Pengalaman Estetik dalam Poetic Documentary

Oleh Bambang Supriadi* Dalam pembahasan film nonfiksi, sering muncul kerancuan antara istilah dokumentasi dan film dokumenter. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan kenyataan, tetapi sebenarnya tidak identik. Perbedaannya bukan hanya pada hasil akhirnya, melainkan juga pada peran pembuat di dalam prosesnya. Dokumentasi pada dasarnya adalah kegiatan mencatat atau merekam peristiwa dengan tujuan menyimpan jejak suatu kejadian […]

Di Balik Gema Ledakan Angka

Oleh Bambang Supriadi* Di sebuah ruangan tempat berlangsungnya Pra Kongres Badan Perfilman Indonesia 2026, digemakan satu capaian penting dalam perfilman Indonesia saat ini, yaitu ledakan jumlah penonton film nasional. Data yang disampaikan oleh Bappenas dan Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa dalam tren beberapa tahun terakhir, jumlah penonton bioskop Indonesia diperkirakan berada di kisaran 80 juta […]

“Chocolat” dan Cinta yang Dikomodifikasi

Oleh Purnawan Andra* Di tengah malam Valentine 14 Februari lalu, saya menonton kembali “Chocolat” karya Lasse Hallström yang diputar oleh HBO. Film produksi tahun 2000 itu pernah meraih sejumlah nominasi Oscar dan Golden Globe tahun 2001, termasuk kategori Film Terbaik, Aktris Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, dan Naskah Skenario Terbaik.  Dibintangi Juliette Binoche sebagai Vianne Rocher, […]

Film “Jude” dan Cara Kita Membaca Tragedi Anak 

Oleh Purnawan andra* Beberapa hari terakhir, kita dikejutkan oleh sebuah berita sedih. Seorang anak berusia 10 tahun, siswa kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Ia meninggalkan surat untuk ibunya, ditulis dengan kalimat pendek dan sederhana, khas anak-anak. Isinya berisi permintaan maaf dan harapan agar sang ibu tidak bersedih. […]

Politik Tubuh (Pasca Penutupan) Gang Dolly: Sebuah Utopia Menghapus Pelacuran?

Oleh  Afiyanti*   “Upaya meniadakan pelacuran sering dibingkai sebagai kemenangan moral, sebuah utopia yang dibangun atas keyakinan bahwa regulasi dapat membersihkan ruang sosial dari praktik yang dianggap ‘menyimpang’. Pelacuran diperlakukan sebagai masalah moral yang bisa dihapus melalui larangan, bukan sebagai konsekuensi dari sistem ekonomi politik yang tidak menyediakan alternatif hidup yang layak bagi pekerjanya.” Dokumenter […]

Pertarungan di Ruang Putar

Oleh Tonny Trimarsanto*   Saat itu, saya tidak terlalu ingat persis tahunnya, namun maaf saya tetap ingin ceritakan suasananya, soal kegudahan yang belum terjawab. Suatu hari, saya dikontak oleh penyelenggara Q Film Festival. Mereka ingin memutar filem saya, yang bertema minoritas gender. Dengan senang hati, saya menyampaikan kesediaan untuk diputar dalam program festival mereka. Sejak […]

Yang Datang Membunuh dan Memeluk Ingatan

Oleh Tonny Trimarsanto* Ada satu hal yang menggoda, ketika mengingat film klasik Italia, Cinema Paradiso karya sutradara Giussepe Tornatore. Ya atau tidak, film itu mengajarkan soal betapa strategisnya ingatan dan bagaimana memainkan ingatan dalam sebuah petualangannya, akhirnya ingatan itu menjadi sebuah karya. Ingatan adalah bahan mentah aktif yang tersimpan, namun tetap hidup. Ingatan tidak saja […]

Bioskop sebagai Ruang Budaya dan Estetika Kuasa 

Oleh Purnawan Andra* Ruang bioskop selama ini dipahami sebagai tempat pelarian dari rutinitas. Gelapnya ruangan, dentuman suara, dan layar raksasa memberi kesempatan bagi penonton untuk memasuki dunia lain—dunia fiksi, imajinasi, dan kadang refleksi. Namun belakangan, pengalaman ini berubah.  Sebelum film dimulai, layar bioskop di Indonesia dipenuhi video capaian pemerintah, menampilkan Presiden Prabowo dengan narasi pembangunan, […]

Metode Kebenaran

Oleh Tonny Trimarsanto* Randal Dale Adams, dituduh membunuh seorang polisi Robert Wood di Dallas tahun 1976. Kasus ini membuat Adams dijatuhi hukuman seumur hidup. Sementara Adams merasa dirinya dijebak dan dipersalahkan atas tindakan yang tidak pernah dilakukannya, dengan saksi yang menurutnya adalah pelaku sesungguhnya. Kasus hukum yang nampaknya biasa, atau malah rumit dan penting untuk […]

Pengepungan Tak Selesai: Sebuah Tafsir Eksistensial atas Film Joko Anwar

Oleh Drupadi Astuti* Bukit Duri, yang dalam kenyataan adalah hamparan pinggiran ibu kota yang penuh luka penggusuran, dalam film ini menjelma menjadi tanda, metafora, labirin kesadaran kolektif. Joko Anwar, lewat Pengepungan di Bukit Duri, tidak hanya membuat film—ia membongkar memori kota, memori kelas, memori negara, dan memori kita sebagai bangsa yang terlalu sering lupa kepada […]