Pos

Mengenang Kembali Masalah ‘Jugun Ianfu’

Oleh: Kim Young Soo* Berapa banyak orang Indonesia yang mengenal nama almarhumah Ibu Mardiyem, mantan jugun ianfu? Seberapa banyak orang Indonesia yang memahami nasib para jugun ianfu yang dibawa secara paksa oleh tentara Jepang ke Pulau Buru, Kepulauan Maluku? Secara kebetulan, saat baru-baru ini saya mencari informasi tentang jugun ianfu di Indonesia, saya menemukan tulisan […]

Retakan Raden Saleh: Agensi dalam Ambivalensi

oleh : Kasiyan* “Art is the lie that enables us to realize the truth.” Picasso, P. (1923). Picasso speaks. In M. de Zayas, The Arts, 3(4), 315–326. https://monoskop.org/images/5/5f/De_Zayas_Marius_Picasso_Speaks.pdf Mei yang basah, dan cermin yang retak. Mei selalu datang dengan janji yang manis sekaligus getir. Dalam imajinasi peradaban lama, ia adalah bulan ketika dunia seolah sedang memaafkan […]

Nietzsche, Sprach Zarathustra, dan Cahaya Estetika Persia

Oleh Kasiyan*   “Knowledge is not by abstraction, but by presence and illumination.”  (Suhrawardi, S. Y., 1999. The Philosophy of Illumination). Ada sesuatu yang nyaris tak terbaca di tengah kebisingan dunia hari ini—di balik ledakan, statistik korban, dan narasi geopolitik tentang konflik Iran dengan kekuatan besar seperti Amerika dan Israel—yakni bahwa perang bukan hanya soal […]

Komunitas Tamil dalam Kemajemukan Masyarakat di Sumatra Utara

Oleh Zulkifli B. Lubis*   Seminar Nasional Kebudayaan Etnis India Tamil di Sumatera Utara, PUSSIS-UNIMED, Medan, 28 Mei 2009 Pengantar Komunitas India Tamil telah hadir dan menjadi bagian signifikan dalam perkembangan kebudayaan Nusantara sejak beberapa abad silam, terutama di sebagian masyarakat Pulau Sumatera. Interaksi panjang mereka dengan komunitas lokal telah membuka beragam kemungkinan kajian—dari aspek […]

Dekonstruksi Historiografi dan Politik Memori: Analisis Kritis Terhadap Kedudukan Raja Sang Naualuh Damanik dalam Narasi Kolonial dan Lokal Sumatera Utara

 Oleh Shohibul Anshor Siregar* Wacana sejarah mengenai Raja Sang Naualuh Damanik, penguasa ke-14 dari Kerajaan Siantar, menempati ruang yang unik sekaligus kontroversial dalam historiografi Indonesia. Di satu sisi, ia diagungkan dalam memori kolektif masyarakat Simalungun sebagai simbol perlawanan, pionir pembangunan kota Pematangsiantar, dan pelindung spiritual yang membawa Islam ke wilayah pedalaman. Namun, di sisi lain, […]

Gaya Gokil Gerson

Oleh Seno Gumira Ajidarma * Buku tipis kaya isi. Sebuah parodi tentang bagaimana caranya menjadi seniman (modern) di Indonesia. Namun apa maknanya pelacur botak? Prosa ini lebih seperti cerita pendek yang panjang, belum novela, apalagi novel atawa roman. Format itu menurut saya cocok dengan gaya yang dapat disebut sebagai gila atawa di luar logika. Jika […]

Wied Sendja dan Écriture Féminine dalam Cerita-Gambar 1970-an

Oleh Seno Gumira Ajidarma* Wied Sendja, perempuan penggubah cerita-gambar, bekerja nyaris sendirian pada 1970-an, mengungkap perlakuan patriarkal terhadap perempuan, serta bagaimana perempuan menerima dan menghadapinya, dengan kesadaran maupun ketaksadaran, dalam iklim budaya urban yang merebak pasca-1965. Percobaan kritik feminis terhadap 18 judul cerita-gambar gubahan Wied Sendja. Akan tergabung ke dalam buku Dari Spider-Man Sampai Wayang: […]

Surat Untuk Ririd (R.H. Authonul Muther)

Oleh Nirwan Dewanto*   Bung Ririd,  Di setiap akhir tahun saya terjangkiti semacam pathos, yaitu bahwa sejumlah potongan masa lalu kembali lagi, sedikit menutupi pandangan ke depan; melankoli akan kiprah diri sendiri jadi lebih besar daripada kegirangan bersama anak dan keluarga saya. Juga sekarang ini. Desember tahun lalu saya bergegas menutup dan memberesi manuskrip Ke […]

Rumah Kopi Surat: Secangkir Kopi dan Agama-Agama

Oleh  Tony Doludea* Cerita pendek karya Leo Tolstoy (1828-1910) yang ditulis pada 1891 ini diterbitkan pertama kali dalam bahasa Rusia pada 1893 dan dalam bahasa Inggris pada 1901. Tolstoy bercerita bahwa di kota Surat, di Gujarat, India bagian Barat, terdapat sebuah rumah kopi tempat banyak pelancong dan orang asing dari seluruh penjuru dunia bertemu dan […]

Nobel Sastra untuk Epik Kematian dan Kebangkitan Seni: László Krasznahorkai, Kronikus Abad Apokaliptik

Oleh: Gus Nas Jogja* Introitus: Palu Godam dari Stockholm dan Teror yang Disahkan Pada hari Kamis, tanggal 9 Oktober 2025, dunia sastra diguncang, bukan oleh kejutan yang menyenangkan, melainkan oleh sebuah pengakuan akan kengerian yang sudah lama kita rasakan. Pengumuman Hadiah Nobel Sastra yang dianugerahkan kepada penulis Hungaria, László Krasznahorkai, atas “karyanya yang menarik dan […]