Tegal Metropolitan: Antara Cahaya Lampu, Panggung Seni, dan Selawé Rubuh

Oleh Lanang Setiawan* MALAM di Alun-alun Tegal pada rentang tahun 1950 hingga 1980-an selalu datang dengan cara yang sama—perlahan, namun penuh nyawa. Menjelang senja, ketika matahari luruh di ufuk barat dan langit menguning tembaga, ruang kota itu berubah menjadi panggung besar milik rakyat. Sejak dahulu, agaknya Kota Tegal memang dirancang bukan sekadar kota pelabuhan, melainkan […]

Seni Maskot Hari Raya Idul Fitri

Oleh Muh Nur Khusen* Perlu kita ketahui, bahwa kebahagiaan seseorang tidak selalu tercipta ketika kita mendapat hadiah, surprice, maupun fasilitas yang serba ada. Sering kali, kebahagiaan justru lahir dari kedamaian batin, rasa syukur, dan hubungan yang hangat dengan sesama. Kedamaian batin dan rasa syukur  dapat juga hadir ketika kita berjumpa dengan hari yang dianggap istimewa […]

Rest Area Rakyat Itu Bernama Masjid: Catatan Tentang Jogokariyan dan Wajah Kemaslahatan

Oleh Selwa Kumar*   Malam turun pelan di Kota Yogyakarta. Saya suka Yogja. Bertemu kawan seniman dan budayawan. Tinggal dengan cara mereka. Kala itu lampu-lampu jalan menyala lembut, seperti adegan pembuka film—hening, tapi penuh janji. Angin membawa suara azan dari kejauhan. Tidak keras. Tidak suara yang memaksa. Tapi cukup teduh untuk membuat hati menoleh ke […]

Tradisi Musik Birahi di Danaraja

Oleh Lanang Setiawan* Di tengah arus zaman yang bergerak semakin cepat, ada hal-hal sederhana yang tetap bertahan karena dijaga oleh keyakinan dan ketulusan hati. Di sudut pedesaan, tradisi tidak selalu hidup dengan gemuruh, tetapi sering justru bertahan dalam kesunyian—dalam doa, dalam nyanyian, dan dalam niat yang tulus untuk mendekat kepada Tuhan. Begitulah yang terjadi di […]

Benturan Budaya di Racing Line: Paradoks Pembalap Indonesia

 Oleh Sulton Sahara* Di tikungan maut, lawan meraung bagai serigala lapar, pelan, lepas helm, lawan bermetaformosis jadi kawan, dalam pelukan ceria di paddock. Agresi retak seperti daun kering, empati hembus angin. Damai.  Prologia: Menjelang seri Moto3 di Brasil 2026, suasana paddock terasa aneh, bukan karena tegang, tetapi karena terlalu hangat, terlalu brotherhood. Di Hospitality Unit […]

Kehangatan Rumah Jawa Kolonial dan Kopi Dingin

Oleh Lutfi Priambodo* Perjalanan menuju ruang dimensi waktu dan sejarah, membawa kehangatan di setiap sudut dan detailnya, warna yang dominan putih dan tiang tiang penyangga atau orang jawa menyebutnya sebagai “Saka” memberikan nuansa pengingat suatu era. Tertulis 1890 di suatu Rumah bergaya  Kolonial memberikan jawaban atas ingatan masa lalu bawa sejarah pernah terbentuk dan menjadi […]

Di antara Cinta dan Kata: Refleksi Penyair dalam Mawaddah

Oleh Abdul Wachid B.S.    1. Pengantar Kata mawaddah dalam bahasa Arab secara leksikal berarti cinta yang mendalam, kasih yang tumbuh karena kehendak dan kesadaran ruhani, bukan sekadar ketertarikan emosional maupun fisik. Dalam Al-Qur’an, kata ini muncul dalam konteks relasi suci antara suami dan istri, sebagaimana dalam QS Ar-Rum [30]: 21: “Dan di antara tanda-tanda […]

Antara Kopi dan Ruang Spiritual

Oleh Akmal Winasis*     Budaya minum kopi di Indonesia sudah tidak bisa dipisahkan lagi, dari kalangan muda ataupun usia lanjut. Kenikmatan dalam secangkir kopi memiliki sensasi sendiri bagi penikmatnya. Tingginya penikmat kopi di khalayak umum mendukung pertumbuhan warung kopi atau biasa kita kenal dengan coffeeshop. Berbagai kalangan yang ikut meramaikan khasanah perkopian memunculkan berbagai […]

RUDHAL JOGLO: Srawung Dalang Jogja–Solo dalam Harmoni Tiga Kelir

Oleh Abimanyu Putra Pratama* Sabtu Malam (14/3/2026) di nDalem Yudonegaran, Yogyakarta, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 20.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan memenuhi ruang pertunjukan yang didominasi arsitektur tradisional Jawa. Tiang-tiang kayu berwarna gelap berdiri kokoh menopang atap ekspos yang tersusun rapi, menciptakan kesan luas sekaligus hangat. Pendar lampu gantung klasik menghadirkan cahaya kekuningan yang […]

Ramadan Dalam Derap Jaranan

Oleh Fitri Bima Asih* Kalau main ke Trenggalek saat bulan Ramadan, ada suasana yang berbeda begitu jarum jam lewat pukul 12 malam. Ketika sebagian orang mulai terlelap setelah tarawih, di sekitar Alun-Alun Trenggalek justru terdengar suara kendang ditabuh bertalu-talu. Disusul kenong, gong, dan Slompret yang memecah sunyi. Bukan konser resmi, bukan festival besar, ini latihan […]