Pos

Kota dan Banjir: Tragedi Budaya Ketika Beton Menelan Jiwa Peradaban

Oleh Mochammad Sulton Sahara*   Air adalah cermin jiwa suatu bangsa, ketika kota-kota kita tenggelam, yang tenggelam bukan hanya rumah dan harta benda, tapi juga ingatan leluhur tentang harmoni dengan alam.   Prologia: Bayangkan pagi kelabu di Jakarta medio April 2026. Langit masih menetes sisa hujan malam, Ciliwung membengkak penuh lumpur, Jalan Sudirman-Jatinegara jadi sungai […]

“Happy Rain”, Satire, dan Etika Publik 

Oleh Purnawan Andra* Banjir yang kembali menggenangi Jakarta dalam beberapa hari terakhir tidak lagi datang sebagai kejutan. Ia hadir seperti tamu rutin yang sudah dikenal tabiatnya. Warga pun telah menyesuaikan jam berangkat, menghindari rute tertentu, menyiapkan sepatu cadangan, dan melanjutkan hidup dengan sedikit keluhan.  Tidak ada kepanikan kolektif, tidak ada kegentingan yang benar-benar terasa. Dalam […]