Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

UNTUKMU YANG MENGHAPUS SEPI TEMAN Di bangku kayu itu, kau duduk dengan secangkir kopi dan sepotong senyuman yang membatalkan seluruh kekalahanku. Kita tak butuh banyak kata sebab sunyi pun bisa kita ajak untuk berseloroh tentang luka, dan kau menjahitnya dengan tawa yang kau selundupkan di antara kepulan kenangan. Kau tak pernah bertanya mengapa mataku basah […]

Sajak-sajak Seno Joko Suyono

Sajak Ramadhan 4 Buku-buku tua di kios loakan ini Sudah lebih 50 tahun berderet di rak Tak ada yang pernah membuka halaman Apalagi berniat membelinya Ia kalah laris dengan buku-buku Tajwid bagi pemula Pelajaran Tahsin dan kiat pelafalan dari tenggorokan, bibir, lidah Kitab Halal dan Haram dalam Rumah Tangga Atau buku metode cara shalat khusyuk […]

Di antara Cinta dan Kata: Refleksi Penyair dalam Mawaddah

Oleh Abdul Wachid B.S.    1. Pengantar Kata mawaddah dalam bahasa Arab secara leksikal berarti cinta yang mendalam, kasih yang tumbuh karena kehendak dan kesadaran ruhani, bukan sekadar ketertarikan emosional maupun fisik. Dalam Al-Qur’an, kata ini muncul dalam konteks relasi suci antara suami dan istri, sebagaimana dalam QS Ar-Rum [30]: 21: “Dan di antara tanda-tanda […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI CINTA FITRAH   YANG DUDUK DI SAMPING KESUNYIANKU Ia tidak datang. Bayang langit patah, jatuh perlahan, menempel di lantai kamar yang dingin seperti waktu yang tertahan. Namanya bersembunyi di denyut cahaya yang meredup, di sela tubuh yang menebak arah dan jam-jam yang merayap tanpa suara. Ia tidak duduk. Batu di padang pasir diam menahan […]

Sajak-sajak Seno Joko Suyono

Sajak Ramadhan   Sajak Ramadhan 1 Aku menjenguk museummu di malam Lailatul Qadr Tak ada kurator yang menyambutku di pintu masuk Katalog peganganku adalah perasaan apa adanya Hatiku sumarah bakal menyaksikan keganjilan-keganjilan dipamerkan di 10 malam terakhir Aku menyukai museummu yang tanpa sertifikat Museummu menolak aturan undang-undang Menampik standardisasi, dan tak perduli pendanaan tetap Museummu […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI IHSAN   KESADARAN MELIHAT ALLAH MELIHAT DENGAN MATA HATI Di balik kelopak mata, ada embun yang tak pernah menguap. Ia bukan milik pagi, berasal dari dalam suluk yang lama tersembunyi. Aku menyimak bayang-bayang di atas permukaan air kendi, tak ada wajah, hanya gemetar cahaya menyebut Nama-Mu dalam diam. Burung-burung terbang ke arah timur, suara […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

PUISI KENTUT Di antara anggapan yang paling tak bunga Di antara sangkaan yang paling sampah Ialah merasa Kentutku lebih harum dari pada kentut orang lain   PUISI ORANG Orang itu mengeluh di media sosial Karena gajinya tak cukup untuk dimakan Lalu langit disalahkan Bahwa air tak becus menjadi hujan Bahwa gunung tak pantas berselimut hutan […]

Godi Suwarna: Sang “Dalang” Kata dari Astana Gede

Oleh Angin Kamajaya* Jika karya sastra Sunda kerap dibayangkan sebagai ruangan yang tenang dan santun, Godi Suwarna adalah orang yang masuk ke ruangan itu sambil menari, berteriak, dan memukau semua orang. Lahir di Tasikmalaya pada 23 Mei 1956, Godi dikenal sebagai sastrawan serba bisa. Penyair, cerpenis, novelis, hingga dramawan. Namun, julukan yang mungkin paling tepat […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI RUKUN IMAN   – IMAN KEPADA ALLAH YANG TAK PERNAH PERGI Di balik sunyi yang menusuk ke tulang, ada jejak-Nya yang tak pernah benar-benar hilang. Ia bersembunyi di balik desir angin yang menyentuh reranting, di mata air yang menetes dari pelupuk waktu, di dada yang kadang sesak oleh rindu tanpa nama. “Apa yang di […]

Puisi-puisi Emi Suy

ASAL MULA TUBUH Tubuhku bukanlah terbuat dari cahaya, bukan pula dari sesuatu yang suci. Aku terbuat dari tanah, tanah yang menempel di tumit, lumpur yang sulit dibersihkan,   lutut lecet, bau keringat. Sore hari aku pulang, baju asin karena matahari, perut keroncongan,   ibu di dapur meniup api seperti meniup nasib yang keras kepala. Dari […]