Pos

Juri Itu Jurig

Mengulik Penjurian Teater Oleh: Madin Tyasawan* Subjektivitas penjurian dan ketidakjelasan kriteria penilaian sering dianggap sebagai biang keladi kekisruhan dalam lomba teater. Persoalan klasik festival teater yang bersifat kompetisi (lomba) acap terjadi pada ranah penjurian. Bagi kelompok pemenang, juri disanjung sebagai dewa penolong. Buat yang kalah juri akan dianggap “jurig” (sebutan ‘hantu’ dalam bahasa Sunda), penjegal […]

Letupan Diksi di Bawah Bayang-bayang Negara

Oleh Wahyu Kris* Letupan diksi ‘kalcer’ dan ‘anjay’ yang terlontar di Pasar Monolog #4 berhasil menarik penonton yang sebagian memang Gen Z. Namun, tarikan lebih menohok ada pada diksi ‘konoha’ dan ‘mens rea’ yang perlahan menggiring mereka memasuki pusaran persoalan yang direproduksi negara.   Bertempat di Ruang Amphiteater Malang Creative Centre, Sabtu 24 Januari 2026, […]

Teater Dalam Pembelajaran Mendalam (Mengulik Teater Pelajar)

Oleh: Madin Tyasawan* Kendala sistemik dan guru yang tak menguasai strategi pengajaran membuat teater kurang mendapat perhatian di sekolah. Kita akan berdecak kagum saat menyaksikan penampilan kelompok teater pelajar berlaga di Festival Teater Pelajar (FTP) yang digelar setiap tahun di Jakarta. Pada rerata penampilannya, mereka memiliki semangat bermain yang enerjik, tubuh yang luwes, dengan vokal […]

Seni Abad 21: Membosankan Atau Membebaskan?

Oleh Eko Yuds  Seni modern hidup di antara kebebasan dan kebingungan. Ia tak lagi terikat oleh bentuk, gaya, atau pusat, tetapi juga kehilangan arah dan makna. Dari kardus sabun Warhol hingga mural di jalanan Yogyakarta, seni abad 21 menatap dunia tanpa peta—kadang membosankan, kadang membebaskan. Inilah zaman ketika karya bukan lagi sekadar benda, tetapi pernyataan […]

Perempuan dan Estetika Perjuangan: Membaca Feminisme dalam Kritik Seni dan Teater Tubuh

Oleh Galang Mario* Tubuh perempuan, sepanjang sejarah, tidak pernah benar-benar menjadi miliknya. Tubuhnya kerap dijadikan kanvas untuk citra, objek dalam sistem nilai, simbol dalam narasi budaya, dan pusat tarik ulur kuasa yang tak berkesudahan. Dalam dunia seni, tubuh perempuan bahkan sering kali tampil tanpa suara: diposisikan sebagai indah, namun diam; menggoda, namun tak berdaya. Tapi […]

Mengapa Teater Koma Belum Titik

Oleh Bambang Bujono* Sebuah catatan dari menonton pementasan Teater Koma Mencari Semar, naskah dan sutradara Rangga Riantiarno, di Ciputra Theatre, Jakarta, 13-17 Agustus 2025. Teater Koma belum titik. Grup yang didirikan pada 1977, ketika penggagas Taman Ismail Marzuki habis masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta, seolah hendak membuktikan bahwa tanpa seorang “maecenas” sekaliber Bang Ali, Teater […]

Festival Muria Raya #5: Renungan tentang Desa, Gunung, dan Jantung Sebuah Festival

Oleh Hadi Aktsar* Festival Muria Raya (FMR) #5, dengan tajuk “Wiwiting Werna Katresnan” (Permulaan Warna Cinta) yang diselenggarakan di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kabupaten Jepara, pada 16-17 Agustus 2025 lalu bukanlah sekadar perhelatan kebudayaan yang menyuguhkan kesenian sebagai tontonan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang perjumpaan, sebuah lanskap sosial yang menegaskan kembali nilai-nilai dasar kehidupan: […]

Catatan Pementasaan Teater Koma Mencari Semar, Karya/Sutradara Rangga Riantiarno

 PROSPEK III  Oleh Giri Basuki* Dalam guyuran derasnya air hujan, mobil MPV itu meluncur di jalan Pantura dari arah timur, sebelum akhirnya membelok kekiri menuju jalan alternatif, menempuh sisa perjalanan melalui rute perjalanan jalur tengah menuju Ibukota.  Setelah melewati beberapa desa, curah hujan mulai berkurang menyisakan rintiknya. Memasuki kawasan perkebunan, laju mobil sedikit melambat sebelum […]

Foto-Foto dari Lingen

Untuk kesekian kalinya Teater Anak Tanah Air pentas di ajang festival teater anak dunia. Kali ini di World Festival of Children’s Theatre di Lingen Jerman. Foto-foto yang dikirimkan panitia festival di Jerman kepada Jose Rizal Manoa demikian ekspresif. Dari foto-foto saja kita dapat melihat betapa anak-anak Indonesia memiliki energi kesukariaan yang membuncah. Petilan pentas berjudul […]

Pulanglah, anakku … sini, ada nasi dan ikan (Dari pertunjukan Studio Klampisan, Gumukrejo)

Oleh Afrizal Malna Sawah itu terletak di bagian belakang Studio Klampisan, dusun Gumukrejo, Purwoharjo, Banyuwangi. Sawah yang juga difungsikan sebagai laboratorium pertanian dan alih-alih sebuah pertunjukan berjudul “Repertoar Fenologi: Mangsa Iklim Mendidih”. Judul pertunjukan yang sudah menandai bagaimana sawah sebagai fenologi (studi biologis atas budidaya padi sebagai ekosistem pertanian maupun siklus musim) dihadapkan dengan perubahan […]