Emosi dalam Gurat Pena Hitam di Atas Putih

Oleh Mentari* Pameran “Never Mind the Borok” oleh Res Harris menempatkan “borok” bukan sekadar sebagai citra luka fisik, melainkan metafora bagi keretakan kecil yang menyusun pengalaman hidup kontemporer. Frasa “never mind” mengusulkan sikap pura-pura abai, namun kehadiran kata “borok” justru tampak menegaskan bahwa ada sesuatu yang terus-menerus mengganggu, menolak untuk benar-benar dilupakan. Dalam konteks ini, […]

Ketika Keraton Membuka Arsip: Menengok Pameran Smara-Bawana dan Sejarah Tata Ruang Yogyakarta

Oleh Tovic Dwi Raharjo*   Pagi itu, udara di kompleks Keraton Yogyakarta masih terasa segar. Pepohonan besar yang rindang menghadirkan keteduhan alami. Para abdi dalem dengan pakaian adat peranakan telah menempati posisi masing-masing, siap menyambut para pengunjung dengan ramah sejak dari loket masuk. Keraton bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup yang masih menjalankan tradisi […]

Ini Rumahku, Bukan Galerimu

(Saripati Idul Fitri 2026)   Oleh Mikke Susanto* Sehari setelah gema takbir dan khusyuknya sholat Id di Mushola “Al Hikmah” di Kampung Jetak, Godean, Sleman tubuhku seperti masih menyimpan residu sakralitas yang perlahan bertransformasi menjadi energi sosial. Usai sholat id, Sabtu 21 Maret 2026, bersama istri dan 2 anak lelakiku memulai perjalanan silaturahim menuju Bantul […]

Seni Rupa Islam: Ke Mana-mana dan Di Mana-mana 

 Oleh Agus Dermawan T.* Kebudayaan Iran yang membawakan spirit Islam Persia berusaha dihancurkan oleh Israel dan Amerika Serikat. Semata-mata demi kepentingan politik yang berujung soal minyak. Bacaan hangat di kala  Idul Fitri. ———- MILITER gabungan Israel dan Amerika Serikat mengebomi Arg Square di Teheran, awal Maret 2026 lalu. Pengeboman ini berdampak kepada Istana Golestan. Dengan […]

Dari Jalanan ke Galeri: Membaca Pameran “Tidak Ada Makan Siang Hari Ini”

Oleh Saptaria An-Nisa Nirwikara* Street Art dan Ruang Publik Seni jalanan atau street art merupakan salah satu praktik seni yang ekosistemnya masih bertahan hingga sekarang. Praktik ini terus menarik perhatian anak muda dan telah lama digunakan sebagai medium untuk menyampaikan pesan maupun kritik. Street art tumbuh di ruang publik dan berinteraksi langsung dengan lingkungan kota […]

Arsip, Ham, Modal Perlawanan

Oleh Mikke Susanto*   Ancaman paling serius bagi sebuah negara sering kali bukan datang dari luar, tetapi dari kemampuannya sendiri menjaga ingatan dan menegakkan keadilan. Sebesar apa pun anggaran pembangunan atau pelaksanaan visi hasil pemilu, semuanya runtuh ketika negara memilih lupa terhadap kekerasan yang pernah terjadi pada warganya. Pada titik itu, fondasi moral bangsa retak. […]

Kurasi, Koleksi, dan Ruang Ingatan di Museum Mpu Purwa

Oleh Pramita Dewi Safitri* Sejarah tidak hanya hadir melalui buku, tetapi juga melalui ruang. Di museum, masa lalu tidak pernah tampil secara utuh sebagaimana adanya. Ia hadir melalui serangkaian pilihan: apa yang dipamerkan, apa yang disimpan, dan apa yang tetap berada di balik ruang penyimpanan. Proses inilah yang dikenal sebagai kurasi. Dalam praktik permuseuman, kurasi […]

Filantropi Sunyi Hamid Nabhan

Oleh Fabiola Natasha* Dalam dunia seni rupa, praktik berkesenian sering kali berkaitan erat dengan banyak nilai. Nilai-nilai yang berasal dari pasar, institusi, dan sistem legitimasi budaya mempengaruhi bagaimana sebuah karya dibuat, dipamerkan, dan dihargai. Uniknya di tengah arus komersialisasi yang semakin kuat, muncul praktik-praktik alternatif yang menempatkan seni dalam relasi yang lebih humanistik. Seniman menciptakan […]

Lingga-Yoni Arahmaiani

Oleh Dinda Kamila* Dalam praktik seni kontemporer, karya sering kali dipahami sebagai ruang ekspresi visual atau kritik terhadap realitas sosial. Namun bagi Arahmaiani, seni juga merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Praktik berkaryanya tidak hanya lahir dari pertimbangan estetika, tetapi juga dari proses refleksi batin yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah percakapan singkat, Arahmaiani menyinggung […]

Jejak Bibir di Venesia

Oleh: Eduardo Marques*   Baru saya sadari bahwa ada hal penting terkait dunia seni kontemporer di Timor Leste. Hal penting itu terkait dengan seorang perupa yang kukenal tahun 2005 silam, saat bertemu di debut pameran tunggalnya A Dream Come True yang dibuka oleh First Lady, Kristy Sword Gusmão di Hotel Timor Dili. Sangat signifikan keberadaannya. […]