Immanuel Kant dan Vasubandhu: Perbincangan tentang “No-Self” dan “Idea Jiwa”

Oleh Tony Doludea Pada suatu hari seorang wartawan muda di stasiun kereta api melihat seorang biksu dan berusaha mewawancarainya. Ia bertanya pada biksu itu, ‘Menurut bhante, apa masalah terbesar dunia saat ini? Emisi Karbon? Kelaparan? Korupsi? Artificial Intelligence? Transhumanisme?’ Biksu itu tersenyum dan menjawab, ‘Baik, tapi saya ingin tahu terlebih dahulu. Siapa anda?’ ‘Saya wartawan,’ […]

Nussbaum Tentang Fragility

Oleh Helena Rea* Emosi bukan produk perasaan semata. Emosi dipandang dalam pendekatan psikologis sebagai pola reaksi ingstitif manusia yang kompleks. Namun Martha Nussbaum melihat emosi sebagai gerbang menuju virtue, keutamaan. Nussbaum adalah seorang filsuf Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1947. Ia adalah seorang guru besar yang telah banyak melahirkan karya-karya penting di bidang etika, […]

Teologi Minjung dan Seni Drama Tari Topeng

Oleh Tony Doludea Teologi Minjung (Korea: 민중신학, Minjung Sinhak), Teologi Rakyat muncul pada 1970-an dari pergulatan umat Kristen Korea Selatan memperjuangkan keadilan sosial. Teologi Minjung merupakan proses pengembangan hermeneutik politik Injil dalam realitas kehidupan rakyat Korea. Ini berakar kuat dalam situasi nyata dan bertumbuh dari pergumulan umat Kristen yang berada dalam sejarahnya dan berita universal […]

Kampus dan Festival Seni Pinggiran

Oleh Halim HD. – Networker-Organizer Kebudayaan Beberapa waktu yang lalu untuk kedua kalinya saya menerima kabar via WA tentang rencana penyelenggaraan Festival Seni Pinggiran (FSP) dari Prof Riwanto Tirtosudarmo, pakar geografi politik dan pensiunan LIPI yang rajin berkeliling dan masih terus riset dan menulis. Kabar itu tak menjelaskan secara rinci, hanya sekedar informasi bahwa kampus […]

Malang dan Ruang Kebudayaan

Oleh  Halim HD. – Networker-Organizer Kebudayaan Jika kita ke Malang, di mana sesungguhnya ruang kesenian yang bisa kita singgahi dan ada lingkungan tempat kita kongko bersama kaum seniman? Agak sulit juga rasanya melihat Malang yang berkembang demikian pesat menjadi suatu kota yang ingin menyaingi Jakarta, minimal bersaing dengan Surabaya dengan ledakan institusi pendidikan yang kian […]

Max Weber: Kapitalisme sebagai Etika Asketis

Oleh Tony Doludea Siddharta Gautama lahir sekitar 623 SM, sebagai pangeran Kerajaan Sakya yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Dua belas tahun sebelum kelahirannya, seorang brahmana telah meramalkan jika calon putra Raja Suddhodana itu akan menjalani takdir hebat. Disebutkan bahwa putra Sang Raja itu akan menjadi seorang resi besar. Sejak kecil Gautama tidak pernah […]

Quo Vadis Taman Budaya Jawa Tengah?

Oleh Halim HD. – Networker-Organizer Kebudayaan Jika anda mau belajar tentang bagaimana amnesia historis terjadi di Solo dan Jawa Tengah berkaitan dengan bagaimana lintasan sejarah lembaga kesenian yang pernah menjadi jangkar fenomenal kehidupan selama 25 tahun di negeri ini, dan mengalami masa surut dan bahkan masuk ke dalam proses degradasi, lihatlah Taman Budaya Jawa Tengah […]

Yang Melintas Batas

Oleh: Halim HD.- Networker-Organizer Kebudayaan Seorang rekan lama yang bergerak pada bidang manajemen pertunjukan dan festival atau lebih tepatnya forum, yang telah lama berkecimpung di mancanegara selama belasan tahun, setelah beberapa tahun kerja serabutan sebagai penerjemah dan “guide” nampaknya menikmati profesinya di negeri lain yang dianggapnya bisa menyalurkan gagasannya dalam praktek profesi, bahkan dia menyatakan, […]

Kitab Nahum: Kebinasaan dan Jalur Gaza (2)

Oleh Tony Doludea Disebutkan bahwa Allah memerintahkan Yunus bin Amitai (793-753 SM) untuk pergi ke Niniwe, kota yang besar itu. Untuk berseru dan menyampaikan firman Allah karena kejahatan mereka telah sampai kepada TUHAN.  Niniwe, kota yang sangat mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya, sekitar 100 KM keliling. Berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang […]

 Sejak Laut Belum Pasang: Sebuah Eulogi  

Oleh Nirwan Dewanto Ia adalah seorang yang sering saya jumpai sejak kuartal kedua 1987 hingga setahun berikutnya, mungkin sekitar 3-4 kali sepekan, bukan karena saya hendak menemuinya, tapi karena saya selalu mampir untuk mencari tempat berteduh, yaitu di sekretariat Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Cikini Raya 73, tepatnya untuk menghindari cuaca Jakarta yang panas dan […]