Pos

Nawa Natya: Geometri Spiritual dan Habitas Laku dalam Tubuh Ogoh-ogoh

Oleh Farida Rahmasani* Rabu malam, 18 Maret 2026, Pura Banguntapan beralih di luar pakem kebiasaan sebuah ruang ritual. Riuh penonton dibawah pendar lampu, Jogja Cakra Fest 2026 merepresentasikan kebudayaan bukanlah benda museum yang statis. Kebudayaan mampu bermigrasi, beradaptasi dan bersinggungan dengan ruang – ruang baru. Setelah tahun lalu menggetarkan Malioboro, kehadiran ogoh-ogoh tahun ini membawa […]

Cermin dan Jalan Pulang: Membaca Suluk Wujil sebagai Perjalanan Kesadaran dalam Tradisi Tasawuf Jawa

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Jeda yang Membuka Jalan Pulang Di tengah kehidupan yang serba cepat, manusia modern sering tampak berhasil, tetapi diam-diam rapuh. Segala sesuatu terasa dekat dalam genggaman: informasi, hiburan, bahkan relasi. Namun justru di situlah paradoks itu tumbuh perlahan. Ketika dunia semakin mudah dijangkau, batin justru semakin sulit dipahami. Ada kelelahan […]

Puisi Indonesia Mengadopsi Literatur Timur Tengah

Oleh Muhammad Fathan Al Kubro* Hubungan antara sastra Indonesia dan literatur Timur Tengah telah terjalin selama berabad-abad, menciptakan pertukaran budaya yang kaya dan mendalam. Pengaruh ini terutama terlihat kuat dalam perkembangan puisi Indonesia, dimana elemen-elemen puitis dari Timur Tengah diadaptasi dan disesuaikan dengan konteks lokal. Puisi Indonesia modern merupakan produk dari proses akulturasi yang panjang, […]

Membaca Cinta sebagai Tanda: Semiotika Puisi Michael Riffaterre dalam Pembacaan “Aku Ingin”

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Pembuka: Mengapa Puisi Tidak Pernah Sederhana  Puisi kerap hadir dalam bentuk yang tenang, hampir tanpa gejala kompleksitas. Ia tidak tampil sebagai wacana yang argumentatif, tidak pula bekerja dengan klaim yang eksplisit. Justru dalam kesederhanaan tampilannya, puisi sering kali menciptakan efek transparansi yang menyesatkan: seolah-olah makna telah hadir secara utuh […]

Ritual Pakeong dalam Harmonisasi, Negosiasi, dan Kontestasi Terhadap Pandangan Agama dan Masyarakat Kontemporer

Oleh Bayu Suta Wardianto*   Kondisi keberagamaan dan keberagaman di Indonesia sangat berbeda dengan bangsa dan negara lain. Perkembangaan agama di tanah air tidak terlepas dengan adanya upaya dakwah yang disampaikan dan pemertahanan budaya asal yang bertahan serta mengalami akulturasi. Agama datang ke Indonesia tidak dalam ruang kosong. Sebelum adanya agama-agama resmi yang tercantum dalam […]

Simfoni Terakota: Menyingkap Estetika Klasik di balik Taman Gandrung – Banyuwangi

Oleh Muh Nur Khusen*   Taman Gandrung Terakota terletak di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur. Patung-patung ini tersebar di area persawahan, kebun kopi, dan tanaman lokal, menciptakan pemandangan yang artistik dan alami. Taman Gandrung Terakota adalah sebuah situs budaya yang melestarikan ikon seni budaya Banyuwangi: Tari Gandrung. […]

Anak Kecil Itu Mati, Negara Masih Berpidato

Catatan Dari NTT Tentang Selembar Buku Tulis, Kemiskinan yang Diwariskan, dan Pemerintah yang Selalu Datang Terlambat Oleh: Eko Yudi Prasetyo* Pagi di banyak kampung di Nusa Tenggara Timur datang dengan cara yang bersahaja. Matahari merayap pelan di balik bukit, angin kering menyapu halaman tanah, ayam berkokok seperti jam weker purba, dan suara ember diseret dari […]

Peta Buram: Membaca Wajah Perteateran Kota Malang

Catatan dari Forum Serat, DKM Malang — 15 April 2026 Oleh Yusuf Munthaha* Ada sesuatu yang menarik ketika Bayu Kresna Murti menyebut peta perteateran Malang sebagai “invisible map” — peta yang ada, tapi sulit dibaca. Bukan karena petanya hilang. Tapi karena kita mungkin belum cukup serius duduk bersama untuk menggambarnya. Forum Serat yang digelar Dewan […]

Film Pelajar Purbalingga: Suara Lokal di Tengah Arus Global

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Ruang Sinema di Tengah Arus Global Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) telah bergeser dari sekadar lomba menjadi ruang produksi makna kultural yang serius. Stuart Hall, dalam Representation: Cultural Representations and Signifying Practices (1997:15), menggarisbawahi bahwa representasi adalah proses aktif membangun makna: “representation is the production of meaning through language […]

Ketika “Sikilku Iso Muni” Mengingatkan Kita pada Hilangnya Lagu Anak

Oleh Mukhlis Anton Nugroho*   Ada satu hal yang terasa menempel setelah menonton Na Willa: bunyi. Bukan semata bunyi kereta, bukan pula bunyi kota kecil yang jadi latar kisah itu, melainkan bunyi langkah Dul setelah hidupnya berubah. Dari situ lalu lahir lagu Sikilku Iso Muni, sebuah lagu yang, bagi saya, sangat penting bukan hanya untuk […]