Puisi-puisi Selwa Kumar

I. KREMASI

Raga tenggelam dalam Agni.
Tinggal tulang,
tinggal debu kenangan—

mimpi, air mata,
suka duka Atma.

Samsara. Karma.
Kala reinkarnasi.

 

II. WAHANA

Kayu berbalut minyak,
dupa kayu cendana.

Dewi Agni hadir—
kapur barus membakar puja,
mengantar Atma ke Nirwana.

Agni membungkus raga
dalam keindahan kebebasan.

Tinggal asap-asap kenangan.
Tinggal duka di awal segalanya.

 

III. AMMA

Makam.
Puspa layu.

Tersisa air mata yang membeku.
Jothi padam.
Dupa tanpa Agni.

Kamboja kering
menunggu maut.

 

VI. SAMADI

Dalam Bhuta,
duka Atma mengendap.

Bodhi mengering.
Buddha menguning.

 

V. SENJA

Jumat yang kelam.
Lembayung muram.

Sang Surya perlahan
merangkak ke peraduannya
di balik Gunung Taganan.

Camar-camar kembali ke graha.
Padma kuncup di kolam yang keruh.

 

VI. PEREMPUAN

Ia tertidur pulas, lelap,
di tikar lusuh penderitaan,
berselimut duka yang tebal.

Tubuhnya dijamah dalam cinta yang kusam—
rapuhnya sebuah ketulusan.

Perempuan rela berendam
di kubangan lumpur kehinaan,
demi menenun hari esok anak-anaknya—

agar mereka bisa menyapa Sang Surya,
menggapai langit biru.

—-

 

*Selwa Kumar ,pemerhati kebudayaan Tamil di Medan.Lulus fakultas sastra Universitas Sumatra Utara (USU).