Dapur, Kekuasaan, dan Politik Kebudayaan di Tengah Industri Makanan

Oleh: Abdul Hakim* Di tengah hiruk-pikuk globalisasi abad ke-21, manusia modern sesungguhnya sedang mengalami sebuah paradoks yang jarang dibicarakan secara serius. Kita hidup pada masa ketika makanan tersedia dalam jumlah yang melimpah, diproduksi dengan teknologi yang semakin canggih, dan didistribusikan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban manusia. Dari satu aplikasi di […]

Bayang Bayang Keraton Pada Denyut Pasar Kanoman

Oleh: Bambang Supriadi* Pagi belum sepenuhnya terang ketika Pasar Kanoman mulai dipenuhi suara. Bunyi mobil, sepeda motor yang datang dan pergi, percakapan para pedagang yang saling bersahutan, suara roda gerobak yang bergesekan dengan lantai pasar, serta aroma masakan yang perlahan memenuhi udara menjadi penanda bahwa hari baru telah dimulai. Di antara keramaian itu, orang-orang bergerak […]

Ondel-Ondel di Ruang Publik Jakarta: Budaya Visual, Pertunjukan Jalanan, dan Negosiasi Budaya

Oleh: Cerman Simamora* Abstrak Artikel ini mengkaji ondel-ondel sebagai fenomena budaya visual di ruang publik Jakarta. Fokus utama artikel bukan hanya pada perubahan fungsi ondel-ondel dari praktik ritual menuju pertunjukan jalanan, tetapi pada bagaimana makna visual ondel-ondel dinegosiasikan melalui ruang, tubuh, media, ekonomi informal, dan kebijakan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan karakter […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Iduladha dan Teologi Pembebasan

Oleh: Dimas Indianto S.* Iduladha hadir bukan sekadar sebagai perayaan ritual yang menandai musim kurban, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang kebebasan manusia dari belenggu paling purba. Di tengah gema takbir yang melintas dari surau ke surau, manusia diajak menafsir ulang hubungan antara pengorbanan dan kemerdekaan batin. Kisah Nabi Ibrahim tidak berhenti sebagai narasi kepatuhan spiritual […]

Kamera Rakyat: Merawat Kebersamaan

Oleh : Bambang Supriadi* Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 bukan sekadar letusan gunung berapi. Ia adalah dentuman yang merobek ingatan, memisahkan manusia dari rumahnya, dan meninggalkan abu di atas kehidupan yang sebelumnya tumbuh tenang. Asap pekat membubung ke langit, lahar meluncur menelan ladang dan ternak, sementara ribuan orang berlari meninggalkan kampung yang selama puluhan tahun […]

Cannes, Pesta Babi, dan Cara Kita Membaca Film

Oleh : Purnawan Andra* Ada satu hal yang selalu menarik dari film. Ia bisa mengantar nama sebuah negara ke panggung dunia, tetapi pada saat yang sama juga bisa membuat negara itu gugup ketika isi ceritanya terlalu dekat dengan urusan sendiri. Film adalah pedang bermata dua. Tahun 2026 ini, Indonesia hadir di Festival de Cannes lewat […]

Kesempurnaan Tanpa Jiwa

Oleh : Bambang Supriadi* “We are just products in a line / Waiting for the next upgrade.” Lirik dari lagu Evolve pada album Error milik grup bandThe Warning, menjadi pembuka yang brutal bagi realita kita saat ini. Budaya modern telah membajak istilah “evolusi” dari proses alami yang lambat sehingga menjadi tuntutan performatif yang instan. Lagu […]

Senjakala Sains?

Oleh : Dr. Soffa Ihsan* Perang,wabah, bencana alam, bencana tehnologi, bencana medis, krisis emergi, krisis pangan, kiamat internet, kekacauan massal (great refusal), kegaduhan politi, kekerasan dan terorisme adalah wajah-wajah giris nan mencekam yang akan terus mengintai dan menghujami kehidupan umat manusia. Yuval Noah Harari menujumankan berbagai ancaman terhadap umat manusia ke depan akan mengguncang dunia. […]

Borobudur, Ketahanan Pangan, dan Kita yang Kerap Lupa

Oleh : Purnawan Andra* Di banyak tempat, candi diperlakukan seperti benda masa lalu yang harus dijaga dari lumut, debu dan turis. Tapi candi Borobudur tidak sesederhana itu. Ia bukan hanya monumen agama, tetapi juga semacam buku batu yang menyimpan cara hidup. Di tubuh candinya terdapat sekitar 2.672 relief, dengan 1.460 panel naratif yang menutupi kurang […]