas-berkas itu di pangkuan Potemkin, sementara ia mengambil pena bulu di meja dan mencelupkan di tinta.

Tanpa percakapan, ia menuntun tangan sang Kaisar yang sedang sakit itu untuk menandatangani berkas-berkas itu satu per satu.

Usai penandatanganan, si juru tulis buru-buru keluar kamar menemui Dewan Nasional. Berkas-berkas itu menjadi rebutan dan seorang tampak bengong, ketika mendapati tanda tangan di berkasnya tertulis; Schuwalkin. Begitu pula semua dokumen dengan tanda tangan Schuwalkin, bukan sang Kanselir Potemkin.

Sampai di sini Benjamin menganggap, bahwa cerita konyol di atas merupakan entry-point menuju dunia teks Kafka. 

Begitulah awal memahami dunia Kafka. Dunia absurd yang sulit dipahami. Sebuah adjektiva Kafkaesk yang belakangan ini semakin marak.

Sejalan dengan itu Nabokov pernah menganalisis pada novelet Metamorfosis (Die Verwandlung) dan mengatakan, “Barang siapa membaca novelet Metamorfosis tak sekadar cerita serangga, maka ia anggap sebagai pembaca yang brilian.”

Dunia rekaan Kafka adalah sebuah teka-teki bagi pembacanya. Tokoh-tokoh Kafka kadang bertepuk tangan. Dan tepukan tangan itu ibarat `Palu Uap yang Sebenarnya.` 

Kembali ke Teks Asli

Belakangan para pemerhati karya Kafka telah membentuk tim dan bersepakat, bahwa karya Kafka dianggap “Heilig,” atau suci. Lalu langkah apa yang harus dilakukan?

Tim ahli ini mengkritisi karya yang sudah terbit di bawah editor Max Brod. Ternyata ditemukan bahwa Brod melakukan banyak kesalahan.

Kemudian tim ahli ini menerbitkan ulang karya-karya Kafka dengan label baru Kritische Ausgabe (Edisi kritis) atau Originalfassung (Teks Asli).

Intinya karya-karya ini kembali diterbitkan ke teks asli Kafka sebelum diedit Brod. Bahkan ada edisi tulis tangan Kafka juga dibukukan.

Dua contoh bisa saya sebutkan di sini dari membandingkan novel Kastel (Das Schloss) dari dua edisi berbeda.

Misalnya: Aufwachen dan Erwachen, artinya sama: bangun.

Pada pembuka kalimat bab 25 versi teks asli: 

Als K aufwachte,…: Ketika K bangun,….

Pada pembuka kalimat bab 20 versi Max Brod:

Als K erwachte,…: Ketika K bangun,…

Benjamin juga menyoroti tokoh protagonis K pada novel Kastel ini. Tokoh yang linglung dan tercabik-cabik nasibnya. 

Tapi ada satu hal yang Benjamin tak singgung, bahwa pada novel Kastel ini, Kafka menyusupkan narasi; pada tanggal 3 Juli akan diadakan pesta oleh ikatan pemadam kebakaran. 

Sesungguhnya tanggal 3 Juli itu merupakan tanggal kelahiran Kafka sendiri, yakni 3 Juli 1883. Tanggal bulan dan tahun yang sama, lahir pula Abdul Moeis. Belakangan tanggal 3 Juli ditetapkan sebagai hari sastra nasional di Indonesia dengan mengacu tanggal lahir Moeis. Secara tak langsung, kelahiran Kafka juga dirayakan tiap tahun di Indonesia.

Selanjutnya salah satu anggota Frankfurter Schule ini menyoroti novel Kafka berjudul Amerika. Ia anggap, pada novel tersebut, Kafka benar-benar menghadirkan tokoh dengan nama lengkap yaitu Karl Rosmann. Pada dua novel lain, Kastel dan Proses (Der Prozess) punya tokoh protagonis berinisial K.

Benjamin sebut, barangkali Kafka sengaja menghadirkan nama lengkap tokoh protagonis Karl Rosmann, karena latar cerita di benua lain, yaitu di Amerika.

Ada dua catatan saya khusus novel yang dibahas Benjamin ini.

Pertama, Benjamin dengan panjang lebar membedah novel berlatar Amerika, tetapi ia tidak singgung, darimana Kafka bisa menulis tentang Amerika, padahal ia sama sekali belum pernah ke Amerika? 

Berdasar beberapa penelitian ahli karya Kafka, bahwa Kafka diilhami oleh sebuah buku perjalanan berjudul Amerika, Heute und Morgen (Amerika, Sekarang dan Esok) karya sastrawan Austria bernama Arthur Holitscher.

Pada sampul belakang buku karya Arthur ini disebutkan, sebuah catatan perjalanan klasik, penuh emosional dan menawan. Franz Kafka telah mengambil detil-detil perjalanan dari buku ini.

Holitscher sendiri berasal dari Hongaria dan tahun 1911 mendapat kontrak dari penerbit  Fischer di Jerman untuk menulis buku catatan perjalanan. Tahun 1912 buku itu terbit dan Kafka membaca serta mengambil informasi penting.

Holitscher tak sampai di sini saja, namun  pada 1921 ia juga bepergian ke Soviet dan menulis catatan perjalanan berjudul Drei Monate in Sowjet-Russland (Tiga Bulan di Soviet-Rusia). Buku-bukunya masuk black-list dan dilarang terbit kembali. Ia bereksil ke Swiss dan hidup melarat sampai meninggal di Jenewa, Swiss tahun 1941.

Novel berjudul Amerika, sebetulnya judul itu pemberian Brod sendiri. Alkisah, ketika Brod menemukan naskah tulis tangan Kafka di laci kamar Kafka, manuskrip itu tanpa judul.

Ketika Kafka meninggal pada 3 Juni 1924, tiga tahun berikutnya, tepatnya tahun 1927, Brod menerbitkannya dengan judul Amerika. Alasan Brod, ketika ia suatu saat bertemu Kafka sempat ditanya langsung, apa judul novelnya? Kafka menjawab, roman Amerika.

Tim ahli karya Kafka menemukan sumber lain pada surat Kafka kepada pacarnya Felice Bauer.

Kafka memberitahu Felice, bahwa dirinya sedang menulis novel dengan latar Amerika Utara dengan judul Der Verschollene (Hilang Tanpa Bekas). Tahun 1983, pertama kali novel Kafka diterbitkan dengan judul baru Hilang Tanpa Bekas oleh penerbit Fischer di Munich, Jerman.

Pro-kontra karya Kafka terbitan Brod itu sebetulnya sudah lama terjadi. Pertama, ketika Brod mulai mengumpulkan manuskrip Kafka, ia meminta karya Kafka yang disimpan Dora Diamant, namun dicurigai. Dora anggap Brod akan mengambil keuntungan finansial. Kedua, ketika karya-karya Kafka terbit dan muncul kritik dari Günther Anders yang menulis esai berjudul Ermorderung einer Puppe namens Franz Kafka (Pembunuhan Boneka bernama Franz Kafka). Brod membela Kafka dan ia tulis pada buku Brod berjudul Über Franz Kafka (Tentang Franz Kafka)

Bagaimanapun Brod telah menyelamatkan karya Franz Kafka dan mengenalkan kepada pembaca dunia. Surat untuk Ayah (Brief an den Vater) yang sedianya akan diberikan ayahnya, tetapi tak sampai. Justru lewat tangan Brod surat pribadi itu kini dibaca orang di seluruh dunia.

Iris Radisch, kritikus sastra Jerman mengatakan, “Seandainya Max Brod memenuhi perintah surat wasiat Kafka, sejarah sastra akan bergerak ke arah lain.”

Kafka Kecil

Benjamin membahas foto Kafka kecil berusia 6 tahun yang tampak kaku dan malu. Kafka kecil mengenakan jas yang kekecilan dengan latar palem. Kemudian Benjamin menghubungkan dengan prosa pendek Kafka berjudul Keinginan Menjadi Suku Indian (Wunsch, Indianer zu werden).

Dugaan saya, Kafka kecil sudah membaca buku-buku Karl May (1842-1912), terutama cerita Winnetou, suku Indian yang terkenal. Banyak sastrawan Jerman mengakui, di masa kecil mereka suka membaca karya petualangan Karl May.

Meskipun karya Karl May sendiri tidak termasuk dalam daftar sejarah sastra Jerman. 

Benjamin membidik sastrawan besar Jerman Knut Hamsun. Hamsun punya kebiasaan rutin mengirimkan artikel ke kotak naskah media setempat. Hamsun menulis opini, ia hendak hengkang dari kotanya, jika skandal seorang pembantu yang melahirkan anak bayi dan membunuhnya sendiri, tak mendapatkan hukuman yang lebih berat. Tahun-tahun berikutnya Hamsun menulis novel berjudul Berkatilah Bumi (Sege der Erde).

Novel itu bercerita tentang peristiwa yang baru lewat tentang pelayan yang membunuh bayinya dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Praktiknya, warga tahu, bahwa pelayan itu tak dihukum lebih berat.

Sancho Panza

Lagi-lagi Benjamin menyitir prosa kisah tentang Sancho Panza dari novel klasik Spanyol Don Quixote karya Cervantes.

Kafka memang menuliskan prosa mini berjudul Die Wahrheit über Sancho Pansa (Kebenaran seorang Sancho Pansa). Sosok manusia bebas ini dipertanyakan Kafka.

Kafka pernah mengkritik sistem sekolah yang formal. Tak semua buku bacaan Kafka disinggung dalam bentuk prosanya. Misalkan, ia membaca karya Flaubert sambil menangis di depan Brod. Dan novel berjudul Education sentimentale Flaubert diberikan Felice.

Namun Benjamin lebih banyak membelok ke kisah tradisi Yahudi yang mirip sosok Pansa. 

Ceritanya, dalam sebuah kerumunan warga ada orang miskin. Atas azas penghormatan terhadap sesama, maka orang miskin itu ditanya, “Apa yang dia kehendaki?” Ia menjawab, ingin menjadi raja dengan banyak kekuasaan yang jauh. Ia tidur di istana dan tiba-tiba diserang musuh. Raja imajiner itu kaget dari bangunnya, tak sempat ganti pakaian yang layak.

Warga yang mendengar cerita itu ikut bengong, betapa orang miskin punya cita-cita tinggi yang membingungkan.

Ketika kerumunan itu menanyakan ulang kepada pengemis itu, sejatinya apa yang ia inginkan? Ia jawab, “Kemeja.”

Benjamin anggap narasi dan dialog semacam itulah mewakili dunia Kafka.

Kafka berharap diperhitungkan sebagai layaknya orang biasa. Benjamin memberikan contoh tokoh-tokoh karya Kafka, seperti Leni, pelayan kafe. Latar cerita kebanyakan di alam pedesaan. Benjamin paralelkan dengan kisah-kisah dalam agama.

Teater Oklahoma

Pada novel Hilang Tanpa Bekas. Benjamin menuliskan ulang narasinya.

Teater Alam Oklahoma akan melakukan rekrutmen anggota baru mulai hari ini jam enam pagi hingga tengah malam di sekitar lapangan pacuan di Clayton, Oklahoma. Teater Oklahoma memanggilmu! Hanya hari ini, hanya kali ini! Siapa yang melewatkan ini, tak akan ada kesempatan kedua kalinya. Siapapun boleh mencoba untuk masa depannya bersama kami. Siapapun boleh mendaftar. Kalian ingin menjadi seniman? Silakan mendaftar. Kami adalah teater bagi semua orang.

Siapapun yang bergabung bersama kami, kami akan menyambutnya. Segeralah mendaftar sebelum tengah malam. Pendaftaran akan ditutup pukul dua belas malam dan tak akan dibuka lagi. Yang tak percaya kepada kami, ia akan merasa merugi. 

Siapa yang baca pengumuman itu? Ya, Karl Rosmann sendiri. 

Tokoh Karl dianggap lebih beruntung ketimbang tokoh K pada Kastel atau Proses.

Sampai di sini saya teringat semboyan Nietzsche, bahwa, “Lakukanlah sekarang juga, karena kesempatan tak akan datang yang kedua kali.”
Kafka tentu selain mengidolakan Kierkegaard dan Flaubert, ia juga mempelajari Nietzsche.

Ada aforisme Kafka yang serupa ungkapan Nietzsche di atas berbunyi, “Jangan khawatir dengan rintangan, siapa tahu di sana tak ada rintangan.”

Meskipun kakek Kafka bernama Jakob Kafka punya usaha tukang jagal hewan, namun sang cucu, Kafka sendiri seorang vegetarian. Benjamin menyinggung, bahwa Kafka bertemu Rudolf Steiner, sang pionir gerakan mencintai alam dan budaya. Tapi Kafka tak membahas tentang pertemuannya.

Gesture dan Drama

Menurut Benjamin, bahwa keseluruhan karya Kafka berpijak pada gesture. Tokoh-tokohnya bergerak menggunakan body language yang mencerminkan kerumitan tidak pada umumnya. Karya Kafka yang penuh teka-teki dan tiba-tiba membelok di tikungan, yang membedakan dengan pengarang lain.

Saya pribadi menjuluki karya-karya Kafka seperti pentas drama. Pada setiap jengkal kisahnya mengandung seni dramaturgi. Untuk itu setiap pembaca akan ikut larut dalam kelam atau Benjamin sebut hanyut dalam air keruh.

Pada 27 Januari 1904 Kafka menulis surat kepada temannya Oskar Pallak. Sempalan surat itu sebagai berikut;

Jika orang mendapatkan luka menganga, sehingga akan menjadi perasa pada setiap gigitan. Saya percaya, orang harus membaca buku sejenis seperti itu yang bisa menggigit dan menyusup. Jika sebuah buku yang kita baca tak membangkitkan pukulan tajam kepada sandaran kita, untuk apa buku jenis itu dibaca? Hanya karena agar bisa merasa bahagia seperti yang kamu tulis? Ya. Tuhan, kebahagiaan itu juga ada walaupun kita tak punya buku dan buku yang bisa membuat kita bahagia bisa ditulis secara mendadak saja. Tapi kita perlu buku-buku yang membangkitkan kita sebuah rasa tidak bahagia, yang menyayat kita, yang seperti sebuah kematian terhadap orang lain yang lebih kita cintai dari pada diri sendiri, seperti orang yang terlempar ke belantara, enyah dari keramaian manusia, mirip bunuh diri, sebuah buku harus seperti kapak yang membelah kebekuan lautan pada diri kita. Itu yang saya pikirkan.

0o0

*Penulis tinggal di Zug, Switzerland sejak tahun 1996.