Repatriasi Tanpa Reformasi Museum: Sebuah Pertaruhan bagi Warisan Budaya Indonesia

Oleh: Asfarinal* Gelombang repatriasi benda budaya dari berbagai museum di Eropa kepada negara-negara asalnya sedang mengubah arah diplomasi kebudayaan dunia. Benda-benda yang selama puluhan hingga ratusan tahun meninggalkan tanah kelahirannya kini mulai memperoleh kesempatan untuk kembali. Fenomena ini bukan sekadar perpindahan koleksi museum, melainkan koreksi terhadap sejarah kolonial yang selama berabad-abad menempatkan bangsa-bangsa jajahan sebagai […]

 Imes Di Antara Zaini Dan Oesman Effendi

 Oleh: Seno Joko Suyono* Divalproex, Escitalopram, Lorazepam. Tiga  lukisan abstrak Paskalia Prameswari Wardhani atau  Imes Paskalia yang dipamerkan di Selasar Nashar,Paviliun Raden Saleh, Artotel Taman Ismail Marzuki diberi judul tersebut. Tiga lukisan itu dibuat dengan charcoal di atas kertas putih. Kita meihat gambarnya seperti garis-garis dan luapan spontan emosi yang menghasilkan visual hitam berasosiasi garis-garis […]

Nyoman Gunarsa Museum: Ruang Pertemuan yang Klasik dan Modern

Oleh: Abad Akbar* Kamasan dan Akar Seni Lukis Bali Perjalanan kali ini membawa saya ke Kabupaten Klungkung, Bali Timur, sebuah wilayah yang sering disebut sebagai tempat lahirnya tradisi seni lukis klasik Bali. Banyak seniman dan pemerhati seni menyebut bahwa sejarah seni lukis Bali bermula dari Desa Kamasan, sebuah desa yang hingga kini masih mempertahankan tradisi […]

Sepuluh Tahun Wafatnya Museum Nusantara

Oleh: Agus Dermawan T.* Ketika mengenang almarhum Museum Nusantara – Delft, saya teringat pameran “Printing the Unprinted”di Pavilyun Indonesia, Biennale Venezia 2026, Italia. Lho, apa hubungannya? ————– AKIBAT kelesuan ekonomi Eropa selama beberapa tahun, pada 2013 muncul rumor bahwa Museum Nusantara di Delft, Belanda, akan ditutup. Rumor itu menjadi kenyataan ketika Pemerintah Belanda mengumumkan rencana […]

Museum SAKA: Meruwat yang Kritis, Menjaga yang Bertahan, dan Menumbuhkan yang Hilang

Oleh: Abad Akbar* Ada yang menarik di Museum SAKA kali ini. Rabu (3/6) saya berkesempatan mengunjungi Museum SAKA di Jimbaran, Bali. Dalam kunjungan tersebut saya bertemu dengan Marlowe Bandem, salah satu dewan penasihat sekaligus kurator museum. Perjalanan dimulai sekitar pukul dua siang. Saya bersama satu keluarga asal Tiongkok mendapat kesempatan mengikuti tur yang dipandu langsung […]

Wajah “Agak Laen” Para Legenda

Oleh : Agus Dermawan T. Mengamati wajah-wajah legenda pahlawan Nusantara dan Indonesia. Adakah semuanya faktual? Ternyata banyak yang hasil reka visual. ———— Pada akhir April 2026, saya menerima WA (WhatsApp) dari guru besar riset sosial politik BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. Dr. Asvi Warman Adam. Dalam WA, sejarawan utama Indonesia itu mengirim artikel […]

Teh Semesta, Teko, dan Ibunda

Oleh : Agus Dermawan T.* Artikel untuk menyambut Hari Teh Internasional, 21 Mei. Ibu Sang Pemberi, sejak dulu disimbolkan sebagai teko teh, atau teapot. Dari mana teko teh itu menemukan makna dan legendanya? PENYAIR Lu Yu (733-804), menulis puisi “Secangkir Teh”, yang liriknya begini. Daun teh seharusnya menggulung, seperti lipatan kaki banteng, Berkerut seperti sepatu […]

Dua Dekade Kelana Garis

Pameran Lukisan Retrospeksi Wayan Kun Adnyana Oleh : Arif Bagus Prasetyo* Ketika memasuki ruang pameran, pengunjung langsung dihadang sebarisan figur lelaki gemuk. Mereka tidak menyambut dengan wajah cerah. Sebaliknya, justru memunggungi pengunjung. Masing-masing hadir secara tunggal pada sederet kanvas, figur-figur itu bertubuh bulat karikatural seperti bola batu. Sebagian besar dari mereka menyembunyikan tangan di punggung […]

Horor Mei Taman Suropati

Oleh Agus Dermawan T* Pada Mei 1998 silam Taman Suropati di Jakarta Pusat, menjelma jadi lapangan horor sosial-politik menyeramkan. Mari mengingat sejarah kecil taman artistik yang berusia seabad lebih ini. ———– TAMAN Suropati, yang bersentuhan dengan Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, adalah taman legendaris di Jakarta. Alkisah taman ini dibangun oleh F.J.Kubatz […]

Transformasi tanpa Transisi. Buruh, Seni, dan Jejak Perlawanan

Oleh Abad Akbar*   Pameran bukan sekadar ruang estetika; ia juga arena artikulasi, menjadi tempat gagasan sosial dipertemukan dengan bahasa visual. Dalam konteks itu, pameran bertajuk “Transformasi tanpa Transisi” yang digelar di Survive Garage oleh kolektif Parkir Liar menjadi menarik untuk dibaca lebih jauh. Kolektif yang beranggotakan mahasiswa TKS ISI Yogyakarta (Fairuz, Nabil HP, Naza, […]