Pos

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

PUISI KENTUT Di antara anggapan yang paling tak bunga Di antara sangkaan yang paling sampah Ialah merasa Kentutku lebih harum dari pada kentut orang lain   PUISI ORANG Orang itu mengeluh di media sosial Karena gajinya tak cukup untuk dimakan Lalu langit disalahkan Bahwa air tak becus menjadi hujan Bahwa gunung tak pantas berselimut hutan […]

Puisi-puisi Emi Suy

ASAL MULA TUBUH Tubuhku bukanlah terbuat dari cahaya, bukan pula dari sesuatu yang suci. Aku terbuat dari tanah, tanah yang menempel di tumit, lumpur yang sulit dibersihkan,   lutut lecet, bau keringat. Sore hari aku pulang, baju asin karena matahari, perut keroncongan,   ibu di dapur meniup api seperti meniup nasib yang keras kepala. Dari […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

PUISI-PUISI RUKUN ISLAM   SYAHADAT AKU BERSAKSI Aku bersaksi Bukan karena aku pandai membaca dalil, tapi karena pada malam yang paling sunyi Kupanggil nama-Mu, dan Engkau menjawab dengan isyarat yang tak bisa dibantah. Aku bersaksi Bahwa tidak ada kekasih yang setia selain Engkau yang tak pernah pergi, bahwa Muhammad bukan hanya nabi, tetapi cahaya jalan […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

JEJAK Jejak kaki itu masih mengenang langkah yang perginya sangat tergesa Yang berharga ialah ucapan selamat tinggal Bahwa perpisahan itu untuk selamanya Ketika langkah yang lain lewat dan bertanya arti keabadian Jejak itu menjawab “Di luar waktu Semua bisa berakhir” Cuma bisikku akan tetap mengalir 2025 KATA Kata itu tak seharusnya diucapkan Kalau orang yang […]

Puisi-puisi Sihar Ramses Simatupang

CALIGULA: SEBUAH SITUS “bulan, aku inginkan bulan” Kau dengarkah suara itu, yang bersatu dengan gending dan gong ekstase malam. Nafsu-nafsu telah menari di atas pentas kita dan sinis tawa Caligula akan siap merambat pada pintu dan rumah-rumah Memasuki sejarah Caligula, awas, rohnya akan bergegas memasuki tubuhmu, membuncah nafsumu, dengan pekik kemenangan, siap menyuapkan bau tirani […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

 BALADA CERMIN RETAK DI LEMARI JATI Di sudut kamar tua sebuah cermin retak terkunci dalam lemari jati yang tak pernah dibuka sejak kematian Ibu. Pantulan wajah di dalamnya selalu berbeda kadang lelaki bersorban kadang bocah menangis kadang wajah sendiri tapi setengah tak kukenali. Aku bertanya pada retaknya, “Siapa aku dalam matamu?” Ia menjawab dengan senyap […]

Puisi-puisi Suminto A. Sayuti

Inilah Saatnya serupa bunyi genta di mulut goa. kumandangnya menyela ke mana-mana. juga rongga telinga kita. ini saatnya, bisikmu dalam isyarat rahasia. lalu kita pun berbagi dalam sunyi. dalam desir angin sepoi. ketika badai gurun pun reda. inilah saatnya berbagi cerita. juga cinta. bersama hasrat-hasrat rahasia. ketika daun-daun pun gugur. tapi harapan masa depan tetap […]

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP

DI DEKAT JEMBATAN KALI CIREBAH kau tahu, suasana kampung kecil di dekat jembatan kali cirebah? hingga saat ini tetap merindukanmu, perempuan embun au, kita menenun gugusan kabut menjadi puisi sederhana kita masak daun singkong, jamur, pare, ikan asin, sayur bening dan sambel terasi untuk menyambung hidup apa adanya, tentu dengan harapan semuanya alami– juga kecantikan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA NISAN TANPA NAMA Di bukit sunyi, di bawah pohon bidara yang menggugurkan bayang, ada seonggok tanah merah yang tak dikunjungi pelayat. Tak ada batu pualam, tak ada tanggal wafat, hanya sekeping kayu lapuk tanpa aksara dan wangi samar yang turun tiap petang menjelma doa. Burung hantu sering bertengger di dahannya, bukan membawa kabar, tapi […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA JIN PENJAGA SUMUR LANGGAR Di balik langgar kayu tua yang menganga sepi selepas Isya, ada sumur kecil berlumut hijau dan bercahaya samar seperti mata yang tak ingin dilihat. Tak ada yang berani menimba kecuali mereka yang telah bersuci dan menyebut nama-Nya dengan nafas pelan dan dada tunduk. Dulu, kata Mbah Sarwan, ada jin alim […]