Pos

Natal, Api, dan Seni

Oleh: Agus Dermawan T.*   Dua cerita mengenai patung yang berkait dengan Natal. Suatu realitas betapa seni rupa, apa pun bentuk dan kontennya, selalu berhubungan dengan ekonomi, politik dan sosial. Dari yang teduh sampai yang banal. ——–   DI KOTA Gävle, sekitar 100 mil di utara Stockholm, Swedia, pada Desember sampai awal Januari, selalu berdiri […]

Kelahiran yang Kedua

Oleh: I Gde Jayakumara*   Seperti kelahiran kedua dari tuhan Dionysius, satu tuhan dalam mitologi Yunani, enam pelukis akademis Bali (diantaranya: Made Gunawan, I Wayan Santrayana, I Ketut Suasana Kabul, I Made Sutarjaya, I Ketut Suwidiarta, dan I Wayan Gede Budayana) mengelar pameran bersama bertajuk ‘Paradiso’. “Kelahiran pertama adalah kelahiran sebagai sosok subjek yang berDNA […]

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, dan Mengapa Kritik Seni Jurnalistik-Akademis

Oleh: Agus Dermawan T.*   Upacara penerimaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 digelar megah di gedung teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 17 Desember 2025. “Ini puncak penghargaan untuk orang-orang hebat yang bekerja sebagai mata air kebudayaan Indonesia,” kata penyelenggara. ———————— PADA hampir penghujung upacara Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 di gedung teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, Menteri […]

Metafora Tangan-tangan Keriput

Oleh: Seno Joko Suyono*   Tangan bisa menjadi metafora atau kode semiotik  apapun. Dari simbolisme esoterisme religi sampai kode politik. Dalam tradisi Budhis maupun Hindu misal dikenal mudra yaitu gerakan atau posisi tertentu  jari yang memiliki makna tertentu. Entah perlindungan dari bahaya, pengampuan  atau  cinta kasih. Mudra adalah contoh bagaimana tangan bisa menjadi sarana bagi […]

Iqi Qoror: Realitas Penampakan ala Zaman Simulakra

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Kita bersua dengan perupa Indonesia yang memiliki keberuntungan mampu berpameran sampai sepuluh kali pameran tunggal. Ia mewakili sedikit perupa kita yang getol melalui ‘pelancongan artistik’ ke berbagai galeri privat dan art fair dunia. Semisal di Singapura, Shanghai, London sampai Los Angeles, namun ia berlabuh Desember ini di artspace berjuluk Sal Project […]

Tanah Air Mata Ibu

Oleh: Bambang Asrini Widjanarko*   Bulan Desember dalam konteks kebangsaan, meyisakan hari sakral, yakni 22 Desember kelak dengan sebuah perayaan untuk seorang ibu. Bukan semata figur ibu secara harfiah adalah manusia yang memiliki rahim dan membesarkan anak-anaknya serta bertanggung jawab pada keluarga, namun ia memberi spasial makna lebih tinggi secara kolektif, ingatan tentang: ibu negeri. […]

Kemilau Toeti Heraty 92 Tahun: Pameran ‘Menyingkap Pretensi’

Oleh: Bambang Asrini*   Sebuah helatan milad, atau peringatan kelahiran seorang tokoh budaya memberi beban tersendiri bagi seorang penulis, apalagi menafsirkan cendekiawan skaliber Toeti Heraty yang multi-talenta dan penekun ilmu-pengetahuan filsafat pun seorang penyair. Tokoh kompleks dan sumbangsihnya yang nyata bagi pergerakan dan advokasi perempuan, penulis sajak-sajak yang piawai merangkai kata dan makna, seorang maesenas […]

100 Tahun Pelukis Genevieve Couteau

Oleh: Agus Dermawan T.*   Genevieve, ibunda peneliti dan budayawan ternama Jean Couteau, adalah pelukis perempuan Prancis yang intens merekam kehidupan Bali. Karyanya tinggi dalam mutu, namun namanya sering dilupakan. Pada 2025 ini, ketika “usia”nya genap 100 tahun, eksistensinya pantas dirayakan. —— JARANG yang ingat bahwa 2025 ini adalah 100 tahun Genevieve Couteau, seorang pelukis […]

 Pameran Seni ‘Descending’ di Artsphere, Dharmawangsa Square: Agnes dan Tali-Temali Primitif Yang Kontemporer 

Oleh Bambang Asrini Widjanarko* Seorang seniman muda, Agnes Hansella, 33 tahun membawa seni tali-rajut kuno, warisan bangsa Moor klasik, menjadi karya seni kontemporer terkiwari. Yang mengejutkan, karya-karya ‘separuh ekspresif-nya’, di masa lalu itu mempesona brand-brand luxurious seperti Hotel Marriott, Louis Vuitton (LV), sampai Hermès.  Kali ini, galeri seni Artsphere, milik pecinta seni sejati, Maya Sudjatmiko […]

Hikayat Perupa dalam Sinema # 7: Hiruk-pikuk Maestro Nadera, dan Kisah “Jero Makendang” yang Malang

Oleh Agus Dermawan T.* Ada satu lukisan yang berlari ke sana ke mari mencari posisi. Namun drama nasib membuat lukisan itu merana. Apa benar lukisan Beratha Yasa punya suratan takdir? Percaya nggak percaya. Ada pula perupa yang hidupnya seperti komedi, namun namanya menjulang tinggi. I Gusti Bagus Made Nadera namanya. ———— Kesialan “Jero Makendang”  PADA […]