Presentasi Zai Kuning dan Xiaohan di Plesungan

Studio Plesungan besutan Melati Suryodarmo, merupakan salah satu wadah bagi para seniman untuk berproses menciptakan karya kreatif, yang terletak di Desa Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam praktiknya, Studio Plesungan menyediakan berbagai program yang ditujukan bagi para seniman, dimulai dari workshop, kelas, hingga residensi dan presentasi untuk para seniman mancanegara.

Pada hari Rabu, 3 Mei 2023, Studio Plesungan mempersembahkan sebuah Presentasi Publik oleh dua seniman residensi, yaitu Zai Kuning dari Singapura sebagai sutradara atau pemrakarsa, yang bekerja sama dengan Xiaohan Han dari Machuria, China. Presentasi Publik tersebut bertajuk “Kisah Pagan dan Lagu-lagunya yang Hilang” atau The Pagan Stories and Its Prodigal Songs. Proses penciptaan karya ini telah dimulai oleh Zai Kuning sejak sekitar tahun 1995, yang pada awalnya berkisah mengenai cerita-cerita masyarakat adat Orang Laut. Topik tersebut digelutinya jauh sebelum ia menaruh perhatian terhadap kisah-kisah masyarakat adat Kepulauan Riau, Malaysia Barat, dan Thailand. Baginya, saat ini semuanya adalah tentang ikut serta dalam menyadari dan merasakan situasi penduduk asli dunia yang mengalami nasib yang sama, terutama pada krisis kepemilikan tanah, seni, musik, dan tarian yang telah ada selama jutaan tahun melalui dunia Animisme/Paganisme dan Shamanisme.

Poster Acara Presentasi Publik. (Sumber: Instagram @studioplesungan).

Pada acara yang terbuka secara gratis dan untuk umum ini, terdapat dua agenda program yaitu Seni Pertunjukkan yang berlangsung pada pkl. 19.00 – 20.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan Bincang Seniman pada pkl. 20.00 – 21.00 WIB. Adapun fokus utama yang disampaikan oleh kedua seniman tersebut adalah mengenai musik rakyat dari tradisi spiritual Manchuria yang telah ditafsirkan oleh Xiaohan.

Kerja sama antara Zai dan Xiaohan Han diwujudkan melalui pencarian mereka mengenai ‘Music for Dance Theatre’. Studio Plesungan menjadi titik awal bagi Zai dalam proses pencarian musisi dan penari hingga akhir tahun 2023 ini. Pada tahun 2024, ia berharap proses penciptaan The Pagan Stories dapat dimulai, setelah 20 tahun absen di dunia teater tari sebagai sutradara dan penampil.

Mengenal Lebih Dekat Sang Seniman

Zai Kuning

Zai Kuning merupakan salah satu seniman ulung yang berasal dari Singapura. Secara konsisten, ia terlibat dalam pertautan yang unik antara budaya dan ekologi di kawasan Asia Tenggara. Dalam dunia seni rupa, Zai merupakan seorang pelopor dari praktik multi-disiplin dan improvisasi serbaguna yang mencakup patung, instalasi, lukisan dan gambar. Selain itu, Zai juga memberikan pengaruhnya yang sangat besar dalam dunia seni pertunjukkan, dimulai dari suara/musik eksperimental, video, film, seni tari, dan teater.

Potret Zai Kuning. (Sumber: https://www.lasalle.edu.sg/star-alumni/zai-kuning).

Selanjutnya, Zai sebagai seorang seniman tidak hanya aktif dalam proses penciptaan sebuah karya saja, lebih dari itu, ia juga aktif ikut serta memajukan organisasi dan wadah bagi para seniman. Kontrbusinya tersebut dapat dilihat dari riwayat jabatan yang dimilikinya, yakni sebagai presiden pertama The Artists Village (TAV). TAV merpaka sebuah kolektif seniman yang didirikan oleh Tang Da Wu di Singapura. Setelah mengabdikan dirinya di TAV, Zai kemudian membentuk Metabolic Theater Laboratory (MTL), yakni sebuah perusahaan teater tari yang berorientasi pada penelitian dan produksi, yang dilakukan di Hongkong, Jepang, dan Korea.

Xiaohan Han

Xiaohan Han merupakan salah seorang seniman berpengaruh asal Manchuria, China, yang lahir pada tahun 1974 dan memulai karirnya pada tahun 1993. Kepiawaiannya dalam dunia musik, membuat ia dikenal sebagai seorang komposer kontemporer dan penyair, yang memadukan unsur-unsur musik daerah dengan karir musik profesionalnya selama hampir 30 tahun. Sebagian besar dari karya Xiaohan Han terinspirsi dari mitos dan legenda kuno ‘Pegunungan Putih dan Perairan Hitam’ (White Mountain and Black Water). Dalam proses penciptaannya, hampir semua musik didasari pada logika etnomusikologi Asia Timur. Selain itu, Xiaohan juga menerapkan metode komposisi modern Barat, dan kehalusannya penuh dengan situasi oriental yang misterius, sunyi, serta memberikan citra piktorial.

Potret Xiaohan Han. (Sumber: http://www.sgwlx.com/WorkDetail.aspx?aid=873)

Program Residensi bagi Seniman Mancanegara di Studio Plesungan

Salah satu program utama yang disediakan oleh Studio Plesungan adalah program residensi yang ditujukan bagi para seniman baik lokal maupun mancanegara. Program ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2015, dengan agenda utama yakni memberikan kesempatan bagi para seniman (seni rupa, tari, teater, musik dan sastra) untuk tinggal sementara di rumah residensi yang telah disediakan dan berinteraksi secara langsung dengan seni dan lingkungan budaya lokal. Bagi para seniman yang tertarik untuk mengikuti program ini dapat melakukan pendaftaran dengan mengirimkan persyaratan melalui alamat email info@studioplesungan.org. Adapun informasi lebih lanjut mengenai syarat pendaftaran, prosedur, hingga fasilitas, dapat diakses melalui laman resmi Studio Plesungan, yaitu studioplesungan.org.

 

*Lesi L.