Film Pelajar Purbalingga: Suara Lokal di Tengah Arus Global

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Ruang Sinema di Tengah Arus Global Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) telah bergeser dari sekadar lomba menjadi ruang produksi makna kultural yang serius. Stuart Hall, dalam Representation: Cultural Representations and Signifying Practices (1997:15), menggarisbawahi bahwa representasi adalah proses aktif membangun makna: “representation is the production of meaning through language […]

Ketika “Sikilku Iso Muni” Mengingatkan Kita pada Hilangnya Lagu Anak

Oleh Mukhlis Anton Nugroho*   Ada satu hal yang terasa menempel setelah menonton Na Willa: bunyi. Bukan semata bunyi kereta, bukan pula bunyi kota kecil yang jadi latar kisah itu, melainkan bunyi langkah Dul setelah hidupnya berubah. Dari situ lalu lahir lagu Sikilku Iso Muni, sebuah lagu yang, bagi saya, sangat penting bukan hanya untuk […]

Seni dalam Replika: Hegemoni Pigura Bahagia di Jalan Godean

Oleh Dan King Kapitan* Di suatu sore di Jalan Godean, lalu lintas berjalan pelan. Deretan ruko, warung, dan bengkel berdiri rapat di pinggir jalan. Di antara semuanya, ada satu tempat yang langsung menarik perhatian: sebuah toko pigura dengan dinding dan trotoarnya penuh bingkai. Emas mengilap, putih, hitam; di dalamnya ada pemandangan sawah dan gunung, kaligrafi, […]

Karya Seni bukan Anak Jadah

Oleh Bambang Prihadi* “Apakah sebuah karya seni harus dihukum karena dosa penciptanya?” Istilah anak jadah atau anak haram (asal kata zadah dari bahasa Urdu) merupakan frasa yang kemudian digunakan sebagai stigma sosial dalam kehidupan masyarakat, yang dilekatkan pada anak dari hasil hubungan terlarang kedua orang tuanya. Namun, dalam ajaran Islam—bahkan agama samawi lainnya—tidak dikenal istilah anak haram. Keyakinan ini berangkat dari […]

Arsip Foto Lebaran

Oleh Mikke Susanto* Lebaran baru saja usai. Perjalanan budaya/spiritual tahunan yang rutin kita lakukan itu menyisakan beragam cerita. Suka cita, resah maupun duka lara dialami. Pasti semua terangkum dalam ingatan dan rekaman. Saya yakin, selama Lebaran di minggu ketiga Maret 2026 kemarin Anda menghasilkan ribuan atau bahkan jutaan rekaman keluarga. Terhitung dari yang asal-asalan sampai […]

Sampah sebagai Problema Quantum: Dari Budaya Keteraturan Kosmologi Borobudur ke Entropi Kota Jakarta

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Sampah adalah hantu masa depan yang terlupakan, benih kemakmuran terkubur dalam pelukan keterbuangan, mencerminkan ketidakseimbangan antara harmoni alam Nusantara dan kekacauan urban modern [1]. Prologia: Indonesia berada di persimpangan krusial, seperti sistem kuantum dalam superposisi, keadaan ganda di mana sampah bukan lagi sekadar isu budaya kebersihan, melainkan fenomena fisika kompleks: fluktuatif, tak pasti, […]

Rakyat Cenderung Dimiskinkan Secara Struktural 

Catatan Herry Dim* PERCAYALAH kemiskinan yang umumnya terjadi di Indonesia itu merupakan kemiskinan yang tidak berasal dari individu si miskinnya itu sendiri. Setidaknya dalam sembilan menjelang 10 tahun bekerja bersama Odesa Indonesia di kawasan Cimenyan, terlihat bahwa masyarakat yang umumnya tergolong miskin itu justru mereka yang gigih bekerja baik sebagai petani, penambang batu, ataupun kerja […]

Wayang Topeng Malang: Ketika Warisan Budaya Dibiarkan Sekarat di Tanah Kelahirannya Sendiri

Sebuah catatan kritis tentang krisis identitas budaya yang terus kita abaikan bersama   Oleh Yusuf Munthaha* Ada sesuatu yang terasa ganjil ketika kita menyebut Wayang Topeng Malang sebagai “ Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ”, yang telah diakui pemerintah pusat, sementara di saat yang sama, desa-desa yang selama berabad-abad menjadi rahim dari tradisi ini seperti […]

Simfoni di Arena Kolektif: Gairah Komunal dalam Piala Raja Hamengkubuwono Cup

Oleh Abdul Mu’iz Dehana Cakra Surya* Dalam kurun waktu terakhir, dunia mengalami disrupsi besar akibat pandemi Covid-19 yang melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, tidak terkecuali industri pertunjukan seni di Indonesia yang sempat terhenti total. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap ekosistem marching band di Yogyakarta. Sebagai kota yang dikenal dengan aktivitas artistik yang dinamis, kebijakan pembatasan kerumunan […]

Ruang Tamu Lebaran: Museum Kecil Konsumerisme Religius

Oleh Prof. Dr. Kasiyan* Lebaran datang seperti bianglala yang berputar pelan di langit batin—membawa kita pulang, bukan hanya ke kampung halaman, tetapi ke suatu harapan tentang kesucian. Ada yang bergerak dalam diri: sesuatu yang ingin kembali jernih, seperti air sebelum disentuh tangan. Kita menyebutnya fitrah, seolah ia sebuah tempat, padahal ia mungkin hanya arah—arah pulang […]