Teh Semesta, Teko, dan Ibunda

Oleh : Agus Dermawan T.* Artikel untuk menyambut Hari Teh Internasional, 21 Mei. Ibu Sang Pemberi, sejak dulu disimbolkan sebagai teko teh, atau teapot. Dari mana teko teh itu menemukan makna dan legendanya? PENYAIR Lu Yu (733-804), menulis puisi “Secangkir Teh”, yang liriknya begini. Daun teh seharusnya menggulung, seperti lipatan kaki banteng, Berkerut seperti sepatu […]

Dua Dekade Kelana Garis

Pameran Lukisan Retrospeksi Wayan Kun Adnyana Oleh : Arif Bagus Prasetyo* Ketika memasuki ruang pameran, pengunjung langsung dihadang sebarisan figur lelaki gemuk. Mereka tidak menyambut dengan wajah cerah. Sebaliknya, justru memunggungi pengunjung. Masing-masing hadir secara tunggal pada sederet kanvas, figur-figur itu bertubuh bulat karikatural seperti bola batu. Sebagian besar dari mereka menyembunyikan tangan di punggung […]

Horor Mei Taman Suropati

Oleh Agus Dermawan T* Pada Mei 1998 silam Taman Suropati di Jakarta Pusat, menjelma jadi lapangan horor sosial-politik menyeramkan. Mari mengingat sejarah kecil taman artistik yang berusia seabad lebih ini. ———– TAMAN Suropati, yang bersentuhan dengan Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, adalah taman legendaris di Jakarta. Alkisah taman ini dibangun oleh F.J.Kubatz […]

Transformasi tanpa Transisi. Buruh, Seni, dan Jejak Perlawanan

Oleh Abad Akbar*   Pameran bukan sekadar ruang estetika; ia juga arena artikulasi, menjadi tempat gagasan sosial dipertemukan dengan bahasa visual. Dalam konteks itu, pameran bertajuk “Transformasi tanpa Transisi” yang digelar di Survive Garage oleh kolektif Parkir Liar menjadi menarik untuk dibaca lebih jauh. Kolektif yang beranggotakan mahasiswa TKS ISI Yogyakarta (Fairuz, Nabil HP, Naza, […]

Para Komikus Tionghoa dan Lee Man Fong

Oleh Agus Dermawan T.*   Stimulasi Lee Man Fong dalam ekosistem seni rupa Tionghoa merambat sampai ke dunia komik. Kemunculan Siauw Tik Kwie, Goei Kwat Siong, Johnlo, Kwik Ing Hoo, Ganes TH, Hans Djaladara, Sim, Floren sebagai komikus ternyata diinspirasi pikiran Lee Man Fong. Bahkan kemunculan berketerusan Kho Wan Gie pencipta Put On juga atas […]

Arsip Visual Fotografi Koleksi Melani Setiawan

Oleh Mikke Susanto* Dulu kita sering mengandalkan teks untuk mengingat masa lalu. Entah dalam bentuk prasasti, lontar, buku sejarah, sms, WhatsApp, atau mungkin teks kuratorial. Namun ada satu jenis ingatan yang bekerja dengan cara berbeda yakni fotografi. Arsip visual berupa fotografi tidak menjelas-jelaskan seperti halnya arsip tekstual. Justru di dalamnya menunjukkan hal-hal yang menuntut kita […]

Obituari: Lanny Andriani

Oleh Agus Dermawan T.*   Patricia Lanny Andriani dikenal sebagai pelukis, guru melukis dan sekaligus penyelenggara pameran seni lukis. Sejak tahun 1980-an namanya tidak pernah lepas dari kegiatan seni rupa. Setelah berkiprah lebih dari 40 tahun, setelah mengarungi hidup yang meriah sekaligus rumit, ia pergi tanpa pamit.  ———– PADA minggu pertama April, isteri saya Iliana […]

Sehari Boleh Gila: Menguji Batas Seni, Menyembuhkan Luka, dan Menemukan Kebebasan

Oleh Abad Akbar* Dalam lanskap seni rupa Yogyakarta yang dinamis, terdapat satu program yang secara konsisten menghadirkan ruang refleksi sekaligus eksperimen ia dinamai Sehari Boleh Gila (SBG). Program ini bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan ruang alternatif yang mempertemukan gagasan, praktik artistik, serta pengalaman batin yang jarang terakomodasi dalam sistem seni yang semakin terstruktur dan berorientasi […]

In Memoriam: Pelukis Titis 

Oleh Agus Dermawan T.* Pelukis yang menekuni media pastel sepanjang karir, sangatlah jarang di Indonesia. Salah satu yang terbaik, Titis Jabaruddin, baru saja meninggal dunia. ————- TITIS Jabaruddin, pelukis perempuan Indonesia kelahiran di desa Duari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 2 Januari 1943, baru saja wafat. Dengan bahagia ia meninggalkan dunia fana pada Jum’at malam, 10 […]

Menggugat Hegemoni Mooi-Indie melalui Pameran Lanskap

Oleh Arramadhan Abad Akbar M*   Siapa yang tidak mengenal lukisan pemandangan yang indah dan menenangkan? Imaji tentang pegunungan hijau, hamparan sawah, lembah yang subur, hingga suasana pedesaan yang damai telah lama membentuk persepsi visual tentang Indonesia. Representasi tersebut begitu kuat hingga seolah menjadi gambaran tunggal mengenai realitas lanskap Nusantara. Lukisan-lukisan semacam ini dikenal sebagai […]