Pos

Hegemoni Bahasa: 4×4=16

Oleh Kim Young Soo*   Kita selalu membicarakan hegemoni sesuatu bahasa terhadap bahasa lain, seperti hegemoni bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia. Namun begitu, kita belum pernah membicarakan hegemoni “bahasa gaul”, yang dipenuhi oleh singkatan yang hanya dipahami oleh orang tertentu, terhadap bahasa yang lain. Saya membincangkan perkara tersebut dengan rujukan khusus terhadap masyarakat dan masyarakat Indonesia. Apakah […]

Dari Fakta ke Refleksi: Memahami Perbedaan dan Persamaan antara Karya Tulis Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Populer

 Oleh Abdul Wachid B.S.*   A. Pendahuluan Dalam tradisi akademik modern, menulis bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bentuk refleksi intelektual. Melalui tulisan, seseorang tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan mengolah pengalaman, pengetahuan, dan pandangan dunia ke dalam wacana yang bermakna. Di antara berbagai bentuk prosa nonfiksi, dikenal tiga kategori utama yang sering disalahpahami batas-batasnya oleh […]

Revolusi Linguistik Menjelang Kiamat Bahasa

Oleh Gus Nas Jogya* Prolog Dasein, Struktur, dan Angin Topan Digital Dalam setiap tarikan napas peradaban, bahasa bukanlah sekadar alat komunikasi; ia adalah keberadaan itu sendiri, Dasein (eksistensi) yang membentuk kesadaran dan realitas kolektif kita. Dari prasasti purba yang diukir di batu hingga aksara digital yang berkelebat di layar, bahasa adalah arsitektur yang menopang pemikiran, […]

Metafora Bahasa, Fungsi Kritik dalam Kebudayaan Jawa

Oleh Indro Suprobo* One of the most significant advances in semantics and stylistics in recent years has been the work done by Roman Jakobson on metaphor and metonymy. He emphasised, or rather re-emphasised that there are two fundamental relations in language: those based on similarity and those involving contiguity. Similarity gives rise to metaphor, contiguity […]

Di Hadapan Bahasa

Di era teknologi seperti yang kita jalani dan atau kita rasakan sekarang ini, untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya atau bahkan dengan tetangganya, seseorang tak perlu datang dan meleburkan diri sebagaimana dahulu. Tapi cukup membuka “barang  ajaib”, gadget.