Puisi-puisi Mulyadi J. Amalik

WAYANG SULUH Jangan bangunkan aku di lautan mimpi tengah malam. Tunggulah usai bersauh dini pagi diurai kokok ayam. Tiba padam mercusuar, tiba matahari penggantinya. Aku kan sarapan sesuai harapan. Makan berlauk garam berbutir penantian. Menggosok gigi seputih hati dan lisan. Lalu bekerja menjalankan mimpi selepas tadi. Aku wayang pencetus janji tanpa tepi. Maju menjadi suluh […]

Puisi-puisi Abang Patdeli Abang Muhi

Penjilat Barangkali, sudah tersurat dalam lohmahfuz  bahawasanya demi pangkat dan darjat demi kuasa yang tidak kekal lama demi harta yang tidak seberapa demi kedudukan yang tidak setinggi mana ada sida-sida yang sejak sekian lama kerjanya hanya membodek dan menjilat meski mereka tahu persis yang dijilat itu penuh nista dan najis kendati mereka tahu benar yang […]

Puisi-puisi H.MAR

Bayang-Bayang yang Menolak Pulang Bayangku menolak berdiri di sebelahku hari ini, katanya, aku terlalu bercahaya. Dia menyelinap ke bawah katil, bercakap dengan habuk tentang malam yang tidak pernah selesai. Aku cuba memujuk dengan jendela terbuka, tapi dia hanya tertawa “Siapa kau tanpa kegelapanmu sendiri?”   Dinding yang Berbisik dalam Bahasa Burung Dinding di kamar ini […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDHIT DAN LURIK LELUHUR Pagi itu, embun masih menempel di pucuk kelor dan bambu halaman. Aku membuka peti tua warisan Bapak, pada malam yang didekap mimpi oleh suara azan yang tak sempat dijawab. Dalam peti itu, kendhit tua tergulung rapi seperti ular tanah yang lama berpuasa dalam doa. Dan lurik kusam terlipat bisu seperti […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

DALAM HUTAN (bersama Sinansari Ecip) Hutan ini mengajarkan harmoni Bagaimana angin membisiki daunan Dan burung pun berkicau tanpa lidah yang keseleo Selintas hanya menyanyikan lagu yang sudah-sudah Padahal itu ada maksudnya Ada maksudnya Jangan bicara soal waktu di sini Kita di luar hari dan tahun Inilah sediakala, inilah purbakala Engkau dan aku sama-sama telanjang Tanpa […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA KENDI YANG RETAK  Di sudut dapur yang jarang disentuh cahaya, sebuah kendi tua bersandar pada tembok, retak di lehernya, dan serpih kecil menganga seperti luka yang tak kunjung sembuh. Dulu, ia ditempatkan di gubuk pesantren, mengalirkan air untuk wudu bagi para santri yang menghafal Al-Qur’an di sela desir angin dan suara jangkrik. Setiap tetesnya […]

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS

HALO   bahkan untuk mengabarkan padamu amat sulit dan terbata sinyal tiada bersama tumbangnya menara seperti juga jembatan putus menghentikan segala perjalanan   telepon genggam tak aktif lampu layar kerap padam tiangtiang pengantar listrik rubuh bencana membuat segala lumpuh juga pesan pendek dan halo darimu hanya melayang di udara   kalau sudah begini percakapan sungguh […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA ANGKRINGAN MALAM JUMAT   Di bawah lampu redup yang menua di tiang listrik yang tak pernah dipeluk siapa-siapa, seorang lelaki tua mengaduk kopi dengan tangan gemetar, tapi tak kehilangan harap.   Ia menyapa pelanggan dengan nama-nama kecil yang dulu hanya dipanggil ibunya: Karto, Dul, Minem, Kaji Sani. Mereka datang dengan badan lelah, tapi wajah […]

Puisi-puisi D. Zawawi Imron

KURBAN   “Dengan Basmalah Kuserahkan padaMu anakku tersayang Karena Engkaulah pemilik sejati”   Saat penyembelihan terjadi Langit menyanyikan gerimis   Saat anak itu mendengar Takbir Tak ada batu dan pasir yang tidak terseyum   Langit menjadi payung sutra biru Bagi Ayah, Ibu dan Anak Sehingga puisi ini tak punya lidah Menyebut nama mereka bertiga hamba […]

Puisi-puisi Ngatawi Al-Zastrouw

KURUSETRA 1   Di medan laga Kerusetra Jubah suci sang resi Berkiabar bagai aurat wanita jelita Melambai genit penuh pesona Membakar birahi lelaki jalang,   Di palagan Kurusetra Mahkota mulia sang Brahmana Diobral di meja pesta menyalakan nafsu gerombolan Srigala Dengan mata nanar dan nafsu membuncah Mereka mencabik jubah suci sang resi   Di balik […]