Pos

Avatar, Alam dan Kita yang Membacanya

Oleh: Purnawan Andra* Ketika Avatar pertama kali hadir pada 2009, banyak orang mungkin lebih mengingat Pandora sebagai dunia yang menakjubkan. Hutan yang bercahaya, gunung-gunung yang melayang, makhluk asing, dan teknologi tiga dimensi membuat film James Cameron itu terasa seperti sebuah perjalanan ke dunia yang sama sekali berbeda dari bumi. Kini, ketika film itu kita ingat […]

Wajah Bahasa Kita

Oleh: Muhammad Panji Gozali* Berbicara tentang Indonesia dan budayanya tidak akan lengkap bila tidak membahas tentang bahasanya. Bahasa merupakan bagian kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan keseharian. Bahasa merupakan alat komunikasi manusia baik secara lisan maupun tulisan. Berangkat dari hal tersebut Indonesia sebagai bangsa yang bangga terhadap bahasa, di setiap tahunnya Indonesia memperingati […]

Problematika Alofon Fonem Vokal /e/ dalam Pelafalan Bahasa Indonesia

Oleh: Kim Young Soo* Bahasa merupakan alat komunikasi antarmanusia yang digunakan untuk menyampaikan pikiran, opini, pendapat, saran, usul, emosi, perasaan, dan berbagai gagasan secara timbal balik. Apabila seorang pembicara tidak melafalkan bahasa secara tepat, komunikasi dapat mengalami gangguan, bahkan menimbulkan kesalahpahaman. Sebagai contoh, dalam media elektronik seperti radio dan televisi, kesalahan pengucapan oleh pembawa acara […]

Desil Hitam Estetika: Ketika Keindahan Mengkhianati Kebenaran dan Kebaikan

Oleh: Kasiyan*   Ada sebuah kata yang belakangan seperti naik kelas, dari tabel statistik ke percakapan publik: desil. Kata yang terdengar dingin dan administratif itu, dipakai untuk membaca lapisan kesejahteraan: siapa berada di bawah, siapa di tengah, siapa di atas. Angka akhirnya bukan sekadar angka. Ia menjadi cara negara menyigi kehidupan warga, meskipun selalu ada […]

Melihat Merah Putih Compang-Camping

Oleh: Doddi Ahmad Fauji * Perempuan itu bersimpuh dalam balutan mukena seputih kapas, putih yang bagai awan suci, duduk di atas sajadah dalam posisi tahiyat akhir. Ia bukan sedang salat loh. Dari sebuah teko kaca, ia mengucurkan cairan merah pekat bak anggur ke dalam gelas kaca bening berkaki, gelas yang biasa mendenting untuk bersulang ala […]

 Melihat Cara Tiongkok Membaca Buku

Oleh: Agus Dermawan T. Sejak 1995 pemerintah Indonesia menetapkan 14 September sebagai “Hari Kunjung Perpustakaan”. Hari yang amat menarik, karena akan mendorong insan Indonesia untuk berbondong masuk ke ruang buku. Meski untuk itu infrastruktur dan suprastruktur menuju buku harus disiapkan terlebih dahulu. ————- DALAM perjalanan tamasya di Provinsi Sichuan, Tiongkok, di bulan Agustus 2026, saya […]

Dari Bung Karno ke Megawati : Kisah Ayah dan Anak Penyiar

Oleh: leh Kim Young Soo* Saya, Kim Young Soo, telah berkarier di dunia penyiaran selama kurang lebih tiga puluh tahun. Selama periode tersebut, saya bertugas sebagai Chief Producer (CP) di KBS (Korean Broadcasting System), satu-satunya badan penyiaran nasional Korea Selatan. Tanggung jawab saya adalah memproduksi program serta mengelola dan mengontrol seluruh siaran berbahasa asing untuk wilayah Asia […]

Dari Meme ke Mim: Ketika Teks yang Kita Ambil Mulai Mengambil Kita

Oleh: Abdul Wachid B.S.*  Ada buku yang sejak awal disusun sebagai buku. Ada pula buku yang menemukan bentuknya setelah tulisan-tulisan yang semula berjalan sendiri-sendiri dipertemukan. Kleptoteks: Budaya Kritis ala Meme karya Nizar Machyuzaar (2026) termasuk jenis yang kedua. Tulisan-tulisan yang terkumpul di dalamnya pada mulanya hadir sebagai esai-esai lepas, lahir dari persoalan dan kegelisahan yang […]

Dari Abstraksi Ide ke Sensasi Citra

Oleh: Nizar Machyuzaar* Pembuka | Saya mengenal nama penulis sekira akhir tahun 1990-an. Waktu itu saya baru masuk pada Jurusan (sekarang berganti menjadi program studi) Sastra Indonesia, Unpad. Nama Faruk H.T. tertera dalam satu buku berjudul Sosiologi Sastra yang saya beli untuk melengkapi pengetahuan kesastraan. Hampir tiga puluh tahun kemudian, saya baru dapat mengakses penulis […]

Ular dan Kabut Ajip

Oleh: Nizar Machyuzaar* Autobiografi Pelintas: Romantisme versus Modernisme Pembuka Pada tahun 1973 buku antologi puisi Ular dan Kabut diterbitkan Pustaka Jaya. Ada 55 puisi yang ditulis Ajip Rosidi dalam rentang proses kreatif penulisan dari tahun 1970—1972. Pada saat buku ini terbit, usia Ajip menjelang 35 tahun. Karenanya, buku ini dapat dijadikan salah satu bahan kita […]