Sampah sebagai Problema Quantum: Dari Budaya Keteraturan Kosmologi Borobudur ke Entropi Kota Jakarta

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Sampah adalah hantu masa depan yang terlupakan, benih kemakmuran terkubur dalam pelukan keterbuangan, mencerminkan ketidakseimbangan antara harmoni alam Nusantara dan kekacauan urban modern [1]. Prologia: Indonesia berada di persimpangan krusial, seperti sistem kuantum dalam superposisi, keadaan ganda di mana sampah bukan lagi sekadar isu budaya kebersihan, melainkan fenomena fisika kompleks: fluktuatif, tak pasti, […]

Rakyat Cenderung Dimiskinkan Secara Struktural 

Catatan Herry Dim* PERCAYALAH kemiskinan yang umumnya terjadi di Indonesia itu merupakan kemiskinan yang tidak berasal dari individu si miskinnya itu sendiri. Setidaknya dalam sembilan menjelang 10 tahun bekerja bersama Odesa Indonesia di kawasan Cimenyan, terlihat bahwa masyarakat yang umumnya tergolong miskin itu justru mereka yang gigih bekerja baik sebagai petani, penambang batu, ataupun kerja […]

Wayang Topeng Malang: Ketika Warisan Budaya Dibiarkan Sekarat di Tanah Kelahirannya Sendiri

Sebuah catatan kritis tentang krisis identitas budaya yang terus kita abaikan bersama   Oleh Yusuf Munthaha* Ada sesuatu yang terasa ganjil ketika kita menyebut Wayang Topeng Malang sebagai “ Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ”, yang telah diakui pemerintah pusat, sementara di saat yang sama, desa-desa yang selama berabad-abad menjadi rahim dari tradisi ini seperti […]

Simfoni di Arena Kolektif: Gairah Komunal dalam Piala Raja Hamengkubuwono Cup

Oleh Abdul Mu’iz Dehana Cakra Surya* Dalam kurun waktu terakhir, dunia mengalami disrupsi besar akibat pandemi Covid-19 yang melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali industri pertunjukan seni di Indonesia yang sempat terhenti total. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap ekosistem marching band di Yogyakarta. Sebagai kota yang dikenal dengan aktivitas artistik yang dinamis, kebijakan pembatasan kerumunan […]

Ruang Tamu Lebaran: Museum Kecil Konsumerisme Religius

Oleh Prof. Dr. Kasiyan* Lebaran datang seperti bianglala yang berputar pelan di langit batin—membawa kita pulang, bukan hanya ke kampung halaman, tetapi ke suatu harapan tentang kesucian. Ada yang bergerak dalam diri: sesuatu yang ingin kembali jernih, seperti air sebelum disentuh tangan. Kita menyebutnya fitrah, seolah ia sebuah tempat, padahal ia mungkin hanya arah—arah pulang […]

Mendaras Puisi Abdul Kadir Ibrahim: dari Penghayatan Personal, ke Spiritualitas, Sampai ke Kritik Sosial

Oleh Syaifuddin Gani* Puisi menjadi jalan bagi penyair, mengutarakan perasaan terdalamnya secara personal, spiritualitas, maupun kritiknya pada realitas sosial. Penyair sebagai manusia, memiliki hasrat dan harapan yang ia suarakan melalui kata-kata, bahasa. Akan tetapi, penyair tidak sekadar mengutarakannya dengan bahasa yang lugas, sebagaiamana manusia umumnya jika berkeluh-kesah. Penyair akan menggunakan kendaraan imajinasi, menuangkan kegelisahan agar […]

Hatsune Miku, Idola Virtual dalam Era Metamodern, Sebuah Refleksi

Oleh Muhammad Three Artois Estuari* Hatsune Miku merupakan sebuah fenomena budaya global yang mucul pada tahun 2007 dan mengalami puncak popularitasnya pada 2009 hingga 2012, yang unik disini adalah Miku bukan bukan seorang manusia tetapi ia adalah karakter Virtual yang merupakan “wajah” dari teknologi Vocaloid yang dimiliki Yamaha Corporation, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Crypton Future […]

Estetika Pesisir: Bedah Seni Visual dan Materialitas Kelenteng Cu An Kiong Lasem

Oleh Muh Nur Khusen* Di tepian Sungai Lasem, berdiri sebuah bangunan yang telah menyaksikan perputaran waktu selama lebih dari lima abad. Kelenteng Cu An Kiong, yang namanya berarti “Istana Ketentraman Welas Asih“, bukan sekadar artefak religi melainkan sebuah Gesamtkunstwerk atau “Karya Seni Total” di mana arsitektur, seni lukis, seni ukir, dan tata ruang menyatu dalam harmoni […]

Yang Tak Terlihat, Bukan Tak Bernilai

Kritik atas Kasus Videografer Amsal Christy Sitepu   Oleh Salsabilla Putri* Informasi dalam media sosial sekarang begitu kilat sampai kepada setiap penggunanya. Video-video dan foto-foto diikuti caption menjadi konsumsi hampir setiap hari, tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan tidak hanya sebagai konsumsi, ini juga menjadi ladang pekerja kreatif di dalamnya. Hal ini bergantung pada bagaimana […]

Membaca Ulang Pakaian Khas pada Ulang Tahun Kota Malang ke-112

Prolog: Antara Perayaan dan Paradoks Oleh Yusuf Munthaha*   Ada sesuatu yang menggelisahkan ketika sebuah kota merayakan ulang tahunnya dengan mengenakan pakaian yang secara historis merepresentasikan era penindasan kolonial. Pemerintah Kota Malang dalam peringatan hari jadinya yang ke-112 memilih konsep yang mereka sebut “kolonial tradisional” sebagai identitas visual perayaan. Seragam dengan estetika Hindia Belanda itu […]