Obituari Romo Mudji Sutrisno, SJ: Penasihat Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF)

Oleh Bhante Ditthisampanno Mahathera, Ph.D.*

 

Duka cita yang mendalam atas wafatnya Romo Mudji Sutrisno, SJ, Penasihat BWCF, rohaniwan, intelektual, dan humanis yang sepanjang hidupnya mendedikasikan pemikiran dan tindakan bagi kebudayaan, keadilan sosial, serta dialog lintas iman dan peradaban.

Bagi BWCF, Romo Mudji bukan sekadar figur penasihat secara struktural, melainkan penjaga nurani intelektual dan etika kebudayaan. Kehadiran beliau senantiasa memperkaya arah refleksi BWCF agar tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, keberpihakan pada yang lemah, serta tanggung jawab moral kebudayaan di tengah tantangan zaman. Nasihat, pandangan kritis, dan keteladanan hidup beliau menjadi sumber inspirasi dalam merawat BWCF sebagai ruang dialog yang inklusif, reflektif, dan berkeadaban.

Sebagai seorang Yesuit, Romo Mudji menghidupi spiritualitas yang menyatukan iman dan praksis sosial. Ia memandang kebudayaan bukan semata ekspresi estetika, melainkan arena etis tempat martabat manusia dipertaruhkan. Sikap ini sejalan dengan visi BWCF yang menempatkan sastra, seni, dan wacana intelektual sebagai medium pembebasan kesadaran, bukan sekadar perayaan simbolik.

Dalam berbagai kesempatan, Romo Mudji menegaskan pentingnya dialog lintas iman dan lintas disiplin sebagai jalan membangun peradaban damai. Ia hadir sebagai pendengar yang jernih dan penutur yang tajam namun rendah hati—mendorong percakapan yang kritis tanpa kehilangan welas asih. Pendekatan ini memperkuat komitmen BWCF untuk menjadi ruang perjumpaan yang menolak eksklusivisme, kekerasan simbolik, dan penyingkiran atas nama apa pun.

Kepergian Romo Mudji Sutrisno, SJ, merupakan kehilangan besar bagi BWCF dan bagi dunia kebudayaan Indonesia. Namun, warisan pemikiran, keberanian moral, dan integritas spiritual beliau akan terus hidup dalam ingatan kolektif serta praktik kebudayaan yang berkeadilan. BWCF meyakini bahwa jejak beliau akan tetap membimbing langkah-langkah ke depan, terutama dalam menjaga agar kebudayaan senantiasa berpihak pada kemanusiaan.

Atas nama seluruh keluarga besar Borobudur Writers & Cultural Festival, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Romo Mudji Sutrisno, SJ.

Semoga beliau beristirahat dalam damai, dan semoga nilai-nilai yang beliau perjuangkan terus berbuah bagi kehidupan bersama.

*Bhante Ditthisampanno Mahathera, Ph.D., Tim Penasehat BWCF, Dosen  Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha, Smaratungga – Boyolali.