Pos

Ketika Keraton Membuka Arsip: Menengok Pameran Smara-Bawana dan Sejarah Tata Ruang Yogyakarta

Oleh Tovic Dwi Raharjo*   Pagi itu, udara di kompleks Keraton Yogyakarta masih terasa segar. Pepohonan besar yang rindang menghadirkan keteduhan alami. Para abdi dalem dengan pakaian adat peranakan telah menempati posisi masing-masing, siap menyambut para pengunjung dengan ramah sejak dari loket masuk. Keraton bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup yang masih menjalankan tradisi […]

Museum Penataran Blitar: Meruwat, Merawat, dan Mengingat Sejarah dalam Ruang Pamer

Oleh Galih Qodry Azizi* Museum Penataran Blitar dalam kunjungan menghadirkan suasana yang tenang. Ruang pamer terasa rapi dan tertata. Deretan artefak batu berdiri kokoh di atas pedestal kayu yang kini bewarna kuning pastel. Cahaya masuk dari pintu museum dan membentuk siluet halus pada permukaan arca. Kesan awal yang muncul bukan hanya tentang melihat benda lama, […]

Kurasi, Koleksi, dan Ruang Ingatan di Museum Mpu Purwa

Oleh Pramita Dewi Safitri* Sejarah tidak hanya hadir melalui buku, tetapi juga melalui ruang. Di museum, masa lalu tidak pernah tampil secara utuh sebagaimana adanya. Ia hadir melalui serangkaian pilihan: apa yang dipamerkan, apa yang disimpan, dan apa yang tetap berada di balik ruang penyimpanan. Proses inilah yang dikenal sebagai kurasi. Dalam praktik permuseuman, kurasi […]

Museum Hermann Hesse

Oleh Sigit Susanto* The Power of Pembaca Sastra Secara umum pembaca di mata pengarang sangat membantu, karena membeli bukunya. Lebih jauh, syukur ia mereview, syukur lagi ia sering mencomot kalimatnya perlahan menjadi aforisme. Syukur lagi buku itu dijadikan bahan diskusi, menginspirasi buku baru karangan pembaca sendiri, dibuat kado untuk acara ulang tahun atau perkawinan, dibuat […]

Tetangga Exhbition: Dekolonialisasi dan Dekonstruksi “Ruang” Dalam Koleksi Museum

Oleh Rangga Ardia Rasyid Memori objek dan perjalanan mendekolonisasi bermulti-tema antara Indonesia dan Australia adalah tema yang memayungi proyek Tetangga Exhbition. Diselenggarakan secara online melalui website proyek mereka, pameran ini berfokus kepada tiga tema besar, yakni perubahan makna; kolonialisme dan warisannya; serta pergerakan manusia, objek, dan tradisi. Penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari Australia-Indonesia Museum […]

Sesudah “Pameran Imajiner” (2)

(Untuk Aminudin TH Siregar, Asmujo J. Irianto dan Yuswantoro Adi) Oleh Hendro Wiyanto Sanento tidak sempat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri pameran “Kebudayaan” Indonesia (di) Amerika Serikat (KIAS, 1990-1991). Kita tentu tidak bisa bertanya kepadanya, apakah pameran imajinernya cocok dengan apa yang dihadirkan oleh para kolega seni rupanya dalam agenda yang berlangsung berbulan-bulan itu. Termasuk […]