
Perlukah Kota Malang punya “amfiteater?”
Ruang Kesenian yang lebih demokratis -
Oleh Yusuf…

Anak Kecil Itu Mati, Negara Masih Berpidato
Catatan Dari NTT Tentang Selembar Buku Tulis, Kemiskinan yang…

Melacak Regulasi Kebudayaan di Jawa Tengah Pasca-Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan
Oleh Adhitia Armitrianto*
BARU-BARU ini, Pemerintah…

Kota dan Banjir: Tragedi Budaya Ketika Beton Menelan Jiwa Peradaban
Oleh Mochammad Sulton Sahara*
Air adalah cermin…

Mendekonstruksi Konstruksi Makna Lengger Lanang
Oleh Purnawan Andra*
Lengger selama ini sering dipahami sebagai…

Peta Buram: Membaca Wajah Perteateran Kota Malang
Catatan dari Forum Serat, DKM Malang — 15 April 2026
Oleh…

Film Pelajar Purbalingga: Suara Lokal di Tengah Arus Global
Oleh Abdul Wachid B.S.*
1. Ruang Sinema di Tengah…

Ketika “Sikilku Iso Muni” Mengingatkan Kita pada Hilangnya Lagu Anak
Oleh Mukhlis Anton Nugroho*
Ada satu hal yang terasa…

