Dari Davos Menuju Demokrasi Ekonomi Yang Bermartabat
Memulihkan Retakan Kemanusiaan dan Peradaban Oleh: Gus Nas Jogja* Di bawah langit Alpen yang biru beku, di mana salju Davos berbisik tentang sejarah bumi yang kian menipis, sebuah liturgi sekuler sedang dirayakan. Di sana, di ketinggian 1.500 meter, para “Gembala Zaman”—para Davos Man yang mengenakan jas sutra dan membawa statistik sebagai tongkat gembalanya—berkumpul di dalam […]

