Pos

Dramaturgi Jolenan:  Dari Tanah ke Panggung Ingatan, Kemetul Merundingkan Warisan dan Masa Depan

Oleh: Eko Yuds*  Warga Desa Kemetul mengawali Jumat pagi, 17 Juli 2026, dengan mujahadah yang dipimpin Gus Fuad, salah satu tokoh agama setempat. Rangkaian salat Dhuha, zikir, tahlil, dan doa berlangsung dalam suasana khidmat. Di antara lantunan doa itu tersimpan harapan akan keselamatan, kemaslahatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Pagi tersebut mempertemukan dua […]

Di Desa Tambi Puspasari Mancari Diri

Oleh: Supali Kasim* Pencarian apa bagi penari Ni Kadek Yulia Puspasari di Desa Tambi? Awalnya ia menunjukkan gerak tari Pendet. Hanya berbusana biasa, bukan busana tari Bali. Gamelan yang mengiringi juga berasal dari audio sederhana, tetapi menggema. Puspasari seakan-akan menunjukkan perjalanan awalnya memang berakar dari Bali. Tetapi, di sini, terlihat sekali ia tidak mengabarkan sebagai […]

Batobo: Ketika Piala Dunia Menjelma Menjadi Warisan Budaya Hidup di Ternate dan Tidore

Oleh: Asfarinal* Setiap empat tahun sekali, dunia berhenti sejenak untuk menyaksikan Piala Dunia. Jutaan manusia larut dalam kegembiraan, ketegangan, dan harapan yang menyatukan berbagai bangsa melalui sepak bola. Namun, di Provinsi Maluku Utara, khususnya kota Ternate dan kota Tidore, Piala Dunia menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar pertandingan. Ia telah bertransformasi menjadi ruang ekspresi budaya […]

Lamine Yamal, “La Furia Espanola”, sampai Guernica

Oleh Agus Dermawan T.* “Kemarahan Spanyol”, sebagaimana tertulis dalam moto tim nasional sepak bola Spanyol, tidak terpresentasi pada kota-kota di Spanyol. Negeri maestro dalam menjajah ini ternyata ramah. ————–   HOLA! Salah satu negara yang saya kagumi adalah Spanyol. Kekaguman ini dipicu oleh tiga hal. Pertama, Spanyol adalah bangsa penjajah yang bukan main kekuasaannya. Bayangkan, […]

Masyarakat Urban dan Gema Kreativitas Pengarang Muda

Oleh: M. Rifdal Ais Annafis* Dengan sedikit terpukau, saya ingat betul apa yang digambarkan Goenawan ketika ia memutuskan menjadi penyair: Ia tekun membaca dan berkenalan dengan buku tipis Tifa Penyair dan Daerahnya, milik H.B. Jassin, seorang kritikus sastra yang teguh dan berpengaruh. Di buku tersebut, untuk memasuki gelanggang sastra, setidaknya seorang penyair perlu menguasai tiga […]

Ujung yang ditumpulkan

Oleh: Pietra Widiadi* Mungkin banyak dari kita tidak bisa membedakan antara Desa dan Kelurahan meski dalam keseharian mereka sering bersinggungan. Persamaan yang ada, kelurahan dan desa memiliki fungsi administrasi dalam melaksanalan pelayanan publik terutama terkait dengan kependudukan. Namun, kalau ditanya apa perbedaannya, umumnya tidak tahu. Di sini, mari kita lihat sedikit dalam tentang perbedaan tersebut. […]

Argentina, Lionel Messi, Hidup dan Mati

 Oleh: Agus Dermawan T.* Cerita sepakbola Lionel Messi dan kisah rindu di Caminito sama serunya. Keramaian kehidupan dan kesunyian kematian begitu dekatnya. Argentina! Sepotong catatan perjalanan di negeri El Fütbol. ————- DI KALA Piala Dunia 2026 membahana, menyebut Argentina sama dengan meneriakkan “Messi”. Namun, mungkin ada yang tidak tahu, bahwa masyarakat Argentina sesungguhnya kurang senang […]

Poslangitan

Oleh: Hudan Hidayat* Tentang aku yang membelah diri, bersatu lagi – aku yang aktif, aku yang pasif, sebagai konsekwensi. Penguasaan, bahwa aku menguasai dirimu. Tidak kita sadari ada aku di dalam aku, yang berhubungan. Aku yang sadar, aktif dengan kesadarannya. Apakah aku yang pasif itu adalah lawannya? Pada saat aku menunjukkan identitasnya, muncul identitas lain, […]

Memaknai Ulang Auteur Theory

Oleh: Bambang Supriadi Dalam sejarah teori film, hanya sedikit gagasan yang mampu mengubah pemahaman sinema sebagaimana Auteur Theory. Ketika David Parkinson memasukkan teori ini ke dalam bukunya 100 Ideas That Changed Film (2012), ia sesungguhnya sedang menunjukkan bahwa perubahan terbesar dalam sejarah perfilman tidak selalu lahir dari penemuan teknologi pendukungnya, seperti kamera baru, teknologi suara, […]

Membangun Fondasi Pendidikan di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan

Oleh: Tengsoe Tjahjono* Perdebatan mengenai hubungan antara pendidikan dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sering kali bergerak terlalu cepat. Diskusi publik dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana AI akan menggantikan guru, bagaimana peserta didik harus menguasai prompt engineering, atau bagaimana sekolah harus beradaptasi dengan revolusi digital. Namun, di balik euforia tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar. Ketika […]