Melacak Regulasi Kebudayaan di Jawa Tengah Pasca-Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan

Oleh Adhitia Armitrianto*   BARU-BARU ini, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Uji Publik Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pemajuan Kebudayaan. Dibanding beberapa daerah lain di Jawa Tengah, Kota Semarang termasuk tertinggal dalam urusan kepemilikan aturan tersebut. Meski memang, belum semua daerah menetapkannya. Sebagaimana diketahui, Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan telah ditetapkan pada 2017 lalu. […]

Kota dan Banjir: Tragedi Budaya Ketika Beton Menelan Jiwa Peradaban

Oleh Mochammad Sulton Sahara*   Air adalah cermin jiwa suatu bangsa, ketika kota-kota kita tenggelam, yang tenggelam bukan hanya rumah dan harta benda, tapi juga ingatan leluhur tentang harmoni dengan alam.   Prologia: Bayangkan pagi kelabu di Jakarta medio April 2026. Langit masih menetes sisa hujan malam, Ciliwung membengkak penuh lumpur, Jalan Sudirman-Jatinegara jadi sungai […]

Mendekonstruksi Konstruksi Makna Lengger Lanang

Oleh Purnawan Andra* Lengger selama ini sering dipahami sebagai sesuatu yang seolah-olah sudah jelas. Ia adalah tarian rakyat Banyumasan yang lekat dengan tubuh perempuan, hadir dalam ritus, tumbuh dari lanskap agraris, dan mengakar dalam ingatan kolektif. Lengger menari untuk panen, untuk kesuburan, untuk menjaga hubungan antara manusia dan alam.  Dalam banyak ingatan kultural, lengger adalah […]

Peta Buram: Membaca Wajah Perteateran Kota Malang

Catatan dari Forum Serat, DKM Malang — 15 April 2026 Oleh Yusuf Munthaha* Ada sesuatu yang menarik ketika Bayu Kresna Murti menyebut peta perteateran Malang sebagai “invisible map” — peta yang ada, tapi sulit dibaca. Bukan karena petanya hilang. Tapi karena kita mungkin belum cukup serius duduk bersama untuk menggambarnya. Forum Serat yang digelar Dewan […]

Film Pelajar Purbalingga: Suara Lokal di Tengah Arus Global

Oleh Abdul Wachid B.S.*   1. Ruang Sinema di Tengah Arus Global Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) telah bergeser dari sekadar lomba menjadi ruang produksi makna kultural yang serius. Stuart Hall, dalam Representation: Cultural Representations and Signifying Practices (1997:15), menggarisbawahi bahwa representasi adalah proses aktif membangun makna: “representation is the production of meaning through language […]

Ketika “Sikilku Iso Muni” Mengingatkan Kita pada Hilangnya Lagu Anak

Oleh Mukhlis Anton Nugroho*   Ada satu hal yang terasa menempel setelah menonton Na Willa: bunyi. Bukan semata bunyi kereta, bukan pula bunyi kota kecil yang jadi latar kisah itu, melainkan bunyi langkah Dul setelah hidupnya berubah. Dari situ lalu lahir lagu Sikilku Iso Muni, sebuah lagu yang, bagi saya, sangat penting bukan hanya untuk […]

Seni dalam Replika: Hegemoni Pigura Bahagia di Jalan Godean

Oleh Dan King Kapitan* Di suatu sore di Jalan Godean, lalu lintas berjalan pelan. Deretan ruko, warung, dan bengkel berdiri rapat di pinggir jalan. Di antara semuanya, ada satu tempat yang langsung menarik perhatian: sebuah toko pigura dengan dinding dan trotoarnya penuh bingkai. Emas mengilap, putih, hitam; di dalamnya ada pemandangan sawah dan gunung, kaligrafi, […]

Karya Seni bukan Anak Jadah

Oleh Bambang Prihadi* “Apakah sebuah karya seni harus dihukum karena dosa penciptanya?” Istilah anak jadah atau anak haram (asal kata zadah dari bahasa Urdu) merupakan frasa yang kemudian digunakan sebagai stigma sosial dalam kehidupan masyarakat, yang dilekatkan pada anak dari hasil hubungan terlarang kedua orang tuanya. Namun, dalam ajaran Islam—bahkan agama samawi lainnya—tidak dikenal istilah anak haram. Keyakinan ini berangkat dari […]

Arsip Foto Lebaran

Oleh Mikke Susanto* Lebaran baru saja usai. Perjalanan budaya/spiritual tahunan yang rutin kita lakukan itu menyisakan beragam cerita. Suka cita, resah maupun duka lara dialami. Pasti semua terangkum dalam ingatan dan rekaman. Saya yakin, selama Lebaran di minggu ketiga Maret 2026 kemarin Anda menghasilkan ribuan atau bahkan jutaan rekaman keluarga. Terhitung dari yang asal-asalan sampai […]

Sampah sebagai Problema Quantum: Dari Budaya Keteraturan Kosmologi Borobudur ke Entropi Kota Jakarta

Oleh Mochammad Sulton Sahara* Sampah adalah hantu masa depan yang terlupakan, benih kemakmuran terkubur dalam pelukan keterbuangan, mencerminkan ketidakseimbangan antara harmoni alam Nusantara dan kekacauan urban modern [1]. Prologia: Indonesia berada di persimpangan krusial, seperti sistem kuantum dalam superposisi, keadaan ganda di mana sampah bukan lagi sekadar isu budaya kebersihan, melainkan fenomena fisika kompleks: fluktuatif, tak pasti, […]