Gadis Dayak di Tanah yang Luka: Tale of Land
Oleh Bambang Supriadi* Malam hari di kamar, kedua telapak kaki May dibalur darah ayam cemani. Lumuran darah merah pekat itu bukan sekadar cairan, melainkan bisikan yang menautkan May pada napas leluhur. Sore sebelumnya, hidung May mimisan, lalu ia jatuh pingsan. Hal itu terjadi berulang kali setiap kali kakinya menjejak tanah, seolah bumi menolak tubuhnya. Darah […]

