Siapa yang Berhak Memberi Cap kepada Desa?

Oleh: Purnawan Andra* Desa di Indonesia selama ini disebut sebagai akar budaya bangsa, sumber ketahanan pangan, lanskap ruang yang menjadi kebanggan dan ruang hidup identitas sosial. Desa adalah pranata hidup, basis pengetahuan, dan ensiklopedi komunal yang telah membentuk fondasi bangsa ini jauh sebelum republik ini dirumuskan. Namun, logika pembangunan hari ini kerap melihat desa secara […]

Isyana dan Gambar Garuda Pancasila

Oleh: Agus Dermawan T.* Sejak 2019 ada agenda tahunan “Juni: Bulan Bung Karno”. Disebut “Bulan Bung Karno”, karena pada bulan Juni Bung Karno lahir (6 Juni 1901), Bung Karno wafat (21 Juni 1970), dan Bung Karno mengumumkan nama Pancasila (1 Juni 1945). Sehingga 1 Juni disebut sebagai Hari Lahir Pancasila. Untuk memvisualisasi Pancasila, diciptakan lambang […]

Petualangan Anak Kampung di Halaman Majalah-majalah

Oleh: Hikmat Darmawan*   Bagian 1: Majalah Hai dan Expo Benyamin boleh aje punya “wajah kampung, rejeki kota”. Saya sepanjang masa kanak hingga remaja merasa sebagai anak kampung di kota. Belakangan saya tahu, oh, rupanya memang ada konsep dalam kajian urbanisme bernama “kampung-kota”. Berarti, saya anak kampung-kota tulen, sejak kepindahan keluarga saya dari Bandung ke […]

Komodifikasi Kue-Ku Lasem dalam Arus Ekonomi Kreatif

Oleh: Favio Soares Pinto*  Pelestarian tradisi yang termanifestasi dalam memori leluhur, penyesuaian terhadap lingkungan baru yang diwujudkan melalui adaptasi lokal, serta perubahan orientasi menuju nilai komersial yang tercermin dalam ekonomi kreatif. Mbak Agni menjelaskan makna filosofis dan fungsi sosial kue-ku di Lasen. Kue-ku tidak dapat dipahami sekadar sebagai kuliner biasa. Berdasarkan pembacaan terhadap berbagai wawancara, […]

Up in the Air dan Negara di Ruang Transit

Oleh: Purnawan Andra* Ada sesuatu yang menarik ketika publik memperdebatkan frekuensi perjalanan luar negeri seorang presiden. Sebagian orang menganggapnya sebagai bagian wajar dari diplomasi. Sebagian lain melihatnya sebagai tanda bahwa pemimpin lebih sibuk mengurus dunia daripada mengurus rumah sendiri. Perdebatan semacam ini hampir selalu berakhir pada hitung-hitungan teknis: berapa kali berangkat, berapa negara yang dikunjungi, […]

Dapur, Kekuasaan, dan Politik Kebudayaan di Tengah Industri Makanan

Oleh: Abdul Hakim* Di tengah hiruk-pikuk globalisasi abad ke-21, manusia modern sesungguhnya sedang mengalami sebuah paradoks yang jarang dibicarakan secara serius. Kita hidup pada masa ketika makanan tersedia dalam jumlah yang melimpah, diproduksi dengan teknologi yang semakin canggih, dan didistribusikan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban manusia. Dari satu aplikasi di […]

Bayang Bayang Keraton Pada Denyut Pasar Kanoman

Oleh: Bambang Supriadi* Pagi belum sepenuhnya terang ketika Pasar Kanoman mulai dipenuhi suara. Bunyi mobil, sepeda motor yang datang dan pergi, percakapan para pedagang yang saling bersahutan, suara roda gerobak yang bergesekan dengan lantai pasar, serta aroma masakan yang perlahan memenuhi udara menjadi penanda bahwa hari baru telah dimulai. Di antara keramaian itu, orang-orang bergerak […]

Ondel-Ondel di Ruang Publik Jakarta: Budaya Visual, Pertunjukan Jalanan, dan Negosiasi Budaya

Oleh: Cerman Simamora* Abstrak Artikel ini mengkaji ondel-ondel sebagai fenomena budaya visual di ruang publik Jakarta. Fokus utama artikel bukan hanya pada perubahan fungsi ondel-ondel dari praktik ritual menuju pertunjukan jalanan, tetapi pada bagaimana makna visual ondel-ondel dinegosiasikan melalui ruang, tubuh, media, ekonomi informal, dan kebijakan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan karakter […]

Mengukur Kemabruran Haji: Merintis Jalan Menuju Kesalehan Sosial

Oleh: Prof Dr Fauzi M.Ag* Pada musim haji 2026M/1447H ini, jamaah haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Mereka saat ini telah melaksanakan inti haji yaitu wukuf di Arofah, dan tengah melanjutkan menyelesaikan rangkaian rukun dan wajib haji. Seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan bertujuan pada […]

Iduladha dan Teologi Pembebasan

Oleh: Dimas Indianto S.* Iduladha hadir bukan sekadar sebagai perayaan ritual yang menandai musim kurban, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang kebebasan manusia dari belenggu paling purba. Di tengah gema takbir yang melintas dari surau ke surau, manusia diajak menafsir ulang hubungan antara pengorbanan dan kemerdekaan batin. Kisah Nabi Ibrahim tidak berhenti sebagai narasi kepatuhan spiritual […]