Pos

Membangun Fondasi Pendidikan di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan

Oleh: Tengsoe Tjahjono* Perdebatan mengenai hubungan antara pendidikan dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sering kali bergerak terlalu cepat. Diskusi publik dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana AI akan menggantikan guru, bagaimana peserta didik harus menguasai prompt engineering, atau bagaimana sekolah harus beradaptasi dengan revolusi digital. Namun, di balik euforia tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar. Ketika […]

Harmoni dari Cileunyi: Diplomasi Musik Organik, Syiar Budaya Tradisional, dan Inovasi Rampak Seeng di Saung Budaya Yoyon

Oleh: Jasmine Nurul Asyifa* Di tengah pusaran modernitas abad ke-21, manajemen seni kontemporer sering kali terjebak dalam pandangan yang sangat mekanistik. Seni kerap direduksi menjadi komoditas industri kreatif, di mana keberhasilan sebuah ruang kebudayaan diukur secara kuantitatif melalui optimasi algoritma media sosial, jangkauan kampanye digital, serta kalkulasi keuntungan material yang serba pragmatis. Banyak ruang kreatif […]

Seni Pertunjukan dan Politik Kehadiran

Oleh: Purnawan Andra* Setiap Kamis, sekelompok orang berpakaian hitam berdiri diam di depan Istana Negara. Mereka tidak banyak berorasi, tidak keras meneriakkan slogan, suasananya bahkan nyaris seperti tidak banyak yang berbicara. Yang terutama mereka lakukan hanya berdiri sambil memegang payung hitam dan foto orang-orang terdekat mereka yang hilang hingga kini. Di tempat lain, beberapa waktu […]

Ritus di Tengah Sengketa Takhta

Oleh: Mukhlis Anton Nugroho Kraton Surakarta kembali berada dalam pusaran perhatian publik. Bukan semata karena kemegahan sejarahnya, melainkan karena konflik suksesi yang belum selesai dan mulai menyentuh ritus-ritus penting di dalamnya. Jika perebutan takhta hanya berhenti sebagai urusan keluarga, persoalannya mungkin terbatas pada lingkaran internal kraton. Namun, ketika ketegangan itu berimbas pada kirab pusaka, upacara […]

Buku Koleksi Benda Seni

Oleh: Mikke Susanto* Dalam beberapa dekade muncul fenomena terbitnya buku-buku koleksi seni rupa di berbagai negara. Meskipun fenomena ini tidak sebesar bidang bisnis maupun politik, tetap perlu mendapat perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik mengoleksi tak berhenti di ranah privat dan hanya terkait dunia seni. Namun juga bergerak menjadi medan representasi kultural yang luas, bahkan […]

Bukan Orang Madura, Tapi Dipercaya Membaca Jiwa Musik Madura: Kisah Di Balik Kèjhung Lintas Terop 2026

Oleh: Fitri Bima Asih* Di balik keberhasilan tur Kèjhung Lintas Terop 2026, terdapat kolaborasi artistik yang telah terbangun melalui proses panjang antara koreografer Sri Cicik Handayani, S.Sn., M.Sn. dan komposer muda asal Trenggalek, Dimas Adinata Raharja, S.Sn., yang lebih dikenal dengan nama panggung Saminata. Kolaborasi keduanya bermula pada tahun 2024 melalui karya tari kontemporer Nandhang, […]

Offside: Dunia dari Luar Stadion

Oleh: Purnawan Andra* Ada banyak film yang menggunakan sepak bola sebagai latar cerita. Sebagian berbicara tentang kemenangan, sebagian tentang kekalahan, sebagian lagi tentang ambisi dan ketenaran. Namun Offside (2006) karya sutradara Iran, Jafar Panahi, memilih jalan yang berbeda. Film yang mendapatkan pujian dari para kritikus dan memenangkan penghargaan prestisius Silver Bear di Festival Film Internasional […]

Ketika Seni Tak Lagi Menjadi Rahim Revolusi

Oleh: Kasiyan*   “Yang paling dibutuhkan manusia bukanlah sebuah dunia yang sempurna, melainkan hak untuk membayangkan dunia yang berbeda dari yang diwarisinya.” Kalimat semacam itu terasa mengalir dalam Nobel Lecture Gabriel García Márquez, The Solitude of Latin America (1982). Márquez tentu tidak sedang berbicara tentang seni semata, melainkan tentang kemampuan manusia untuk tidak menyerah kepada […]

Membaca Kekerasan Seksual di Pesantren: Membela Korban, Membenahi Sistem, Menjaga Marwah

Oleh: Eko Yuds* Tulisan ini tidak sedang meminta publik menutup mata terhadap kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Tulisan ini justru berdiri di atas sikap yang lebih jernih: korban harus dibela, pelaku harus dihukum, sistem harus dibenahi, tetapi pesantren sebagai warisan pendidikan, dakwah, dan peradaban tidak boleh dihukum secara kolektif oleh badai infodemi. Sikap ini penting […]

Wayang Kulit Gedog di Malam Suro Keraton Yogyakarta, Sebuah Amatan

Oleh: Abimanyu Putra Pratama* Selasa malam (16/6/2026), tepat pukul 19.25 WIB, suasana lorong di sebelah timur Sasana Hinggil Dwi Abad menuju Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, Karaton Yogyakarta, tampak lengang. Hembusan angin malam yang membawa aroma harum melati dan dupa menghantar langkah para pengunjung memasuki regol menuju ruang lapang dengan bangunan joglo di tengahnya. Tepat pada […]