Hakikat Suluk dalam Tradisi Tasawuf

Oleh Abdul Wachid B.S.* 1. Kekosongan Manusia Modern di Tengah Kelimpahan Hidup Di era layar bercahaya dan sentuhan jari yang mudah, manusia justru semakin sering merasa hampa. Paradoks ini nyata: kebutuhan materi mudah dipenuhi, namun makna hidup terasa jauh. Kita dikelilingi informasi, hiburan, pilihan, dan peluang, tetapi batin sering kehilangan arah pulang. Pertanyaan tentang makna […]

Wajah Perempuan dalam Sastra Jawa

Sebuah Koreografi Estetika Macak, Masak, Manak Oleh: Gus Nas Jogja* Di cakrawala sejarah yang berselimut kabut duwung, perempuan Jawa kerap hadir bagaikan gending yang mengalun di sela derit pintu jati: ada, namun seringkali dianggap sebagai latar yang gaib. Namun, jika kita menyelam lebih dalam ke palung literasi budaya, melintasi reruntuhan candi yang membisu hingga ke […]

Pentingnya Sastra Lisan dalam Sejarah

Membaca Denyut Nadi dalam Rahim Waktu Ketika Aksara Kehilangan Nafasnya Oleh: Gus Nas Jogja* Sejarah sering kali kita bayangkan sebagai deretan angka tahun yang dingin, barisan nama raja yang telah membatu, dan tumpukan kertas kusam yang berbau debu perpustakaan. Kita telah lama terjebak dalam mitos bahwa kebenaran masa lalu hanya sah jika ia terpahat di […]

Anugerah Kebudayaan untuk Bupati, Walikota, dan Purnawirawan Wartawan, 2026

Oleh Agus Dermawan T.* Sepuluh Bupati dan Walikota menerima Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia Pusat. Tiga mantan wartawan juga dijunjung sebagai juara. Upacara besar dilakukan di lapangan Masjid Raya Albantani, Kota Serang, Banten, pada Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026, yang dihadiri sejumlah menteri Ketua MPR, dan anggota DPR. ———– SEJAK September 2025 tim […]

Ensiklopedi Sastra Nusantara: Dari Entri ke Kesadaran Kebudayaan

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Ensiklopedi sebagai Ikhtiar Kebudayaan, Bukan Sekadar Buku Rujukan Ensiklopedi Sastra Nusantara (ESN), yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya bekerja sama dengan Pusat Studi Sunda dan Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta pada tahun 2026 ini, tidak lahir dari ruang yang hening dan steril. Ia hadir justru ketika ingatan kebudayaan kita kerap terputus-putus, ketika sastra […]

Sastra Santri dan Sastra Pesantren dalam Konstelasi 

Kesusastraan Indonesia Modern: Jalan Baru Kebudayaan Islam Oleh Abdul Wachid B.S.*    I. Konteks dan Urgensi Di tengah dinamika kebudayaan Indonesia yang kian kompleks, cair, dan plural, sastra santri dan sastra pesantren tampil sebagai gejala literasi yang tidak bisa lagi dipandang pinggiran. Pesantren yang selama berabad-abad dikenal sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman seperti fiqh, tasawuf, […]

Menyusuri Dunia Puisi Aslan Abidin: Dimensi dan Posisi dalam Perpuisian Indonesia

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Pendahuluan Membaca puisi-puisi Aslan Abidin sering kali terasa seperti memasuki sebuah kota pada jam-jam yang tidak dicatat dalam peta wisata. Ada senja yang basah, lorong-lorong sosial yang pengap, percakapan batin yang berlangsung setengah berbisik, setengah memberontak. Makassar hadir, tetapi tidak sebagai latar geografis semata. Ia menjelma pengalaman. Dari sanalah […]

Menggali Makna Serat Nitisruti: Arsitektur Jiwa dan Estetika Ketentraman

Oleh: Gus Nas Jogja* Menyelami samudera pemikiran Pangeran Karanggayam dalam Serat Nitisruti bukan sekadar membaca naskah kuno dari tahun 1612, melainkan sebuah ziarah batin menuju hulu peradaban Jawa yang adiluhung. Pangeran Karanggayam, sang pujangga dari Pajang yang juga leluhur Raden Ngabehi Ronggowarsito, menyusun untaian kata ini bukan sebagai doktrin kekuasaan yang kaku, melainkan sebagai komposisi […]

“Surat Wasiat” dan Etika Ingatan: Membaca Agus R. Sarjono dari Puisi yang Mengikat Puisi-Puisinya

Oleh Abdul Wachid B.S.*   I. Masuk Melalui Pertanyaan Estetik Ada satu pertanyaan yang selalu terasa mengganjal setiap kali kita berhadapan dengan penyair yang puisinya banyak, beragam, dan (yang terpenting) saling berbicara satu sama lain: bagaimana mungkin kita memilih satu puisi terbaik tanpa mengkhianati puisi-puisi yang lain? Pertanyaan ini bukan perkara selera, apalagi soal peringkat. […]

Natural Born Killers, Masyarakat Tontonan dan Kebudayaan sebagai Dekorasi 

Oleh Purnawan Andra* Beberapa waktu lalu, saya menonton (lagi) film Natural Born Killers ketika diputar di acara Bioskop Trans TV hari Selasa tanggal 20 Januari 2026 sesi malam. Sebelumnya, saya menonton film ini di acara “Sepekan Film Quentin Tarantino” yang diadakan di Gedung Kampus Sekip oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Film Kine Klub Jurusan Komunikasi […]