Pos

Puisi-puisi Sosonjan A. Khan

CERITA SENJA    Ada yang tersentak ketika merah senja tiba-tiba berbicara tentang detik yang lurut dari tiang layar bahtera usia.   Benarkah, semalam telah terlalu jauh di ufuk ingatan? Seperti warna dilunturkan rintik hujan, perlahan merah senja berlimpahan di rambut pucat menghiris keindahan pantai.   Alam melukis makna menegur ramah. Dingin membelai senja berbisik mesra […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA DJOKO KAHIMAN   Siang pernah membuka jalan di hutan Kejawar saat seorang bocah belajar diam lebih lama daripada berkata.   Ia dibesarkan oleh sunyi, oleh doa yang tidak dipamerkan, oleh padepokan yang mengajarkan: kekuasaan lahir dari kesanggupan menahan diri.   Ketika ilmu dirasa cukup, ia pergi tanpa kuda, tanpa panji. Hanya tubuh muda dan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA GETHUK GORENG SOKARAJA   Malam jatuh di Sokaraja. Pelan. Seperti daun singkong yang tahu kapan harus gugur.   Di dapur kecil, air mendidih tanpa saksi. Singkong direbus seperti hidup direbus waktu, tidak boleh terlalu cepat, tidak boleh mengeluh.   Gethuk… gethuk… ora nasi ora napa, yen ati eling lan sabar, weteng ya bisa diajak […]

Puisi-puisi Rohani Din

MENGGENGGAM TISU   Sayu Sendu Di petang Sabtu Hujan menyerbu Angin menderu Mengundang rindu Pada kekasihku   Kupeluk kelibatmu di dada pusara Meluruhkan lebat rindu dan lara Tiada hadiah kecuali sekuntum Fatihah Sambil menggenggam tisu yang basah.   27/11/20     LIMA DEKAD   Di hari  ulang tahun kelahiranmu kuucapkan selamat Lima puluh tahun bukan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA SEDEKAH BUMI BARITAN   Di kaki malam yang perlahan membuka kelopaknya, orang-orang datang membawa padi, membawa kendi, membawa kisah yang menua bersama tanah. Bulan turun rendah, menyelinap di antara rambut anak-anak yang belajar diam di hadapan ladang seperti di hadapan ayat yang belum selesai dibaca.   Sesaji dibuka. Daun pisang bergetar halus seakan mencatat […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S.

BALADA SYAIKH MAKDUM WALI 1. Pada senja yang pecah seperti buah delima, Syaikh Makdum Wali melangkah dari arah barat. Serayu membuka diri, “Masuklah, kekasih Allah,” bisiknya pelan—pelan—pelan, seakan takut membangunkan sejarah. 2. Sarung sederhana berkibar perlahan, seperti bendera yang tak ingin mengumumkan perang kecuali perang melawan gelap di dada manusia. Daun jambu bergerak tanpa angin, […]

Menjaga Bahasa Puisi: Antara Kebebasan Imajinasi dan Tanggung Jawab Makna

Oleh: Abdul Wachid B.S.*   1. Pendahuluan Dalam beberapa dekade terakhir, dunia perpuisian Indonesia memperlihatkan gejala yang menarik sekaligus mengkhawatirkan: semakin banyak puisi ditulis dengan gaya yang cenderung mengabaikan kejelasan makna. Kata-kata berjejal dalam deretan larik yang puitik secara bunyi, namun tak jarang kehilangan daya ungkap secara substansial. Bahasa seakan hanya menjadi parade metafora dan […]

Puisi-puisi Abdul Wachid B.S

BALADA BATANG PETUNG YANG HILANG Di halaman itu anak-anak bermain bayang sendiri suara mereka seperti angin mengejar bentuk yang tak jadi. Dulu di tengah mereka ada batang petung berdiri menadah hujan menampung cahaya pagi dan mendengarkan burung jalak bertahlil sebelum embun benar-benar pergi. Tak hanya menadah hujan, ia pernah jadi bende penanda waktu, menggetarkan malam […]

Puisi dan Masa Pakai Kata

Oleh Gus Nas Jogja* Puisi adalah pertarungan melawan waktu, dan setiap kata di dalamnya adalah upaya untuk mencapai keabadian. Di era analog, masa pakai kata diuji oleh keausan cetak dan memori kolektif; di era Literasi Digital, tantangannya jauh lebih kompleks: banalitas yang diinduksi oleh algoritma, kebisingan platform, dan kedangkalan interaksi. Kata-kata dalam bait-bait puisi itu […]

Puisi-puisi Sinduputra

80 TAHUN,       SETELAH AKU PERTAMA KALI MENULIS PUISI puisi memanggil lebih dekat dengan pohon bunga merindukan tanganku menyentuh pohon dengan pelukan maka mengapa pohon itu terus menangis! pohon itu sudah tua.        80 tahun setelah aku pertama kali menulis puisi pohon itu tempat terakhir kupu-kupu menyimpan air mata kupu-kupu yang […]