Pos

Religiositas Seni (Rupa) atau Seni Religius?

Oleh: Mudji Sutrisno SJ.* Hartojo Andangdjaja dalam bukunya “Dari Sunyi ke Bumi” (Grafiti, 1991, hal.18-19), menulis bahwa puisi religius dengan interpretasi puitik yang baik tidak pernah mendesakkan suatu kepercayaan apapun kepada pembacanya. Puisi itu ‘hanya’ menyatakan apa yang dihayati penyairnya. Bilapun termuat pengabaran atau ‘dakwah’ maka pengabaran dalam puisi religius yang baik akan terasa lebih […]

Kritik Seni

Oleh Mudji Sutrisno SJ.* Pembahasan mengenai estetika dalam karya seni, baik itu sastra, lukisan, maupun seni pertunjukkan (tari, teater dan lain-lain), sampai hari ini secara mencolok berada dalam dua arus. Arus pertama adalah resensi seni yang mau mencoba memberi apresiasi dari dalam, serta dari kode yang dipunyai oleh karya itu sendiri. Pendekatan dari dalam atau […]

Anomali Program MBG

Oleh: Gus Nas Jogja* Program Makanan Bergizi (MBG) digagas sebagai sebuah terobosan mulia, sebuah manifesto kebangsaan untuk mengikis stunting dari akar tani dan menumbuhkan kemandirian ekonomi di desa. Dengan alokasi anggaran yang fantastis, program ini seolah menjadi jawaban atas banyak persoalan struktural di Indonesia. Namun, di tengah gemuruh pujian dan harapan, sebuah anomali menyakitkan mencuat: […]

Jalan Budaya

Oleh Prof. Dr. Mudji Sutrisno, SJ.* 1. Manusia adalah makhluk yang berusaha terus menerus mencari “makna” dalam hidupnya. Dia juga terus menerus mengacu hidupnya pada apa yang dipandang berharga sebagai baik, benar dan indah dalam menghayati dan menapaki kehidupannya baik individual maupun sebagai komunitas. Dalam dirinya terdapat kemampuan untuk memahami secara akal budi (baca: kemampuan […]

Revolusi Linguistik Menjelang Kiamat Bahasa

Oleh Gus Nas Jogya* Prolog Dasein, Struktur, dan Angin Topan Digital Dalam setiap tarikan napas peradaban, bahasa bukanlah sekadar alat komunikasi; ia adalah keberadaan itu sendiri, Dasein (eksistensi) yang membentuk kesadaran dan realitas kolektif kita. Dari prasasti purba yang diukir di batu hingga aksara digital yang berkelebat di layar, bahasa adalah arsitektur yang menopang pemikiran, […]

ERROR 404 FILES: Sebuah Tafsir Epistemologi tentang Dialektika Konspirasi dan Korupsi Pertambangan

Oleh: Gus Nas Jogja* Prolog: Ketika Kebenaran Menjadi Entitas yang Dapat Dihapus Ada satu titik di mana realitas tidak lagi ditentukan oleh apa yang ada, tetapi oleh apa yang tidak ada. Dalam dunia yang digerakkan oleh data, kekuasaan tertinggi bukan lagi terletak pada kemampuan untuk menciptakan fakta, melainkan pada keahlian untuk menghancurkannya. Di situlah Error […]

Haji Wisata atau Wisata Haji: Sebuah Parodi Spiritual di Persimpangan Iman

Oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch* Panggung dunia modern adalah sebuah lakon dagelan, dan kita semua adalah aktor di dalamnya. Di Indonesia, tak ada dagelan yang lebih tragis dan satir dari pusaran bisnis haji. Kita, sebagai penonton, terbelah oleh dua narasi yang saling bertentangan: Haji sebagai rukun Islam yang sakral, dan haji sebagai bisnis yang menggiurkan. […]

Kampung Haji: Menjawab Akar Masalah

Oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch* Pengantar Konsep pembangunan Kampung Haji Indonesia, sebuah kompleks terpadu di Makkah, telah disetujui oleh Putra Mahkota Arab Saudi sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kualitas layanan haji bagi jemaah Indonesia. Tulisan ini menyajikan analisis mendalam dari tiga perspektif utama: manajemen operasional, relevansi strategis, dan momentum politik, yang diperkuat oleh landasan spiritualitas. […]

Membongkar Kebohongan Eurosentrisme dalam Sejarah Renaissance dan Aufklärung Barat

 Oleh Gus Nas Jogja Membongkar narasi eurosentrisme berarti mengakui bahwa kebangkitan Eropa tidak terjadi dalam kevakuman, melainkan dibangun di atas fondasi yang kaya dari peradaban lain, terutama peradaban Islam. Gagasan ini menantang pandangan konvensional yang sering mengabaikan atau meremehkan peran dunia non-Eropa. Narasi Konvensional dan Kritik George Saliba Narasi eurosentrisme, yang mendominasi historiografi Barat selama […]

Dusta Eropa

Oleh Gus Nas Jogja Langit Cordoba sore itu adalah kanvas surealis, di mana jingga dan ungu bercampur dengan noda-noda hijau zamrud, seolah melukiskan fragmen ingatan yang patah. Aku, Sang Pencari Kebenaran, melangkah di antara pilar-pilar Istana Al Hambra di Altar Spanyol yang megah, setiap ubin mozaiknya berbisik kisah-kisah kuno. Angin membawa aroma melati yang pahit, […]