Pos

Hatsune Miku, Idola Virtual dalam Era Metamodern, Sebuah Refleksi

Oleh Muhammad Three Artois Estuari* Hatsune Miku merupakan sebuah fenomena budaya global yang mucul pada tahun 2007 dan mengalami puncak popularitasnya pada 2009 hingga 2012, yang unik disini adalah Miku bukan bukan seorang manusia tetapi ia adalah karakter Virtual yang merupakan “wajah” dari teknologi Vocaloid yang dimiliki Yamaha Corporation, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Crypton Future […]

Yang Tak Terlihat, Bukan Tak Bernilai

Kritik atas Kasus Videografer Amsal Christy Sitepu   Oleh Salsabilla Putri* Informasi dalam media sosial sekarang begitu kilat sampai kepada setiap penggunanya. Video-video dan foto-foto diikuti caption menjadi konsumsi hampir setiap hari, tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan tidak hanya sebagai konsumsi, ini juga menjadi ladang pekerja kreatif di dalamnya. Hal ini bergantung pada bagaimana […]

Dari Pusat ke Pinggiran: Migrasi Ruang dalam Pasar Kangen Yogyakarta

Ruang yang Berpindah, Makna yang Bergerak   Oleh Ardian Mulyo Jati*   Di Yogyakarta, masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, hanya berpindah tempat. Pada momen tertentu, muncul kembali, dikemas, ditata, lalu diadakan sebagai pengalaman yang bisa dinikmati bersama. Pasar Kangen adalah salah satu panggungnya: ruang sementara di mana ingatan dipanggil pulang, tetapi sekaligus dinegosiasikan ulang.  Di […]

Editing Gratisan: Dilema Audit Indutri Kreatif dalam Ekonomi Budaya

Oleh Mikke Susanto* Kasus yang menimpa Amsal Sitepu, videografer yang terjerat dugaan mark-up dalam proyek pembuatan 20 video profil desa di Kabupaten Karo, menghadirkan satu lanskap problematik yang menarik untuk dikaji. Kasus ini tidak sebagai bagian dari perkara hukum administratif semata. Kasus ini menjadi cerminan dari ketegangan yang sangat dalam antara logika birokrasi negara dan […]

Keheningan Utara dan Harapan dari Selatan

Oleh Akuat Supriyanto*  Pada sebuah ruang yang nyaris berwarna biru pucat di Manhattan, New York, di mana wakil-wakil dunia berkumpul dalam ilusi kesetaraan, kegalauan itu terasa menyayat. Bukan disebabkan ancaman badai salju ekstrem atau terorisme domestik, tetapi lantaran bunyi mesin penghitung elektronik yang merekam nasib kemanusiaan. Dalam pemungutan suara pada 25 Maret 2026 lalu, Majelis […]

Lingkar Malam: Perjalanan Zine dari Eksplorasi Menuju Ruang Kolaborasi

Oleh Vikri Aji* Jika berbicara tentang kerja-kerja kreatif secara mandiri, zine adalah salah satunya. Merupakan lembaran yang disusun menjadi buku sebagai kumpulan ekspresi diri yang lebih jujur, bebas, dan personal. Selain itu proses pembuatannya memiliki etos DIY (Do It Yourself). Pemaknaan ini awal mulanya merupakan medium alternatif dari Magazine (majalah konvensional), namun memiliki hal yang […]

Blok M: Kebudayaan Urban Jakarta,Multikulturalisme ASEAN yang Mulai Terabaikan

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Prologia: Malam itu, di bawah guyuran hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan tanpa ampun, saya berdiri teguh di pinggir Jalan Melawai. Payung hitam saya yang sudah compang-camping bergoyang liar melawan angin kencang, sementara lampu neon Blok M Square berkedip-kedip seperti mata lelah seorang pekerja malam yang baru pulang shift. Di depan […]

Menari di Antara Knalpot dan Hitungan Lampu Merah

Oleh Farhana Izza Zakiatus S.* Siang hari di persimpangan dekat Jogokariyan, terik matahari membuat muka terasa hangat. Bau aspal yang tersengat panas matahari memenuhi jalanan bersama debu dan asap knalpot kendaraan. Tepat di lampu merah, orang-orang berhenti dengan ekspresi dan perilaku yang cukup beragam. Ada yang pandangannya tertuju pada lampu lalu lintas seakan takut lampunya […]

Pengalaman Naik Kapal Induk Amerika 

Oleh Agus Dermawan T.* Syahdan kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln ngibrit lantaran diserang empat rudal Iran, pada 1 Maret 2026 lalu. Pada 12 Maret 2026, kapal induk USS Gerald Ford terbakar di Laut Merah, sehingga harus menepi ke pesisir Yunani. Meski ngibrit dan terbakar, tetap gagah sekaligus menyeramkan si kapal induk! Beruntung saya […]

Jalan Raya Sastra Pantura

 Oleh Mahwi Air Tawar* Pulang ke Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor, bagi saya, adalah sebuah prestasi kecil yang pantas dirayakan secara diam-diam. Bukan semata-mata karena saya berhasil melintasi jalan Pantura—jalan yang dalam sejarahnya tidak hanya mendistribusikan hasil-hasil pertanian dari pesisir utara Jawa, tetapi juga menjadi jalur penting penyebaran Islam, terutama dari wilayah Cirebon. Tidak. Prestasi […]