Pos

Membaca Kekerasan Seksual di Pesantren: Membela Korban, Membenahi Sistem, Menjaga Marwah

Oleh: Eko Yuds* Tulisan ini tidak sedang meminta publik menutup mata terhadap kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Tulisan ini justru berdiri di atas sikap yang lebih jernih: korban harus dibela, pelaku harus dihukum, sistem harus dibenahi, tetapi pesantren sebagai warisan pendidikan, dakwah, dan peradaban tidak boleh dihukum secara kolektif oleh badai infodemi. Sikap ini penting […]

Wayang Kulit Gedog di Malam Suro Keraton Yogyakarta, Sebuah Amatan

Oleh: Abimanyu Putra Pratama* Selasa malam (16/6/2026), tepat pukul 19.25 WIB, suasana lorong di sebelah timur Sasana Hinggil Dwi Abad menuju Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, Karaton Yogyakarta, tampak lengang. Hembusan angin malam yang membawa aroma harum melati dan dupa menghantar langkah para pengunjung memasuki regol menuju ruang lapang dengan bangunan joglo di tengahnya. Tepat pada […]

Sapardi dan Ikhtiar Menjadi Manusia 

Oleh: Purnawan Andra* Ada pertanyaan menarik yang mungkin jarang kita ajukan. Mengapa puisi-puisi Sapardi Djoko Damono terus menemukan pembacanya di tengah Indonesia yang berubah begitu cepat? Padahal, dunia yang dihadapi generasi sekarang sangat berbeda dengan dunia ketika puisi-puisi itu lahir. Media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi. Teknologi digital mengubah cara manusia bekerja. Politik dan ekonomi […]

Tong Tong Nostalgia

Oleh: Agus Dermawan T. Jakarta Fair Kemayoran dibuka pada tengah Juni ini. Kita pun boleh terkenang Pasar Malam Besar Tong Tong di Den Haag, Belanda, yang puluhan tahun diselenggarakan pada bulan Juni pula. Tong Tong adalah pasar malam untuk nostalgia ratusan ribu orang Belanda yang pernah tinggal di Hindia Belanda-Indonesia, sebelum 1950. ——- INI cerita […]

Napas Jiwa Nagekeo: Eternitas Jejak Budaya

Oleh: Bambang Supriadi  Dalam semesta spiritual masyarakat adat Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur, masa lalu tidak pernah benar-benar terkubur. Ia tidak pernah menjelma menjadi sekadar artefak mati atau narasi usang yang semata hanya ditulis dalam buku atau jurnal serta dipajang di etalase museum. Masa lalu yang konon diwakili oleh kehadiran roh para leluhur tetap […]

Hollywoodisme: Kekuatan Narasi dan Estetika yang Melumpuhkan

Oleh: Bambang Supriadi Di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah, peperangan modern tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan kinetik di medan laga, melainkan telah bergeser menjadi perjuangan untuk memenangkan imajinasi dan loyalitas publik. Dalam konteks Iran, fenomena ini dimanifestasikan melalui diskursus yang dikenal sebagai ‘Hollywoodisme’. Istilah ini bukan sekadar kritik narasi dan estetika terhadap industri […]

Musik untuk Mencerdaskan, Musik untuk Perdamaian, dan Musik untuk Berlaga

Oleh: Ananda Sukarlan* Sebuah catatan ulangtahun Ananda Sukarlan ke-58, menyongsong Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 “Musik itu bahasa universal” adalah sebuah pernyataan yang sudah sangat kita kenal, dan sudah tidak bisa diperdebatkan lagi. Tentu ini merujuk kepada musik instrumental (tanpa teks / kata-kata yang memiliki bahasa tersendiri, yang membuatnya tidak lagi universal) seperti simfoni, rapsodia, […]

Siapa yang Berhak Memberi Cap kepada Desa?

Oleh: Purnawan Andra* Desa di Indonesia selama ini disebut sebagai akar budaya bangsa, sumber ketahanan pangan, lanskap ruang yang menjadi kebanggan dan ruang hidup identitas sosial. Desa adalah pranata hidup, basis pengetahuan, dan ensiklopedi komunal yang telah membentuk fondasi bangsa ini jauh sebelum republik ini dirumuskan. Namun, logika pembangunan hari ini kerap melihat desa secara […]

Isyana dan Gambar Garuda Pancasila

Oleh: Agus Dermawan T.* Sejak 2019 ada agenda tahunan “Juni: Bulan Bung Karno”. Disebut “Bulan Bung Karno”, karena pada bulan Juni Bung Karno lahir (6 Juni 1901), Bung Karno wafat (21 Juni 1970), dan Bung Karno mengumumkan nama Pancasila (1 Juni 1945). Sehingga 1 Juni disebut sebagai Hari Lahir Pancasila. Untuk memvisualisasi Pancasila, diciptakan lambang […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]