Poslangitan

Oleh: Hudan Hidayat* Tentang aku yang membelah diri, bersatu lagi – aku yang aktif, aku yang pasif, sebagai konsekwensi. Penguasaan, bahwa aku menguasai dirimu. Tidak kita sadari ada aku di dalam aku, yang berhubungan. Aku yang sadar, aktif dengan kesadarannya. Apakah aku yang pasif itu adalah lawannya? Pada saat aku menunjukkan identitasnya, muncul identitas lain, […]

Haaland, Setelah Vigeland

Oleh:  Agus Dermawan T.*  Pada babak perempat final Piala Dunia 2026 Norwegia dikalahkan Inggris, 1-2. Namun demikian peran Haaland, penyerang Norwegia, sangat merasuk dalam hati. Atraksi Haaland di lapangan melambungkan Norwegia sebagai negeri atraksi seni. ————- Perupa Tisna Sanjaya jelas penggemar sepak bola. Tak ada satu sesi pertandingan Piala Dunia 2026 yang ia tinggalkan. Sambil […]

Memaknai Ulang Auteur Theory

Oleh: Bambang Supriadi Dalam sejarah teori film, hanya sedikit gagasan yang mampu mengubah pemahaman sinema sebagaimana Auteur Theory. Ketika David Parkinson memasukkan teori ini ke dalam bukunya 100 Ideas That Changed Film (2012), ia sesungguhnya sedang menunjukkan bahwa perubahan terbesar dalam sejarah perfilman tidak selalu lahir dari penemuan teknologi pendukungnya, seperti kamera baru, teknologi suara, […]

Film Tari, Membaca Kebudayaan

Oleh: Purnawan Andra* Di masa kini, penyebaran unsur-unsur kebudayaan berlangsung sangat cepat, salah satunya melalui film. Film bukan hanya sebagai representasi, tetapi juga pengalaman dan tindakan melihat. Film menjadi tindakan melihat (act of viewing) dunia seperti yang terlihat, juga sebuah kemampuan (faculty) yang mampu menjembatani dua cara melihat dunia, antara satu cara yang berdasar pada […]

Membangun Fondasi Pendidikan di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan

Oleh: Tengsoe Tjahjono* Perdebatan mengenai hubungan antara pendidikan dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sering kali bergerak terlalu cepat. Diskusi publik dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana AI akan menggantikan guru, bagaimana peserta didik harus menguasai prompt engineering, atau bagaimana sekolah harus beradaptasi dengan revolusi digital. Namun, di balik euforia tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar. Ketika […]

Harmoni dari Cileunyi: Diplomasi Musik Organik, Syiar Budaya Tradisional, dan Inovasi Rampak Seeng di Saung Budaya Yoyon

Oleh: Jasmine Nurul Asyifa* Di tengah pusaran modernitas abad ke-21, manajemen seni kontemporer sering kali terjebak dalam pandangan yang sangat mekanistik. Seni kerap direduksi menjadi komoditas industri kreatif, di mana keberhasilan sebuah ruang kebudayaan diukur secara kuantitatif melalui optimasi algoritma media sosial, jangkauan kampanye digital, serta kalkulasi keuntungan material yang serba pragmatis. Banyak ruang kreatif […]

Gombloh Bukan Hanya di Radio

Oleh: Esthi Hudiono* SEJARAH NAMA GOMBLOH Gombloh adalah seniman musik yang berkarir di Surabaya untuk Indonesia. Nama asli “Soedjarwoto Soemarsono”. Kelahiran Jombang 12 Juli 1948 saat keluarga mengungsi dari Surabaya. Ia dinamai Gombloh karena kelakuan esentriknya. Julukan ini d iberikan oleh guru, kawan-kawan sekolah dan keluarga serta orang yang mengenal baik tanpa saling tahu. Guru […]

Seni Pertunjukan dan Politik Kehadiran

Oleh: Purnawan Andra* Setiap Kamis, sekelompok orang berpakaian hitam berdiri diam di depan Istana Negara. Mereka tidak banyak berorasi, tidak keras meneriakkan slogan, suasananya bahkan nyaris seperti tidak banyak yang berbicara. Yang terutama mereka lakukan hanya berdiri sambil memegang payung hitam dan foto orang-orang terdekat mereka yang hilang hingga kini. Di tempat lain, beberapa waktu […]

Ritus di Tengah Sengketa Takhta

Oleh: Mukhlis Anton Nugroho Kraton Surakarta kembali berada dalam pusaran perhatian publik. Bukan semata karena kemegahan sejarahnya, melainkan karena konflik suksesi yang belum selesai dan mulai menyentuh ritus-ritus penting di dalamnya. Jika perebutan takhta hanya berhenti sebagai urusan keluarga, persoalannya mungkin terbatas pada lingkaran internal kraton. Namun, ketika ketegangan itu berimbas pada kirab pusaka, upacara […]

Buku Koleksi Benda Seni

Oleh: Mikke Susanto* Dalam beberapa dekade muncul fenomena terbitnya buku-buku koleksi seni rupa di berbagai negara. Meskipun fenomena ini tidak sebesar bidang bisnis maupun politik, tetap perlu mendapat perhatian. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik mengoleksi tak berhenti di ranah privat dan hanya terkait dunia seni. Namun juga bergerak menjadi medan representasi kultural yang luas, bahkan […]