Bahasa Kebangsaan Penyatu Bangsa

Oleh: Kim Young  Soo* Tiga unsur, yaitu Tanah, Rakyat, dan Bahasa Kebangsaan, membentuk suatu negara. Tanpa tiga unsur itu, negara tersebut bukanlah negara yang berdaulat. Bahasa Kebangsaan pula mencerminkan jati diri bangsa tersebut. Demikian pandangan KIM YOUNG SOO. Sebagaimana diketahui, Rakyat, Tanah dan Bahasa Kebangsaan merupakan tiga unsur utama untuk membentuk sebuah negara. Dengan kata […]

L.K. Ara dan Poetika Kesetiaan: Membaca Dunia Puitik Seorang Maestro dari Tanah Gayo

oleh: Abdul Wachid B.S.* Mengapa L.K. Ara Perlu Dibaca Kembali Penganugerahan Anugerah Kepenyairan Adiluhung kepada L.K. Ara membuka kembali percakapan mengenai salah satu penyair yang telah menempuh perjalanan panjang dalam sastra Indonesia. Namun, penghargaan semacam itu sesungguhnya bukan titik akhir pembacaan, justru kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana dunia puitik yang dibangun L.K. […]

Performance Art, Politik & Kita di Antaranya

Oleh: Purnawan Andra* Kita hidup di zaman yang semakin sulit membedakan kenyataan dan pertunjukan. Hampir setiap hari publik disuguhi peresmian proyek, kunjungan kerja, konferensi pers, dan berbagai seremoni kenegaraan yang diproduksi dengan estetika visual yang semakin canggih. Politik tidak lagi hanya bekerja melalui kebijakan, tapi juga melalui citra. Yang diperebutkan tidak sekedar keputusan, tapi juga […]

Nasirun

Oleh: Syakieb Sungkar* Dalam 2 hari belakangan, teman-teman di media sosial memenuhi lamannya dengan foto-foto bersama Nasirun. Seniman ini memang fotogenik, rambutnya yang keriting gimbal dengan jenggot yang dikepang, dan postur tinggi, sangat Instagramable. Rumahnya terbuka lebar bagi siapa saja, dihiasi banyak dekor yang didesign oleh dirinya sendiri, menjadi menarik untuk dikunjungi, apalagi jika berfoto […]

Ketika Puisi Meluruskan Politik: Seruan Damai dan Kesadaran Kebangsaan

Oleh: Abdul Wachid B.S.* Pendahuluan Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Namun, tidak jarang keberagaman itu berubah menjadi potensi konflik, terutama ketika suhu politik memanas. Sejak awal berdirinya republik ini, politik kerap menghadirkan ketegangan, sementara rakyat membutuhkan keteduhan. Dalam momen-momen demikian, puisi hadir bukan sekadar sebagai karya seni, melainkan sebagai suara hati […]

Obituari: Warisan Nasirun

Oleh Doddi Ahmad Fauji* “Hari Jumat, 31 Juli 2026, dari jam 09.30 sampai 11. 45 WIB, saya (sudah janjian) ngobrol dengan Nasirun di rumahnya yang indah. Dia bilang memang semalam (Kamis malam) ia ke RS Panti Rapih, karena beberapa hari belakangan terasa sesak dan perut tidak nyaman. Dokter bilang Nasirun kena asam lambung. Hari itu […]

Lelaki yang Melukis Jendela Telah Melesat Pergi Selamanya

Oleh: Indro Suprobo* Mengenang Genthong HSA Aku wis sepuluh dina nang Rumah Sakit. Wis diperiksa sumsum tulange. Embuh hasile durung ngerti. Dokter isih ragu-ragu, aku iki kena kanker sumsum tulang belakang apa kena kanker tulang. Pancen kuesel lan bosen nang Rumah Sakit, ning kepriye maneh. Jantungku wis suwe bocor. Dadi sak ngertiku, saiki iki wis […]

Strategi Nasional Penguatan Perpuisian Indonesia

Oleh: Abdul Wachid B.S.  Puisi, Peradaban, dan Pertaruhan Masa Depan Puisi adalah salah satu warisan budaya tertua umat manusia. Ia hadir bersamaan dengan kelahiran bahasa dan mitologi; menjadi kendaraan bagi manusia dalam memaknai alam, Tuhan, dan kemanusiaannya. Dalam sejarah Nusantara, puisi tumbuh dalam ragam bentuk: dari mantra-mantra sakral, pantun lisan Melayu, tembang macapat Jawa, hingga […]

Sungai sebagai Ingatan Peradaban: Hari Sungai Nasional dan Luka Kebudayaan yang Terbuka

Oleh: Sultonsah* Sungai yang kotor bukan hanya kehilangan kejernihan air, tetapi juga kehilangan kehormatan sebuah kebudayaan. Prologia: Sungai bukan sekadar aliran air yang bergerak dari hulu ke hilir. Ia adalah arsip peradaban, ruang hidup, sekaligus cermin kebudayaan yang paling jujur. Di sepanjang sejarah manusia, sungai melahirkan kota, menumbuhkan perdagangan, menghidupkan pertanian, membentuk ritus, dan menjaga […]

Kongres Kebudayaan Nusantara

Oleh: KRHA. Prof. (HC). Dr. Dimas Indianto S.* Kongres Kebudayaan Nusantara Gelombang peradaban bergerak semakin cepat melintasi batas-batas geografis, membawa ragam gagasan, selera, dan cara hidup yang menjangkau hampir seluruh ruang kehidupan. Kemajuan teknologi menghadirkan peluang yang luas, namun bersamaan dengan itu lahir kecenderungan menyeragamkan cara berpikir manusia. Tradisi lokal perlahan bergeser dari ruang hidup […]