Perlukah Kota Malang punya “amfiteater?”
Ruang Kesenian yang lebih demokratis – Oleh Yusuf Munthaha* — Sering terjadi dalam pertemuan tanpa agenda di kedai-kedai kopi yang menginvasi hampir setiap sudut Kota Malang saat ini, seringkali muncul pertanyaan dan pernyataan retoris; di kota yang menyebut dirinya Kota Pendidikan, kota yang melahirkan seniman, dramawan, penari, dan musisi dari puluhan lembaga pendidikan seni […]

