Pos

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDHIT DAN LURIK LELUHUR Pagi itu, embun masih menempel di pucuk kelor dan bambu halaman. Aku membuka peti tua warisan Bapak, pada malam yang didekap mimpi oleh suara azan yang tak sempat dijawab. Dalam peti itu, kendhit tua tergulung rapi seperti ular tanah yang lama berpuasa dalam doa. Dan lurik kusam terlipat bisu seperti […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

DALAM HUTAN (bersama Sinansari Ecip) Hutan ini mengajarkan harmoni Bagaimana angin membisiki daunan Dan burung pun berkicau tanpa lidah yang keseleo Selintas hanya menyanyikan lagu yang sudah-sudah Padahal itu ada maksudnya Ada maksudnya Jangan bicara soal waktu di sini Kita di luar hari dan tahun Inilah sediakala, inilah purbakala Engkau dan aku sama-sama telanjang Tanpa […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDI YANG RETAK  Di sudut dapur yang jarang disentuh cahaya, sebuah kendi tua bersandar pada tembok, retak di lehernya, dan serpih kecil menganga seperti luka yang tak kunjung sembuh. Dulu, ia ditempatkan di gubuk pesantren, mengalirkan air untuk wudu bagi para santri yang menghafal Al-Qur’an di sela desir angin dan suara jangkrik. Setiap tetesnya […]

Sajak-sajak Afnan Malay

JALAN KECIL   ta tah ta tah ta tah ibu pelan menatah sabar anak-anaknya belajar berjalan tangan meraih keseimbangan ta tah ta tah ta tah ibu tekun menatah ketegaran anak-anaknya belajar berjalan kaki ternanam langkah kepala tengadah ta tah ta tah ta tah   Jogja, 30 November 2024           hanya ibu […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA SYAIKH MAKDUM WALI 1. Pada senja yang pecah seperti buah delima, Syaikh Makdum Wali melangkah dari arah barat. Serayu membuka diri, “Masuklah, kekasih Allah,” bisiknya pelan—pelan—pelan, seakan takut membangunkan sejarah. 2. Sarung sederhana berkibar perlahan, seperti bendera yang tak ingin mengumumkan perang kecuali perang melawan gelap di dada manusia. Daun jambu bergerak tanpa angin, […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA GOA LAWA Goa Lawa membuka mulutnya seperti rahim purba yang telah menyimpan ribuan kesunyian sebelum nama-nama manusia ditemukan. Dari celah itu, angin keluar perlahan, membawa napas bumi yang berumur lebih tua daripada bukit-bukit sekitarnya. Dinding batu berdiri kukuh seperti pasukan penjaga yang tak terlihat, diukir oleh tetes air yang bekerja dengan sabar sejak zaman […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]

Puisi-puisi Sinduputra

80 TAHUN,       SETELAH AKU PERTAMA KALI MENULIS PUISI puisi memanggil lebih dekat dengan pohon bunga merindukan tanganku menyentuh pohon dengan pelukan maka mengapa pohon itu terus menangis! pohon itu sudah tua.        80 tahun setelah aku pertama kali menulis puisi pohon itu tempat terakhir kupu-kupu menyimpan air mata kupu-kupu yang […]

Puisi-puisi Hening Wicara

HAGYA SOFIA Puisi memasuki Hagya Sophia Ketika matahari tepat di atas kepala Dicarinya jawab atas sebuah tanya Tentang kubah yang merangkum segala beda Betapa terpesonanya puisi Mendapati asma Allah dan Rasulnya dalam untaian kaligrafi Di antara mozaik Ave Maria dan sang bayi Di dalam megah Hagya Sophia Yang mengumandangkan cinta Puisi telah menjadi saksi Bahwa […]

Puisi-puisi Emi Suy

DOA YANG DILIPATKAN DI SAJADAH IBU ibuku tak pernah menghafal doa panjang tapi ia tahu persis kapan harus mengucap “ya Allah” dan kapan diam adalah bentuk paling khusyuk dari pengharapan sajadahnya bukan yang mahal tapi penuh lipatan waktu yang mengering bersama air mata sambil menunggu kepastian dari langit ia tak pandai bicara tentang surga tapi […]